
***
Sesampainya di UKS,,pak rey meraih handphone nya dan menghubungi tim medis/ambulance,,,selang beberapa menit ambulance pun tiba,,setelah raina masuk kedalam mobil beserta bu zoya ,, ambulance pun berlalu.
Lalu pak rey kembali menghubungi orang tua dari raina yaitu aramdja namun tak ada jawaban,,lalu pak rey beralih menelfon amara.
.
.
.
Tringgg,,,tringg
(ponsel amara bergetar).
"Hallo??".sapa amara.
[......].
"Apaa?,,bagaimana bisa pak".Ujar amara.
[...........].
"Baikk,,,".Ujar amara,,lalu sambungan telfon pun terputus.
Huhh merepotkan,,untuk apa dia menelfon ku,,aku sama sekali tidak peduli pada anak itu sampai dia mati sekalipun aku tak akan pedulii,,,tapi siapa yang melakukan ini??,,hahh sudah lahh,,apapun,,tapi yang terpenting dia tidak boleh sampai matii,,aku belum menyiksa nya,,dia tidak boleh pergi semudah itu!!
Ujar amara dengan tatapan sadis yang tersorot dari kedua bola matanya.
***
DIRUMAH SAKIT
Raina segera dibawa ke UGD,,dan dokter pun segera menangani nya , sementara bu zoya menunggu hasil pemeriksaan di balik tiraii gorden,,sambil menunggu ia menelfon orang tua raina,,yaitu armadja.
*Tutt,,,,
Tutt,,,,
Tutt,,,,
maaf nomor yang ada tuju tidak menjawab,,silahkan tinggalkan pesan untuk armadja*.
"Apa mungkin sibuk??,,huhh coba sekali lagi,,".Ujar bu zoya
***
DIKOTA LEICESTER
armadja tampak fokus membaca map yang berisikan berkas didalam nya,,HP nya ia silent dan di taruh dimeja persis didepan nya,,tak lama datang seorang pria membawa secangkir kopi dan menaruh nya dimeja,,sepintas ia tak sengaja melihat ada panggilan masuk dari ponsel armadja,,,
"Emm,,(tuan sangat fokus,,aku tidak enak jika ingin mengatakannya,,tapi bagaimana jika itu penting,,,".Batin pria itu,,ia mematung didepan armadja , hal itu membuat armadja menghentikan membaca berkas nya.
"Maaf,,kau baik-baik saja".Ujar armadja membuyarkan lamunan pria itu.
"ehh,,ouh maaf tuan,,saya baik baik saja".Ujar pria itu tersenyum karena merasa tidak enak.
"Ouhh,,,".Kata armadja.
"Tadi aku hanya ingin bilang,,ada yang panggilan masuk di ponsel mu,,tapi aku takut menganggu".Ujar pria itu.
"Benarkahh??".Ujar armadja seraya meraih ponsel nya,,ada panggilan tak terjawab sebanyak 3 kali,,
ini dari pihak sekolah ,, ada apa ini!
Batin armadja,,
"Oh ya,,terimakasih sudah mengatakannya pada ku".Ujar armadja pada pria itu,,pria itu pun tersenyum dan segera berlalu.
Armadja pun menelfon balik ke nomor Bu Zoya,,tak lama panggilan itu terjawab.
"Hallo,,".Sapa armadja.
[.........].
"Maaf saya tadi tak mengangkat panggilan anda,,ouh ya maaf sebelum nya , ada apa?".Ujar armadja.
[.........].
[.........].
"Baikk,,saya akan segera kesana!".Ujar armadja dengan raut wajah yang tak dapat diartikan.
Raina putri kuu,,ternyata benar firasat itu,,ya tuhan tolongg selamatkan putri ku aku mohon,,,
Batin armadja
***
DIRUMAH SAKIT
dokter yang menangani raina keluar dan menghampiri bu zoya.
"Dok,,bagaimana kondisi raina didalam,,".Tanya bu zoya.
"Syukurlahh luka yang dialami murid anda tidak dalam,,hanya perlu dijahit saja bagian luar nya,,".Jawab dokter itu.
"Syukurlah,,tapi kalau boleh saya tauu,,itu luka yang dialami raina apakah murni karena terbentur atau apa??".Tanya bu zoya lagi.
"Yaa,,itu bisa jadi luka akibat benturan benda kerass ,, atau mungkin luka pukulan,,,".Ujar dokter itu.
"Pukulann???".Ujar bu zoya.
"Iyaa ,,, karena ada beberapa lebam di kedua pundak raina ,, dan saya yakin itu bukan luka dari benturan yang tidak disengaja,,tapi untuk sebelumnya ibu tak perlu cemas,, keadaan nya akan membaik setelah 5 hari kedepan".Ujar dokter itu.
"Baikk dok,,,terimakasih".Ujar bu zoya.
ini pasti berhubungan dengan alicia,,ntah kenapa tapi aku sangat yakin alicia terlibat dalam hal ini,,,huhh.
Batin bu zoya menerka-nerka.
Selang beberapa menit amara tiba dirumah sakit,,dan segera menghampiri bu zoya.
"Permisi,,,ini guru nya raina??".Sapa amara.
"Ouhh ya benarr,,anda orang tua dari raina?".Tanya bu zoya.
"(menghela nafas panjang),,, yaa".Jawab amara sedikit malas.
"Ouh ya,, buu saya minta maaf atas keteledoran kami,sungguh,,tapi ibu tak perlu cemas, raina didalam baik-baik saja,dan kami janji akan bertanggung jawab sepenuh nya atas keselamatan raina,,dan kalau boleh saya minta waktu nya,, ada hal yang ingin saya bicarakan dengan ibu,,".Ujar amara.
"Baikk,,kita bicara disana,,".Ujar amara seraya menujuk bangku didekat taman.
.
.
.
Setelah duduk , bu zoya membuka pembicaraan , bu zoya mengutarakan apa yang telah mengganjal di hati nya itu,,dimulai dari sikap alicia yang aneh , sampai hasil periksa dokter yang menyatakan , kalau luka yang di alami raina adalah luka yang di sebab kan oleh pukulan dari seseorang menggunakan benda keras.
Amara tertegun sejenak.
apa ini,,alicia??,,dia melakukan hal ini??,,sungguh diluar dugaan,,tapi aku tak bisa membohongi diri ku,,aku juga mempunyai pemikiran yang sama dengan dia,,aku juga yakin ini ulah alicia,,yaaa tentu saja karena sikap ku tadi k kepada raina,,ahh apapun itu,,alicia tak boleh terlibat dalam hal ini,,posisi nya harus tetap aman,,dan jangan sampai armadja mengetahui hal ini.
Batin amara.
"Hemm bu,, mungkin apa yang ibu rasa itu benar,,alicia mengetahui kondisi raina saat itu,,tapi yang saya tau alicia sangat menyayangi raina,,sangat menyayangi,,dann...".
"Dan apa bu?".Ujar bu zoya yang memotong pembicaraan amara.
"Alicia memilki terauma pada darah,,bisa di bilang jika dia memiliki phobia pada darah,,dia memang begitu,,setiap melihat darah ia menjadi gelagapan dan gugup ,, bahkan saat saya terluka waktu itu,,dia menjauhi saya,seolah olah saya ini bukan lah orang yang ia kenal,,,".Jelas amara berbohong.
"Ouhh,,(separah itu kahh,,hufthh entahlahh,,mungkin memang itu kebenaran nya).".Ujar bu zoya.
Amara merasa lega karena bu zoya tidak memperlebar hal ini lagi,,,namun ia masih khawatir dengan raina,,ia takut jika nanti nya raina akan membicarakan hal ini pada orang orang saat ia sadar nanti.
Aku harus melakukan sesuatu,,huhh menyebalkan,,.
Batin amara.
-BERSAMBUNG
HAI PARA PEMBACA JANGAN LUPA BUAT VOTE, LIKE, DAN KOMEN NYA YAA,,
SEMOGA SUKA DENGAN KARYAKU😇