
Felix menyuruh salah satu bodyguard nya memanggil dokter untuk segera keruangan,sementara felix kembali masuk kedalam ruangan.
Raina masih menangis tersedu sedu.
"Ayahhh,,,bawa aku bersamamuu,,aku tidak ingin kembali kedunia ini,,".Ujar raina lirih,,.
"Dokter akan segera kemari untuk mengecek kondisimu,,tenanglah,kau baru saja bangun dari koma mu".Ujar felix.
"Aku tidak berharap untuk tetap hidupp,aku tidak butuh dokter,,tinggalkan aku,,pergii siapapun dirimuu,pergiii!!!".Teriak raina,,.
"Kendalikan dirimuu!,bersyukurlah jika dirimu masih bisa bertahan hidupp,,".Ujar felix.
"Kau tidak tahu tentang hidupku,,penderitaan yang ku alamii,,aku tidak sanggup lagi,,tidakk!!!,,akhhh!!!!".Ujar raina lirih yang kemudian meringis kesakitan.
"Kau kenapa?!!,,,".Tanya felix panik saat melihat raina meringis kesakitan.
"Kaki kuuu!!,,kenapa tidak bisa digerakkan,,sakittt!".Ujar raina seraya memejam kan matanya.
Tak lama dokter masuk keruangan,dan segera mengecek keadaan raina.
"Bagaimanaa keadaanya?!".Tanya felix gusar.
"Syukurlahh,pasien telah melewati masa kritisnya,,ini memang tidak masuk diakal,,perkembangan nya luar biasa".Ujar dokter itu.
"Arghh,,,sakittt".Ujar raina seraya terisak.
"Apa yang terjadi pada nya,dia tadi merintih jika kaki nya terasa sakitt dan tidak bisa digerakkan??!".Tanya felix,lalu dokter kembali memeriksa raina.
"Nonaa tenanglah,, ikuti aku,, tarik nafasmu dalam dalamm,,dan keluarkan okee,,sebentarr,suster berikan alat itu padaku".Ujar dokter,,ia menempelkan suatu alat kepermukaan kaki raina,lalu dokter itu mengangkat dan menurunkan kaki raina.
"Apa yang terjadi??".Tanya felix lagi.
"Beginii,,bisa ular kobra itu sangatt berbisa dan bisa mematikan bahkan dalam hitungan jam,sementara pasien dibawa 2 jam setelah dipatuk ular,,dan pasien tetap bertahan hidup ini memang suatu keajaiban yang besar tuan,tapi sayangnya akan ada dampak buruk bagi pasien,bisa ular itu sudah menyebar di saraf organ pasien,bahkan bisa ular itu sudah memendap di saraf nya,,dan akibatnya pasien mengalami kelumpuhan dikedua kaki nya".Jelas dokter tersebut.
DEG!!
"Lumpuhh??!".Ujar raina lirihh.
Felix terdiam membisu saat mendengar penjelasan dokter.
"A-apa ada cara untuk menyembuhkan nya??".Tanya felix terbata bata.
"Ada,,meskipun kemungkinan nya kecil,,tapi tidak ada salahnya untuk dicoba,,dan yang pasti pengobatannya akan membutuhkan rentang waktu yang panjang,semua itu berbalik lagi pada pasien,semangat,sabar dan yakin itu merupakan kunci utama untuk kesembuhan pasien".Jelas dokter tersebut.
Pilu dihati raina semakin terasa menusuk,kenyataan pahit yang lagi lagi harus ia terima,,entah apa yang ada difikiranya,,saat itu raina tiba tiba merampas kotak besi dari tangan suster dan membukanya,raina mengambil silet kecil dan hendak menggoreskan silet ke pergelangan tangan nya.
Sontak felix segera mencegah tindakan raina,felix mencengkram kedua tangan raina dan menjauhkan tangan satu dari tangan satunya,,.
"Hentikann?!!,sadarlah dengan tindakan mu,,jika kau merasa muak dengan hidupmu tidak seperti ini caranyaa!".Ujar felix, masih menahan tangan raina yang masih bersikeras untuk memotong urat nadi di pergelangan tangan nya.
"Lepaskann,, lepaskan aku,,aku mohonnn,,,biarkan aku melakukannya!!,aku lelah dengan semua ini,,aku lelah dengan penderitaan ini,setiap kali aku terbangun akan selalu ada masalah yang hadir didalam hidupkuu!!,biarkan aku matii,,lepaskann".Ujar raina sesenggukkan dan berusaha melepaskan cengkraman tangan felix.
Sementara itu dokter terlihat menyuntikkan sesuatu kedalam infus raina,.
Raina menatap felix,,.
"Kauu,,,kau disinii,,kenapa kau ada disinii??,,bukankah kau sendiri yang meninggalkan ku digubuk dan bukankah kau sendiri yang berharap jika aku matii??".Tanya raina disela tangisnya.
Felix terdiam tak mampu menjawab pertanyaan raina,sementara raina merasa pandangan nya semakin kabur,tubuh nya melemas seperti tak berdaya.
"Tuan,aku memang penjahat itu,,aku adalah mata mata dari davidson,,ayo habisi aku,,habisi aku seperti katamu waktu itu,,,dengan senang hati aku menerimanya,,bahkan aku akan berterima kasihh,,,aku mohonnn!!!".Ujar raina lirih, ucapannya semakin terdengar samar samar,,lalu akhirnya raina pingsan.
"Kau masih mendengarku??,,bangunnlah,,rai-".Ucap felix terpotong.
"Tenanglah,itu reaksi dari obat tidur yang saya suntikkan kedalam infus pasien, agar pasien lebih tenang dan membuat keadaan nya lebih baik,untuk sekarang kami akan memindahkan pasien ke ruang rawat tuan".Jelas dokter tersebut.
Felix merasa sedikit lega,dan membiarkan dokter melepaskan alat medis dari tubuh raina,,kini felix melangkah keluar ruangan,ia menghela nafasnya yang terasa begitu berat.
Felix mendudukan tubuh nya dibangku taman.
Aku tidak pernah melihat seseorang merasa terpuruk seperti itu,dia bahkan nekat menghabisi nyawanya,, apa inii,,dia bukan komplotan dari davidson,dan kenapa aku bisa sebodoh itu dalam menilainya,,dia tidak hanya menderita tapi sekarang dia cacat karena aku,,,.
Batin felix gusar seraya memijit keningnya,lalu mendongakkan kepalanya keatas dan menghirup udara sedalam dalamnya kemudian membuangnya kasar.
KLING
Notif pesan masuk dari ponsel felix.
Wilson
`Bagaimana keadaanya??,dan kenapa kau belum juga kemansion,ibu sudah menunggu mu dari tadi,
"Hfthh,apa yang akan kukatakan padanya, entah ini kabar baik atau buruk".Gumam felix.
...----------------...
Dia hanya membaca tapi tidak membalasnya,,apa yang terjadi padanya?,apa kondiri raina baik baik saja?
Batin wilson.
"Sayangg,kau memikirkan sesuatu??".Tanya nyonya letta memecah lamunan wilson.
"Ouhh tidak,, bu sebaiknya ibu beristirahat dulu,aku rasa felix terjebak macet,terlalu lama untuk menunggu nya,,ibu juga pasti lelah karena perjalanan panjang".Ujar wilson.
"Yaa sedikitt,baiklah ,,ibu ke atas dulu ya,".Ujar bibi aletta.
"Biar saya bawa tas nya nyonya,".Ujar bibi eliz.
"Terimakasih bii,,".Ujar nyonya aletta,nyonya aletta lalu berbincang hangat pada bibi eliz seraya berjalan menaiki tangga,kemudian suara itu terdengar menjauh di telinga wilson.
Ibu terlihat bahagia sekali,aku senang melihatnya,,tapi dimana felixx?!,tidak ada kabar apapun darinya.
Batin wilson.
-BERSAMBUNG