Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Bab 9



"Aku yakin, Bell. Ayo, kita turun." Reyno membukakan pintu mobil. Bellanca turun lalu Reyno menggandeng tangan Bellanca. Semua pengunjung melihat mereka berdua. Ada yang sibuk memfoto mereka, ada juga memvideokan.


Mereka berdua duduk di tempat lesehan. "Kamu nggak masalah 'kan, Bell? Makan di tempat sederhana seperti ini?"


"Santai aja dulu aku waktu SMA beberapa kali makan seperti ini Rey." Bellanca membolak-balikkan buku menu.


Pelayan pun datang menanyakan pesanan kepada mereka berdua. Sambil menunggu pesanan Reyno dan Bellanca bersenda gurau. Ada beberapa fans Reyno berdatangan meminta foto. Ada juga menanyakan hubungan Reyno dan Bellanca. Reyno menanggapi dengan senyuman.


***


Dalam perjalanan pulang. "Bell, aku boleh enggak, lebih dekat lagi daripada ini?" tanya Reyno sambil memastikan hubungan mereka.


"Maksud kamu? Lebih gimana? Jika boleh jujur, aku habis dijodohkan tapi gagal Rey." Bellanca menoleh ke arah Reyno.


"Why?" Reyno penasaran.


"Dia bukan pria yang baik Rey, dia suka main perempuan," terang Bellanca tanpa disadari meneteskan air mata.


Reyno mengusap air mata di pipi Bellanca. "Kenapa harus menangisi pria seperti itu, Bel?"


"Aku menangis bukan karena aku mencintainya. Tapi aku menangis. Karena dia Papaku masuk rumah sakit. Jadi, jangan salah paham. Untuk hubungan kita aku belum tahu Rey, " jawab Bellanca.


Sial! Kenapa susah sekali menaklukkan Bellanca, gerutu Reyno di dalam hatinya.


Bellanca keluar dari mobil Randi, lalu para pelayan menyambut dan membawa kopernya. Sebelum pergi ke dalam rumah, Bellanca tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya. "Terima kasih Rey. Sudah mau meluangkan waktu untukku, menjemputku di sela-sela waktumu yang sibuk itu."


"Jangan sungkan ya, hubungi aku jika kamu butuh bantuanku." Reyno mengacak-acak pucuk rambut Bellanca lalu pergi meninggalkannya.


Bellanca memasuki rumah, saat menaiki tangga menuju kamarnya. "Kenapa jantungku tidak berdebar? Hal-hal romantis Reyno lakukan rasanya biasa saja. Kenapa cuma Andri dipikiranku?" Bellanca bermonolog.


***


Bellanca mengecek ponselnya ternyata ada pesan dari Andri. Tanpa sadar Bellanca memancarkan senyumnya sangat manis. Saat melihat nama Andri yang telah mengirimi ia pesan.


Andri


Nona, besok pagi saya jemput. Kita pergi bersama ke kantor. Jangan lupa minum vitamin dari dokter Sinta. Good night


"Apa sih, gini doang udah seneng dapet pesan dari Andri." Bellanca bermonolog sambil senyum-senyum sendiri.


Di pagi hari pelayan mengetuk pintu, beberapa kali Bellanca tidak bangun. Andri sudah menunggu di bawah pun naik ke atas untuk membangunkan Bellanca. Andri mengetuk pintu beberapa kali pun tidak ada jawaban. Akhirnya Andri masuk kamar Bellanca. Andri pandangi wajah Bellanca begitu cantik natural tanpa make up. Bellanca memakai lingering seksi Andri hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar.


"Nona, bagun Nona, sudah pagi," ucap Andri pelan. Bukannya bangun Bellanca hanya menggeliat di atas ranjang. Andri berpikir cara membangunkan Bellanca.


Kalo aku sentuh nanti nggak sopan, kalo enggak dibangunin nanti telat ke kantor. Gimana jadi istri jam segini belum bangun, batin Andri sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Pilihan Andri adalah membuka gorden membiarkan cahaya matahari masuk. "Aduh Ma, silau Ma!" teriak Bellanca. Sambil duduk dan mengusap-usap matanya. Saat matanya terbuka Bellanca melihat Andri berdiri.


"Aaaaa!" Bellanca langsung menutupi tubuhnya dengan selimut. "Kamu, kenapa bukan para pelayan yang membangunkanku?" tanya Bellanca dengan wajah memerah.


"Maaf Nona, para pelayan tidak berani masuk membangunkan Nona. Tapi tadi para pelayan sudah memanggil beberapa kali tapi tidak ada jawaban." Andri menundukkan kepala takut Bellanca marah.


"Sudahlah, kamu keluar tunggu aku di meja makan." Bellanca bergegas ke kamar mandi.


Di meja makan Bellanca bersama Andri sarapan pagi. Bellanca diam-diam melirik Andri yang sibuk memakan makanannya. Makan aja keliatan cool gitu, batin Bellanca.


Tanpa disadari Andri sadar jika ia sedang diperhatikan oleh Bellanca. "Kenapa Nona? Ada yang aneh dengan saya?" Andri senyum smirk.


"t-tiiidaak, jika sudah selesai makan. Kita pergi ke kantor sekarang!" perintah Bellanca dengan tergagap.


Bellanca berdiri meninggalkan Andri, di depan rumah pelayan membukakan pintu mobil. Andri bergegas mengikuti Bellanca masuk ke dalam mobil. "Nona, saya sudah mendapatkan informasi tentang Nona Vira." Andri hanya melirik lewat kaca tengah mobil.


"Nona Vira herlambang, dia seorang model iklan sekaligus selebritas, Nona. Satu kampus dengan Tuan Randi, Nona. Nona Vira adalah sepupu Tuan Reyno. Untuk masalah percintaan dia pernah menjalin hubungan dengan artis Verrell Bramasto, penyanyi Rizki Feboan dan masih banyak lagi Nona," ucap Andri.


"Waw, hebat sekali Vira. Berani sekali dia mendekati Adik saya, punya nyali besar ingin masuk keluarga Hendriwan. Playgirl seperti itu tidak baik untuk Randi," ucap Bellanca penuh amarah. Sampai di ruang kerjanya Bellanca terkejut dengan adanya bunga di atas mejanya. Bellanca membaca kartu ucapan.


Semoga hari-harimu menyenangkan


walau tanpa aku di sisimu sekarang,


bunga ini bisa menemanimu saat ini.


^^^Andrew Prasetyo^^^


Bellanca mengambil teleponnya memanggil Andri ke ruangannya. Saat Andri masuk, bunga tersebut dilempar di hadapan Andri. "Bilang ke resepsionis jika bunga dari Andrew jangan diterima, dibuang saja!" teriak Bellanca penuh amarah.


Karena suasana hati Bellanca lagi tidak baik, Andri hanya mengangguk mengambil bunga tersebut dibuang di kotak sampah.


Bellanca mengumpat, ia berdiri berjalan masuk ke kamar pribadi yang berada di kantor. Andri masuk ruang kerja melihat ke seisi ruangan ternyata tidak ada Bellanca. Andri langsung tertuju kamar pribadi Bellanca, diketuk pintu itu.


Tok! Tok! Tok!


Tidak ada jawaban. Akhirnya Andri masuk melihat Bellanca sedang apa didalam. "Nona," panggil Andri.


Bellanca menengok menatap Andri yang berjalan menghampirinya. Bellanca maju terus hingga Andri terpojok. Tinggi Andri yang 175cm terpaut lumayan jauh. Sedangkan Bellanca 165cm tingginya. Bellanca mendongak ke atas melihat Andri dari bawah. Tadinya Bellanca cuma ingin main-main dengan Andri. Tiba-tiba Andri memutar badan Bellanca, menjadi bersandar di dinding. Degup jantung Bellanca tidak beraturan.


Tuhan, apa yang akan Andri lakukan? Berani sekali dia.


Bellanca memejamkan matanya, lalu Andri berbisik di telinga Bellanca. "Nona ngapain memejamkan mata?" goda Andri.


Bellanca menelan ludahnya, lalu mata Bellanca terbuka langsung menatap Andri dengan intens. Suara ponsel berbunyi mengagetkan meraka. "Halo, iya bagaimana hasil proyeknya?" ucap Andri sambil meninggalkan Bellanca.


"Bodoh Bellanca bodoh, sangat bodoh sekali! Niat bermain-main sama Andri. Malah diri sendiri yang dipermainkan." Bellanca bermonolog.


Tadinya suasana hati Bellanca sedang kacau. Dengan kejailan Andri, Bellanca sangat terhibur lupa dengan masalah keluarga. Bellanca mengirim pesan kepada Randi.


Anak manja


Hey, anak manja kapan kamu pulang? Aku merindukanmu untuk kutindas.


Pesan terkirim, baru sehari Bellanca ditinggal Randi. Sudah begitu merindukan Randi. Bellanca sibuk dengan berkas-berkasnya, bunyi notifikasi pesan pun datang. Bellanca terasa senang saat membacanya.


Anak manja


Hey, macan betina baru sehari kutinggal. Kau sangat merindukanku. Jangan mimpi aku pulang, aku akan tetap di sini selama-lamanya menjauhi dirimu! I Love you.


Bersambung...


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu