Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 13



"Jika kalian ada waktu makanlah bersama ku?" tanya Reyno.


Bellanca belum sempat menolak Sinta menjawab,"Boleh Rey, ayo kita makan bersama."


Bellanca mengambil ponsel mengirim pesan ke Andri.


Andri


Aku makan malam direstoran xxxx bersama Sinta, Reyno dan Vira.


Andri mendengar notifikasi cepat-cepat membuka pesan dari Bellanca. Andri mulai kalang kabut setelah membacanya. Andri langsung mengambil kunci mobil menyusul Bellanca.


Bellanca melihat Andri dari kejauhan memberi senyum sangat manis sekali."Manis sekali senyum mu Bell. Rasanya aku ingin jadi lebah saja," goda Reyno.


"Eehh, masak iya Rey. Cuma perasaan kamu aja kali," Bellanca melirik Andri baru saja datang.


Andri melirik Reyno dengan tajam."Hay Dri. Silakan duduk." sapa Reyno.


"Iya Rey," jawab Andri dengan kaku.


"Sini duduk deket aku," tawar Bellanca.


Reyno melihat Andri dengan tidak suka. Bellanca ditengah-tengah mereka merasa tidak nyaman. Selama makan Sinta dan Vira mengobrol sendiri. Bellanca hanya diam tak banyak bicara.


"Aku pulang duluan ya Bell, buat kalian bye," pamit Sinta. Vira mengikuti Sinta pulang terlebih dahulu. Tinggallah mereka bertiga." Bell nanti aku anterin pulang ya?" tawar Reyno.


Andri sengaja tidak membatah Reyno, Andri ingin melihat sang ke kasih akan memberi reaksi apa. Pulang bersama Andri atau Randi atau malah sebaliknya pulang sendiri. Andri melirik Bellanca dengan senyum manis. Bellanca hanya menelan salivanya."Aku sudah suruh Andri ke sini buat jemput aku Rey," alasan Bellanca.


"Dia bisa pulang sendiri. Kamu pulang sama aku aja." Reyno menarik tangan Bellanca.


Agar Bellanca mengikuti Reyno untuk pulang bersama. Andri sedang duduk langsung mengepalkan tangan. Ingin rasanya Andri memukul Reyno. Karena Bellanca tidak menjelaskan hubungan mereka kepada Reyno. Andri tidak bisa berbuat apa-apa. Bellanca sudah menghilang dari matanya Andri pergi ke parkiran mobilnya.


"Rey, sorry aku nggak bisa pulang bareng kamu,"dihempaskan tangan Reyno. Bellanca lari mencari Andri. Saat Andri membuka pintu mobil. Bellanca memeluk Andri dari belakang.


"Sorry, jangan marah. Demi kamu aku udah disini," rayu Bellanca. Andri kaget saat Bellanca memeluknya. Andri tersenyum smirk hatinya merasa senang. Andri membalikan badan memegang muka Bellanca dia pandangi sang kekasih."Udah nggak usah sedih. Ayo kita pulang sayang," ucap Andri dengan datar.


Didalam mobil Bellanca mencoba merayu Andri."Isshh, senyum dong Dri. Jangan cuekin aku. Aku nggak bisa kamu giniin." Bellanca mengoyang-goyangkan bahu Andri. Andri berpura-pura merajuk senang melihat Bellanca merayunya dengan imut.


POV REYNO


"Rey, sorry aku nggak bisa pulang bareng kamu," dihempas tangan Reyno. Reyno mengepalkan tangan membanting pintu mobilnya. Didalam mobil Reyno memukul stir mobil.


"Sialan, awas kamu Bell. Kamu pasti akan jadi milik ku! aku akan menahlukan mu secara halus. Jika aku tidak bisa memiliki mu. Begitu juga orang lain. Tidak akan bisa memiliki mu." Reyno bermonolog.


Reyno menghubungi Vira untuk meminta bantuan. Beberapa hari lagi membantunya untuk mendapatkan Bellanca seutuhnya. Reyno mengeluarkan ide-ide bulusnya.


Pov selesai


Didepan mansion Bellanca akan turun dari mobil. Bellanca mulai geram dari restoran hingga di dalam mobil. Dia berbicara dengan Andri tapi tidak ada tanggapan. Tangan Bellanca ditahan oleh andri hampir saja membuka pintu mobil.


"Aku yang lagi ngambek kenapa Nona yang merajuk?" sindir Andri.


Bellanca tak mendengarkan Andri memilih keluar dari mobil berjalan terus melewati Randi, Andri terus mengejarnya.


"Kaya sepasang kekasih aja lagi marahan terus kejar-kejaran," ucap Randi yang tertawa sendiri melihat Bellanca dan Andri.


Saat Bellanca masuk ke kamar Andri mengikutinya."Ngapain kamu ngikutin saya terus!" hardik Bellanca.


"Maaf Nona, saya tidak akan keluar jika Nona tidak mau memaafkan saya," rayu Andri.


Bellanca memutar badan senyum smirk."Saya mau mandi dulu, Tunggu saya selesai mandi. Siapa tau saya berubah pikiran." Andri hanya mematung menuggu Bellanca selesai mandi.


Selesai mandi Bellanca hanya mengenakan kimono mandi rambut ditutupi handuk air menetes ke leher. Andri melihat Bellanca hanya bisa menelan salivanya jantungnya berdegup kencang.


"Aku belum bisa maafin kamu, jadi kamu keluar aja sana," usir Bellanca.


"Saya tidak akan keluar," ucap Andri dengan tegas.


satu menit


lima belas menit


satu jam


Andri tetap berdiri menunggu maaf dari Bellanca."Masih kuat berdiri?" tanya Bellanca. Andri hanya menganggukkan kepalanya.


"Berdiri sampai pagi pun saya kuat Nona."


Saat Andri keluar kamar Bellanca berdiri didepan pintu. Randi lewat mau ke kamarnya."Gila, kamu kak. Abis ngapain kamu sama Macan Betina? mana cuma pakek kimono mandi doang?" sindir Randi.


Alih-alih belum dijawab Andri, Bellanca sudah memukul kepala sang adik."Otak kalo nggak pernah dicuci ya kaya gitu! kotor !"


"Ih sakit kak," Randi lari masuk ke kamarnya takut Bellanca tambah marah. Andri sudah pamit pulang, Bellanca pergi tidur.


Di pagi hari Bellanca mendapatkan pesan dari Reyno.


Reyno


Bell, lusa aku jemput kita akan candle light dinner, tolong jagan tolak aku. Beri aku kesempatan terakhir bell.


Bellanca membaca pesan Reyno menarik napas panjang. Bellanca membalas pesan Reyno.


Reyno


Oke,


****


Bellanca turun ke bawah untuk sarapan, melihat Andri senyum manis melihatnya.


"Ini orang senyum manis gitu kenapa? ke sambet?" batin Bellanca.


"Pagi kakak ku, yang tercinta." Sapa Randi.


Bellanca tidak menjawab hanya melirik orang di hadapannya.


"Ayo Dri kita berangkat," Bellanca berdiri meninggalkan meja makan.


"Cih, dasar Macan Betina disapa malah pergi." batin Randy tersulut emosi.


Dalam perjalanan ke kantor Andri berhenti disebuah restoran cepat saji." Kenapa kita berhenti?" tanya Bellanca.


"Kamu belum makan sayang, jadi kita turun kita sarapan dulu." ucap Andri.


Andri membukakan pintu mobil, Bellanca keluar menggandeng Andri. Banyak sepasang mata yang memperhatikannya, karena iri melihat Bellanca dan Andri pasangan serasi.


Bellanca dan Andri sedang duduk menunggu pesanan. Tak senggaja bertemu Vira.


"Hay kak Bellanca, wah kalian sangat serasi sekali kak. Aku melihat tadi waktu turun dari mobil. Aku sangat iri melihat kalian. Seharusnya kak Reyno melihat ini." ejek Vira.


Bellanca mendengar ucapan Vira tersedak minumannya."Uhuk-uhuk. Oh ya, Terimakasih atas pujiannya vir." ucap Bellanca dengan sinis.


Vira selesai menyapa Bellanca memilih untuk pergi.


"Aku tu nggak suka sama Vira." tegas Bellanca. Andri menggenggam tangan Bellanca agar tidak tersulut emosi.


POV VIRA


Di luar restoran Vira menghubungi Reyno jika Vira telah bertemu Bellanca bersama Andri.


"Halo kak, aku tadi bertemu kak Bellanca bersama Andri begitu mesra. Atau jangan-jangan mereka telah menjalin hubungan?Oke, akan ku urus rencana kita. Aku tidak suka kak Bellanca selalu merendahkan ku! aku tutup teleponnya."


Vira bergegas naik taksi yang akan membawanya kesebuah hotel mewah dan megah. Tidak disangka vira memilih hotel milik keluarga Rahardian. Vira membooking satu kamar tipe suite room. Bookingan kamar tersebut di atas namakan Bellanca. Vira tertawa bahagia rencana tinggal beberapa persen lagi selesai.


Pov selesai


Kira-kira apa yang akan vira rencanakan ya guys???


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu