
Andri memeluk tubuh Bellanca dengan erat."Nona harus tanggungjawab bukannya malah kabur." ucap Andri dengan membisikkan di telinga Bellanca.
Bellanca mendorong tubuh Andri dan dia lari ke kamar mandi. Saat Bellanca sudah berpakaian lengkap dia duduk memandang Andri dengan lekat.
"Kita harus balas perbuatan Reyno!" ucap Bellanca penuh amarah.
Andri mendekati Bellanca memegang kedua pundak Bellanca.
"Pertanggung jawaban Nona kepada saya gimana? apakah Nona lupa?"
Bellanca menelan salivanya."Nanti saya pikirkan lagi." Bellanca mencoba mengalihkan pembicaraan.
POV Randi
Selesai mengantarkan Bellanca ke kamar dan menghubungi Andri. Randi cepat-cepat mencari Reyno rasanya ingin menghajarnya sampai mati. Di restoran dengan sabar reyno masih menunggu Bellanca dari kamar mandi. Tiba-tiba,"bugg" Randi melayangkan kepalan di muka Reyno. Bukan hanya sekali Randi memukul Reyno.
"Bangs*t! beraninya kamu memberi obat perangsang kepada kakak ku." Vira yang melihat Reyno dipukuli Randi mencoba memisahkannya.
"Stop ran, stop! jangan kamu pukuli kak Reyno lagi!" Vira meneteskan air mata saat melihat Reyno tidak berdaya sama sekali.
"Kamu bersengkongkolkan sama Reyno! dasar wanita murahan! kalian tidak terima dengan apa yang saya lakukan sekarang. Kalian boleh tuntut saya! sampai bertemu di meja hijau!" ucap Randi dengan berapi-api.
Vira mencoba menenangkan amarah Randi dengan memegang tangan Randi."Jangan pernah kamu sentuh saya! jijik rasanya." di hempas tangan vira.
Vira berpura-pura tidak mengetahui masalah yang telah terjadi."Apa sih Ran aku nggak ngerti kamu ngomong apa?."
Randi tidak mempedulikan Vira dan Reyno pergi begitu saja."Sialan!" batin Reyno.
Vira memapah Reyno untuk berjalan ke mobil."Kenapa bisa ketahuan si kak? gimana ini Randi mulai membenci ku? gara-gara membantu mu aku jadi sial."
"Aarrghh, sakit Vir!" saat Vira mengobati luka Reyno.
"Jadi semalam Bellanca tidur dengan siapa? nggak mungkin kan tidur bareng Randi?" ucap Reyno dengan penasaran.
"Kita perlu cari tau kak, tapi dengan siapa kita mencari informasi? ahaa, aku tau kita coba menghubungi Andri saja." ucap Vira.
Pov selesai
Bellanca berjalan seperti pingkuin, menahan rasa nyeri begitu sakit di bawah sana. Andri melihatnya langsung menggendong Bellanca ala bridal style.
"Turunin nggak?! malu tau diliat orang, ini tempat umum Andri Rahardian!" ucap Bellanca dengan tegas.
"Sayang, aku tau kamu ngerasain rasa sakit di bawah sana. Jadi dengan perhatian ku ini,kamu jangan menolak." ucap Andri dengan lembut. Bellanca hanya memukul dada Andri beberapa kali yang menurutnya sangat menyebalkan. Para pelayan hotel melihat Andri berjalan hanya menundukkan kepala.
Saat di tempat resepsionis manager hotel menghampiri Andri."Tuan, saya sudah memeriksa cctv dan koki berkerja sama dengan Tuan Reyno sudah saya temukan. Untuk cctv nanti saya kirim lewat email. Koki yang berkerja sama akan saya kirim ke apartemen anda Tuan."
"Terimakasih, nanti kamu akan saya hubungi kembali." ucap Andri.
Saat di dalam mobil,"Nona mau saya antar ke apartemen atau ke mansion?"
"Emang saya punya apartemen? ya ke mansion lah. Nggak usah ngada-ada kamu." Bellanca melirik keluar jendela.
"Saya ingin merawat calon istri saya apa itu salah Nona? jika ia sakit, jika Nona tidak mau tidak apa-apa." Andri mengenggam tangan Bellanca.
Di dalam hati Bellanca meleleh mendengar perkataan Andri. Sampai dimansion Bellanca di antar ke kamar oleh Andri."Ke kantor sana! aku pecat kamu jika malas berkerja." Bellanca tidak mau membuat Andri sibuk mengurusnya. Jika itu terjadi pekerjaan andri banyak terbengkalai.
"Siap nona, jika butuh sesuatu hubungi saya." ucap Andri dengan lembut. Andri mendekati Bellanca menci*m keningnya.
Wajah Bellanca langsung memerah karena malu."Untung Andri sudah pergi." batin Bellanca.
Bellanca mengambil ponselnya dan menghubungi Randi."Pulang sekarang atau kamu aku kirim ke kebun binatang. Agar di makan macan betina! sepertinya lebih baik tidak mempunyai adik laki-laki seperti mu." Randi belum menjawab telepon sudah di matikan oleh Bellanca.
Tidak butuh waktu lama Randi dalam waktu dua puluh menit sudah sampai mansion.
"Kakak gila ya! mau membuat aku mati!" teriak Randi.
"Kamu yang gila! tega kamu buat kakak tidur dengan Andri! masa depan kakak rusak!" teriakan Bellanca tak kalah sengit.
Bellanca bersandar diranjang sampai lupa jika di bawah sana masih nyeri. Ingin turun dari ranjang malah terjatuh. Randi membantu sang kakak bangun dari lantai.
"Aaauuu, sakit kak! bisa nggak sih nggak main jitak kepala!" Randi kesakitan.
"Kamu tau dari mana jika kakak menjalin hubungan dengan Andri?!" Bellanca memasang muka garang.
"Oh, rahasia." Randi pergi meninggalkan Bellanca dengan menjulurkan lidah seperti anak kecil.
"Nyuruh pulang cuma bahas ini doang! nggak tau apa aku banyak kerjaan dikantor." Randi bermonolog.
Dikantor Andri menemui Randi,"dari mana aja kamu Ran? kerjaan kamu udah harus selesai hari ini."
"Ketemu Macan Betina kak, bete tau bisa-bisanya dia nyalahin aku. Kamu yang tidur berdua. Kalian yang enak berdua. Aku yang di salahin! ya tuhan, aku terasa terzholimi oleh kalian." Randi manggut-manggutkan kepala berpikir jika perbuatannya tidak ada yang salah.
"Ide itu kan kamu yang buat Randi!" tegas Andri.
"Iya juga ya, kenapa aku lupa." gelak tawa randi memenuhi ruangannya.
"Kamu hanya pura-pura lupa saja." ejek Andri.
Andri berdiskusi dengan Randi bagaimana caranya bisa menghancurkan Reyno."Kamu tau, wanita yang kamu sukai telah bersekongkol dengan Reyno?"
"Aku ingin Reyno mendapatkan balasan yang setimpal kak. Aku sudah curiga kak. Saat aku memukuli Reyno direstoran disana ada Vira yang tiba-tiba datang." Randi mulai geram.
"Ada bukti cctv dan pengakuan sang koki berkerja sama dengan mereka. Bisa menjadi barang bukti yang akurat jika ingin memasukkan mereka ke penjara. Mereka tidak tau jika hotel Rahardian itu punya keluarga ku." Andri membuka ponsel mendapatkan pesan dari vira.
Vira
Kak,kemarin malam aku dengar dari Randi. Kak Bellanca terjadi sesuatu, memang apa yang terjadi?
"Bodoh sekali vira bisa-bisanya mengirimi pesan kepada ku seperti ini" batin Andri.
"Ada masalah kak?" tanya Randi.
"Vira sangat bodoh dia menanyakan soal Bellanca kepada ku. Mana mungkin aku menjawab sejujurnya." Andri menggelengkan kepala heran dengan Vira. Andri membalas pesan dari Vira.
Vira
Bukan urusan mu! urusi saja Reyno!
Randi mendengar pernyataan Andri soal Vira mulai ikut campur urusan Bellanca. Jika mengingat kejadian menimpa sang kakak. Muak rasanya Randi jika harus bertemu dengan Vira.
Bersambung.....
Enaknya reyno diapain ya guys???
Wah kira-kira bellanca dibuat nikah dulu atau hamil dulu nih???
Selamat beraktifitas di pagi iniππ
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untuk ku β€β€β€
Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55
#salamhalu