Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 47



"Dasar wanita, dia dulu yang mulai malah marah sendiri." batin Andri.


Andri mendekati Bellanca ikut duduk di sofa."Morning anak papa." Andri mengusap dan mencium perut Bellanca."Sayang kamu tau? mama mu tuh ngambek ama papa." Andri berbicara seolah-olah anaknya mendengarkannya.


"Papa nyebelin." cibir Bellanca suara di buat-buat anak kecil.


Langsung seketika mereka berdua terkekeh dan Andri mencium kening Bellanca. Andri menangkup wajah cantik Bellanca ia pandangi beberapa menit.


"Sayang belajar nyenengin suami dong." titah Andri lembut takut macan betina marah.


"Maksud kamu apa?" tanya Bellanca dengan nada dingin.


"Astaga salah lagi. Nasip-nasip. Harus sabar." batin Andri sambil mengusap-usap dadanya.


Bellanca tambah merajuk pindah ke atas ranjang. Andri berinisiatif untuk keluar kamar hotel mencari makanan. Tapi beda di pikiran bumil satu itu, masih terbawa emosi hanya mengerutu melihat Andri pergi.


"Bukan di bujuk malah pergi dari kamar hotel. Andri! Andri. Kesel-kesel." Bellanca menggerutu.


30 menit kemudian Andri masuk ke dalam kamar sudah menenteng makanan ke sukaan sang istri. Andri hanya berdehem tapi Bellanca berpura-pura tidak mendengarkannya.


"Sayang." panggil Andri.


"Apa?" Jawab Bellanca dengan datar tanpa melihat Andri.


"Sayang." ulang Andri.


"Apa sih Dri." sambil membalikkan badan.


"Wah makanan. Ngerti aja kalo gue laper. Eits, jadi dia keluar tadi cari makanan?" batin Bellanca.


"Hello." Andri melambaikan tangan di wajah Bellanca."Kamu tu mikirin apa si. Makan yuk."


"Suapin." Bellanca tersenyum.


Saat mereka berdua selesai sarapan pagi, tiba-tiba Andri ingin mengulang kejadian semalam. Andri mulai menggendong Bellanca ala bridal style Bellanca hanya menurut saja di bawa di atas ranjang. Di taruh dengan pelan di atas ranjang Andri mulai melepas kausnya di buang ke sembarang tempat. Ciuman mulai memanas Andri tidak sabar langsung melucuti Bellanca. Tiba-tiba ponsel Bellanca berbunyi berulang kali.


"Sebentar sayang biar ku angkat teleponnya."


"Sialan! siapa sih yang ganggu." gerutu Andri.


"Kak Sisi." ucap Bellanca dengan pelan.


"Awas kamu kak kalo ketemu." batin Andri.


"Yaudah angkat aja sayang." titah Andri.


Bellanca 📞 "Halo kak kenapa?"


Sisi 📞 "Papa masuk rumah sakit Bell."


Bellanca 📞 "Kok bisa. Dirumah sakit apa kak?"


Sisi 📞 "Rumah sakit xxxx tolong cepat kemari. Nanti kakak ceritakan ya."


Bellanca langsung menutup teleponnya wajahnya langsung pucat.


"Kenapa sayang?" tanya Andri tampak penasaran.


"Papa masuk rumah sakit. Ayo kita kesana sekarang." ucap Bellanca sedikit panik.


"Ya tuhan cobaan apa lagi ini." batin Andri memakai kausnya kembali.


*****


"Jadi gini sayang. Dulu ke dua orang tua mu itu yang membantu papa Ferdinan saat ke susahan. Perusaan papa Ferdinan mengalami ke bangkrutan. Tidak ada pun seseorang yang mau berinvestasi ke perusahaan. Dan akhirnya papa Ferdinan datang ke perusahaan papa mu untuk meminta bantuan." cerita singkat Riana.


"Seharusnya papa Ferdinan jadi tau semua ini?" selidik Renita.


"Sebenarnya papa sudah tau dari awal. Tapi papa tidak bercerita dengan mama Riana." penjelasan Ferdinan.


"Dasar papa." Riana menepuk bahu sang suami."Pantas saja mama seperti familiar sekali dengan wajah mu sayang. Cantik seperti Resa." Riana menitikan air matanya.


"Sebenarnya dulu papa mu Re. Ingin menjodohkan kakak mu sama Bellanca. Tapi tuhan berkehendak lain Re. Setelah kematian kakak mu. Ke dua orang tua mu pergi meninggalkan Indonesia memilih tinggal di luar negeri." penjelasan Ferdinan.


"Pa, karena perjodohan itu tidak terjadi. Kenapa tidak digantikan oleh aku dan Renita saja." usul Randi.


"Ah, itu mau kamu Ran. Renita pasti menolak." ejek Riana.


"Kenapa si ma nggak dukung anak sendiri." sungut Randi.


"Kenapa Om nggak tanya aku?" tanya Renita.


"Ah, kamu pasti tidak akan menolaknya. Ia kan." ucap Randi dengan Pede-nya.


"Terlalu percaya diri sekali." ejek Renita."Ma, sebentar lagi makan siang Renita akan siapkan." Renita beranjak pergi ke dapur.


******


Di rumah sakit Andri mengandeng sang istri untuk masuk ke dalam lift.


"Sebenarnya ada apa Dri? kenapa jantung papa kambuh. Pasti ada masalah kan?" selidik Bellanca.


"Sabar sayang. Maaf aku lupa mau bercerita. Nanti biar kak Sisi yang menceritakanya." Bisik Andri karena dilift banyak orang.


Sampai di ruangan, Winata terbaring tak berdaya sekujur tubuhnya di pasangkan alat Elektrokardiogram dilakukan menggunakan mesin pendeteksi impuls listrik jantung yang disebut elektrokardiograf. Dengan alat tersebut, impuls atau aktivitas listrik jantung akan terpantau dan tampak berupa grafik yang ditampilkan di layar monitor. Winata belum sadarkan diri semenjak di bawa ke rumah sakit membuat Sisi panik.


"Gimana ke adaan papa kak?" tanya Andri.


"Seperti yang kamu lihat. Papa belum sadar Dri. Maafkan kakak Dri. Kakak gagal menjaga papa." wajah Sisi muram.


Andri mendakati Sisi dan memeluknya dengan erat."Kakak adalah yang terbaik untuk ku."


"Tapi kakak yang sudah buat papa masuk rumah sakit." selah Sisi.


"Nggak papa kak. Pasti karena Monica kan?" tebak Andri.


Sisi hanya menggagukkan kepalanya dan meneteskan air matanya. Bellanca mulai penasaran apa yang sebenarnya yang terjadi. Sampai sang mertua masuk rumah sakit.


"Kenapa mereka mengucapkan nama Monica lagi? aku dari kemarin juga nggak liat Monica setelah ijab kobul." batin Bellanca.


"Sayang." panggil Andri.


"I-iya kenapa?" jawab Bellanca tergagap.


"Kamu itu mikirin apa si bumil ku?" tanya Andri sambil mengandeng tangan Bellanca untuk keluar ruang inap Winata.


"Ngga papa kok Dri."


Dan tiba-tiba Sisi pingsan dan Robin dengan sigap menangkap tubuh Sisi. Robin menggendong Sisi untuk di bawa ke IGD untuk di periksa. Andri dan Bellanca mengikuti Robin dari belakang ikut panik. Sisi telah diperiksa dokter Robin pun keluar ruangan IGD.


"Apa kak Sisi belum makan kak?" tanya Andri.


"Sudah satu minggu ini Dri. Kakak mu uring-uringan. Susah makan. Mintanya aneh-aneh. Terkadang juga mual jika di pagi hari." ujar Robin.


Dokter telah menemui mereka,"Siapa wali dari nona Sisi?" tanya dokter.


"Saya dok. Saya suaminya." jawab Robin.


"Selamat Tuan. Anda akan segera menjadi ayah." ucap dokter sambil mengulurkan tangannya.


"Beneran dok." Robin membalas uluran tangan dokter lalu memeluk Andri karena bahagia."Dri aku jadi ayah Dri." Robin menitihkan air mata bahagianya.


"Selamat ya kak." Bellanca memberikan selamat.


Mereka bertiga bergegas menemui Sisi belum sadarkan diri.



Mampir ke karya otor ya guys, Terimakasih


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu