Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 11



Sampai diapartemen Andri tidak tega membangunkan Bellanca. Akhirnya Bellanca digendong Andri. Sampai dilift Andri bertemu Monica. Andri hanya acuh melihat monica senyum kaku. Monica melihat Andri menggendong Bellanca mengepalkan tangannya. Andri keluar dari lift menghilang dibalik pintu lift.


Monika menelepon seseorang,"Carikan aku informasi tentang Andri Rahardian secepatnya!" dengan geram Monica membanting ponselnya hingga rusak.


"Bisa-bisanya dia mempermainkan ku! awas kamu Andri aku akan mengadu kepada orang tua mu!" batin Monica.


Di siang hari Bellanca baru bangun tidur pukul 13.00, matanya terbuka melihat seseorang ia rindukan. Randi memeluk Bellanca dengan erat,"kak maafkan aku, tidak berada disamping mu. Tidak bisa menjaga mu dengan baik," ucap Randi dengan mulut bergemetar.


"Hay anak manja. Kakak mu ini kuat. Jangan khawatirkan ku. Aku pasti baik-baik saja," ucap Bellanca menenangkan Randi.


POV MONICA


Diwaktu sarapan pagi tiba-tiba Monica datang ke mansion Rahardian. Tanpa memberi salam Monica duduk dimeja makan.


"Hem tamu tak diundang," sindir Sisi.


Monica menoleh melihat Sisi tidak suka."Sisi!" teriak dinata dengan lantang.


"Ayo sayang, kita ke kantor," ucap Sisi mengajak suaminya pergi.


"Papa, kemarin aku liat Andri bersama wanita lain," ucap monica bermanja-manja dengan Dinata.


Sebelum Dinata menjawab. Sisi menyahut terlebih dahulu."Itu papa ku bukan papa mu. Jadi jangan pernah ngaku-ngaku!" ucap Sisi sambil meninggalkan meja makan.


"Sudah biarkan Sisi, nanti papa beritahu," ucap Dinata dengan bijaksana.(Winata itu papa Andri sama Sisi ya guys).


"Jadi kapan pa? aku bertunangan dengan Andri? aku nggak mau jika Andri bersama wanita lain. Aku ingin Andri seutuhnya untuk ku," rengek Monica.


"Minggu depan kita bicarakan dengan Andri," ucap Dinata menenangkan Monica.


Pov selesai


Dikantor Andri sibuk menata berkas-berkas yang akan diserahkan ke Bellanca. Bunyi notifikasi dari ponselnya menghentikan aktifitasnya sebentar.


My Sister


Tadi Monica ke mansion, lagi ngeracunin papa ngomong tentang kamu bersama Bellanca. Tunggu aja nanti papa pasti menghubungi mu akan bahas soal Bellanca.


Tangan Andri mengepal, tanpa sengaja menyenggol berkas-berkas yang tertata rapi."aaarrrgghh!" ucap Andri dengan amarah.


Diapartemen Bellanca selesai mandi binggung mengenakan baju apa, ia melirik ke tempat ganti melihat pakaian Andri. Diambilnya kemeja berwarna hitam dipakai Bellanca kebesaran. Menurut Bellanca itu nyaman dipakai.


"Macan Betina! kamu sedang menggoda Andri?" gelak tawa Randi sedang menggoda Bellanca.


"Kakak nggak bawa baju, terus kakak pakai apa? boro-boro kamu cariin baju buat kakak," ucap Bellanca.


"Sebagai adik yang baik hati, yang tampan ini tiada tanding. Aku akan keluar membelikan baju buat kakak dulu." Randi pergi dengan mengacak-acak rambut Bellanca.


Bellanca tersenyum dan menggelengkan kepala melihat sang adik melakukan hal konyol. Saat Bellanca sendirian di apartemen ia merasa bosan. Bellanca membuka kulkas ternyata ada sayuran dan ikan. Bellanca memilih untuk memasak. Saat sedang asik memasak, Bellanca tidak sadar ada seseorang memperhatikan dirinya sedang memasak.


"Apa ini yang dinamakan mencintai dalam diam? hanya bisa mengagumi dari kejauhan," batin Andri.


"Ehemm," Bellanca mencoba membuyarkan lamunan Andri.


"Nona memakai kemeja saya? nona tidak sedang mengoda saya?" tanya Andri.


Bellanca masih memotong sayuran hanya menelan salivanya."Aku tidak ada pakaian ganti, Randi masih membelikan ku pakaian baru," ucap Bellanca dengan tegas.


"Mandilah, makan malam sedang aku siapkan. Nanti kita makan bersama," ucap Bellanca seolah-olah seperti istri Andri.


Andri hanya menggangukkan kepala, berjalan mendekati Bellanca. Andri membisikkan sesuatu ditelinga Bellanca.


"Terimakasih nona," suara Andri begitu sensual. Andri meninggalkan Bellanca dengan membenarkan rambut Bellanca yang berantakan.


Bellanca hanya mematung, melihat Andri pergi hilang dibalik pintu kamarnya.


"Wah, makan enak nih. ke surupan apa kak? tumben masak. Belajar masakin calon suami ya?" sindir Randi.


Bellanca sedang memegang sendok, dipukullah di kepala Randi."Kalo ngomong itu di filter!" ucap Bellanca.


"Jadi keadaan Andrew gimana sekarang kak Andri?" tanya Randi.


"Pihak ke polisian sedang mengurusnya, jagan khawatir tuan." Penjelasan Andri.


Selesai makan malam, Bellanca mengganti pakaiannya pamit pulang.


****


Dikamar tidur Bellanca merebahkan badannya. Menatap langit-langit kamar. Pintu terbuka,"Kak, aku temani tidur y?" rayu Randi.


Bellanca hanya mengganggukan kepala, mencoba memejamkan mata tapi tidak bisa."Kakak takut Ran, sendirian," air mata Bellanca menetes mengingat kejadian Andrew menculiknya.


"Tenang kak, ada aku di sisi mu melindungi mu," memeluk Bellanca.


"Kamu mencintai vira, Ran?" Bellanca memutar badannya menghadap Randi menunggu jawaban sang adik.


"Belum yakin kak, dia selalu mendekati ku. Menurut kakak?" Randi binggung.


"Carilah latar belakangnya, jika itu baik lakukan, jika tidak tinggalkan." Bellanca takut menyakiti perasaan Randi.


Di pagi hari Bellanca bangun melihat sang adik tidur pulas. Bellanca rindu menjahili Randi. Bellanca berdiri di dekat Randi ditarik ke samping selimut Randi, tergulinglah Randi gelak tawa Bellanca melihat sang adik ke sakitan.


Randi memegang pinggangnya terasa sakit."Puas liat adik mu ke sakitan," Bellanca bukan menjawab alih-alih meninggalkan Randi.


Randi turun dari tangga melihat Bellanca bersama Andri. Randi memberi tatapan elang.


"Awas bola matanya copot," goda Bellanca. Bellanca melemparkan sebuah kunci motor kepada Randi.


"Kunci motor? buat apa coba? orang ada mobil juga," tanya Randi.


"Hukuman buat kamu bangun telat!" Bellanca melirik dengan tajam.


Randi pun tanpa bersuara hanya diam."Kalo gue lawan lagi pasti macan betina ngasih hukuman lebih parah." Batin Randi.


Sarapan belum selesai Randi meninggalkan Bellanca tanpa pamit. Bellanca melihat tingkah sang adik memijat-mijat kepala.


Saat didepan mansion Bellanca melihat mobil Reyno datang."Nona tidak boleh pergi lagi dengan tuan Reyno," ucap Andri dengan tegas.


"Biarkan aku menemui Reyno sebentar." Membujuk Andri. Bellanca berjalan mendekati Reyno.


"Ada apa Rey datang mencariku?" ucap Bellanca dengan lembut.


"Kenapa nona begitu manis, jika bersama tuan Reyno? apa aku sedang cemburu? rasanya melihat mereka sedekat ini," batin Andri, melirik Reyno dengan mata elang.


"Aku khawatir dengan mu, kamu tidak membalas pesan ku. Sejak ke jadian kemarin aku gelisah. Sebenarnya kamu menghilang ke mana?" ucap Reyno dengan khawatir.


"Aku di culik Andrew. Untung Andri datang tepat waktu saat menyelamatkan ku. Jika tidak aku tidak tau mau jadi apa aku sekarang," ucap Bellanca.


Randi mendekati Bellanca ingin menyentuh pipi Bellanca, tapi apa yang terjadi Andri lakukan.


****


Hayo guys apa yang Andri lakukan????


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu