
Didalam kamar Renita merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Memejamkan mata,"sialan kenapa Om-Om tua itu yang muncul di pikiran ku!" umpatan demi umpatan yang keluar dari mulut Renita.
"Mandi ah," Renita masuk dalam kamar mandi. Berendam dibathtub dengan air hangat. Diluar kamar Randi mengetuk-ngetuk kamar Renita. Sudah hampir sepuluh menit Randi menunggunya tidak ada jawaban akhirnya Randi membuka pintu. Ternyata tidak dikunci Randi pun masuk mencari ke beradaan Renita. Melihat ke kiri-kanan saat membalikkan badan suara teriakan Renita begitu keras.
"Aaaaaa,"
Randi menutup mulut Renita dengan tangan."Jangan teriak-teriak. Nanti kak Bellanca bangun."
"Om kenapa masuk ke kamar ku tanpa izin ku!" Renita menginjak kaki Randi.
"Aaauu, sakit tau!" Randi mengusap-usap kakinya yang sakit.
Randi melihat Renita memakai handuk otaknya udah travelling. Dasar Randi mesum.
"Udah sana Om pergi dari kamar ku!" teriak Renita.
Saat Renita ingin melangkah Randi malah menarik handuk Renita agar tidak pergi. Apa yang terjadi? handuk malah jatuh ke lantai. Randi mematung melihat tubuh Renita tanpa sehelai benang.
"Om!" umpatan demi umpatan yang keluar dari mulut Renita. Renita langsung mengambil handuk yang terjatuh lari ke kamar mandi lagi.
"Sial kenapa ini terjadi?!" Randi memukul-mukul kepalanya agar cepat sadar menghampiri Renita. Didepan pintu kamar mandi,"Maaf aku nggak sengaja. Maaf ya bocil." Ulangnya.
"Om pergi atau aku teriak biar kak Bellanca untuk datang ke sini!" ancam Renita.
"Ok, aku pergi." Randi meninggalkan Renita.
Renita beberapa menit keluar dari kamar mandi. Melihat ke kiri ke kanan mencari ke beradaan Randi ternyata sudah aman.
Renita mengerutuki dirinya betapa bodohnya lupa mengunci pintu.
Dibalik kamar yang lain. ya kamar randi maksudnya. Randi nggak bisa tidur membayang semangka Renita begitu menggoda ingin memakannya."Tuhan, dosa Ran dosa!" Randi bermonolog.
Dimeja makan Bellanca dan Renita sedang sarapan pagi. Melihat ke datangan Randi semua melihat dengan jengah.
Abis ngeronda Om?" tanya Renita.
"Itu gara-gara kamu!" teriak Randi.
"Salah aku dimana?" Renita dengan muka polosnya.
"Lupain aja." Randi memotong sandwich telur.
"Kamu nggak tidur semalem Ran? mata panda mu terlihat. Muka mu kusut sekali. Atau kalian berdua terjadi sesuatu dibelakang ku?" tanya Bellanca penuh penasaran.
Randi mendengar perkataan Bellanca tersedak."Uhuuk-uhuuk," Renita berdiri mendekati Randi memberi air minum.
"Pelan-pelan Om minumnya." perintah Renita.
Randi mengingat kejadian semalam,"Bisa-bisanya itu bocil santai banget kaya nggak terjadi apa-apa." batin Randi.
"Berisik ah!" Randi membanting garpu dan pisaunya memilih untuk pergi.
"Astaga anak itu, kaya nggak pernah diajarin sopan santun aja." Bellanca menatap Renita jengah.
******
Dirumah sakit Monica tidak mau makan jika tidak ada Andri. Monica masih berpikir gimana caranya membongkar jika Bellanca sebenarnya tidak hamil. Disaat Sisi bicara meminta maaf kepada Bellanca menyuruhnya berpura-pura hamil. Ternyata Monica mendengarkan semuanya dibalik pintu. Yang membuatnya berpura-pura ingin bunuh diri agar Andri tidak meninggalkannya. Obsesi yang Monica miliki terlalu besar untuk Andri.
Winata berdiri dipintu melangkah mendekati Monica,"Makanlah nak, papa sedih melihat mu seperti ini."
"Pa aku tidak mau makan jika Andri tidak menyuapi ku pa." Monica dengan manja.
Tapi tanpa disangka Andri tidak tertarik dengan Monica malah memilih Bellanca. Menurut Andri, Bellanca itu wanita misterius susah ditebak. Sifatnya tegas dan wibawa yang kadang aneh semena-mena sama orang lain membuat Andri jatuh cinta.
"Udah deh nggak usah manja! makan tinggal makan aja susah. Diluaran sana banyak orang susah! mau makan aja susah." Sisi terlihat geram melihat tingkah Monica.
"Sisi," Winata dengan lembut.
"Udah lah pa, ngurusin ratu drama tuh nggak bakal selesai. Aku mau ke kantor dulu pa. Disini lama-lama aku bisa ikut gila." pamit Sisi mencium tangan Winata.
Monica hanya terdiam tak bergeming jika sisi sudah berbicara. Monica meremas sprei," Kenapa aku selalu diam jika kak sisi berbicara. Kenapa begitu sulit dia menerima ku?"
Winata mengambil sebuah tempat makan yang sudah berisi makanan dari rumah sakit. Menyuapi Monica seperti anak kecilnya dimata Winata. Kasih sayangnya sama seperti mencintai kedua anaknya Sisi dan Andri.
"Makan yang banyak. Nanti papa akan bicara dengan Andri lagi. Agar bisa menjenguk mu." Winata mencoba menenangkan monica.
****
Dikantor Randi yang sibuk dengan berkas-berkasnya yang sekarang statusnya berubah menjadi COO adalah singkatan dari Chief Operations Officer, yang memiliki posisi tepat dibawah CEO yang melaksanakan beberapa tugas dari CEO. Perlu anda ketahui bahwa di dalam suatu perusahaan yang sangat besar, CEO memiliki tanggung jawab yang sangat banyak. Untuk itu dibutuhkan peran COO yang mengambil andil tugas tertentu dan melaporkannya langsung kepada pengambil keputusan (CEO).
Jabatan yang baru dijabatnya Randi begitu sibuk. Karna setelah Bellanca menikah dia akan menggantikan Bellanca diperusahaan. Tiba-tiba otaknya berhenti berfikir teringat Renita.
"Gimana cara ngomong sama bocil? dapet undangan ultah ditempat Vira? muak rasanya kalo ketemu vira." Randi beralih ke ponselnya.
Randi menelepon sang kakak agar mengirimi nomor Renita. Jika Randi akan mengajak renita menghadiri pesta ulang tahun Vira. Bellanca yang mendengar berita tersebut telah menyusun rencana.
Randi mengirimi Renita pesan.
RENITA
Aku tunggu didepan kampus kamu.
Renita diruang kelas membaca pesan binggung."Ini nomor nggak jelas. Siapa sih yang ngirim pesan?" batin Renita.
Malah memilih mengabaikan pesan dari Randi. Pelajaran selesai Renita keluar kelas. Kevin menghampiri Renita mengajak ke cave tempat kerjanya.
"Kev, aku tunggu didepan kampus ya. Aku mau cari Intan dia udah keluar kelas belum? sekalian kita sama-sama ke cave." ucap Renita meninggalkan Kevin.
Saat didepan kampus Renita mencari Intan mengajaknya naik mobil Kevin agar ke cave bersama-sama. Mobil Kevin datang Intan menaiki mobil Kevin. Lanjut Renita yang akan memasuki mobil. Tangan Renita dicekal Randi. Renita membalikan badan,"apa si Om? kenapa ke sini?"
Kevin yang keluar dari mobil menghampiri Renita."Kamu nggak pa-pa? kamu kenal dia, Re?" Kevin panik.
"Nggak kok Kev, aku baik-baik aja. Bentar ya aku mau bicara sama Om ku dulu." Renita menarik tangan Randi untuk bicara empat mata.
Bersambung....
Wah-wah apa yang akan terjadi ya guys????
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤
Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55
#salamhalu