Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 35



Tanggan Renita bergetar membawa nampan."Makan siang Om." sahut Renita.


Randi berjalan membuka pintu hanya mengambil nampannya dan menutup pintu kembali. Renita binggung dengan Randi hanya mengambil nampan tidak mengatakan 1 kata pun.


"Ih, ngucapin terimakasih kek. Atau ngomong apa gitu. Ngajak gue masuk. Loh-loh gue kenapa ngarep gitu." gerutu Renita memukul kepalanya sendiri.


Keesokkan harinya. Dimeja makan semua sudah berkumpul kecuali Randi setelah makan siang batang hidungnya pun tak terlihat.


"Kamu kapan sayang fitting baju penggantinnya?" tanya Riana.


"Nanti siang ma. Tunggu Andri menjemput. Re, ikut ya?"


"Siap, Bos." tangan Renita sambil hormat.


"Kenapa Randi tidak ada meja makan?" tanya Ferdinan merasa kehilangan anak laki-lakinya.


"Coba, Re kamu panggil Randi diatas." titah Riana.


"Iya, ma." Renita mulai berdiri.


"Maaf, nyonya. Tuan Randi pergi dari semalam yang saya lihat." sahut Susi masih menuangkan air ke dalam gelas.


"Kemana anak itu? coba nanti kamu telepon Bellanca." ucap Ferdinan.


"Iya, pa." Bellanca dengan malas.


Selesai sarapan Bellanca mencari Renita. Mencoba ke kamarnya tidak ada. Bellanca mencoba lagi untuk mencari ditaman belakang. Ternyata Renita sibuk dengan bunga-bunga ditaman.


"Rajin bener calon adik ipar kakak?" goda Bellanca.


"Eh, kakak. Kenapa nggak istirahat aja kak? kan nanti kita mau pergi. Nanti capek loh. Bagus ya bunganya." ujar renita memberikan Bellanca bunga mawar.


"Wangi banget Re. Kamu telaten banget ngerawat bunga-bunga mama." Bellanca menciumi bunga pemberian Renita.


"Bisa buat ladang usaha ini kak." Renita tampak berpikir.


"Jika kamu mau jual saja rangkaian bunga. Atau mau kakak bukain toko buat kamu." tanya Bellanca.


"Nggak perlu kak. Aku bisa jualan online lumayan buat tambah-tambah uang kuliah." Renita tersenyum.


"Kalian kelihatannya asik banget ngobrolnya. Lagi ngobrolin apa si?" tanya Andri.


Bellanca dan Renita kanget langsung menoleh ke sumber suara.


"Sayang, kamu sudah datang?" Bellanca meraih tangan Andri. Andri mencium kening Bellanca.


"Kalian tega sama aku." rajuk Renita lalu tertawa.


Andri menyatukan alisnya tampak binggung. Bellanca hanya tertawa melihat tingkah Renita.


"Nanti kita cari Randi yah. Agar kita bisa bersama-sama ke butik. Kalian nggak ada masalah lagi kan? kenapa Randi menghilang begitu saja Re. Apa dia tidak berpamitan dengan mu? " Bellanca merasa binggung.


"Randi itu orangnya kadang kekanak-kanakan jangan diambil hati ya Re." Bellanca mengusap tangan Renita.


"Apa kita berdiri disini terus?" tanya Andri.


"Maaf, sayang. Yuk kita ke mansion. Aku juga mau ganti baju." Bellanca mengandeng Andri diikuti oleh Renita udah ngekor kemana-mana ngikut. Andri tersenyum merasa bahagia pernikahannya dengan Bellanca kurang beberapa hari lagi. Melihat Bellanca manja rasanya sangat nyaman.


Renita Berjalan sedikit melamun hingga tersandung batu."Aauu!"


Bellanca dan Andri langsung menengok kebelakang melihat apa yang terjadi.Andri langsung berlari mendekati Renita membantu berdiri."Kamu kenapa Re?? sampai bisa terjatuh."


"Nggak papa kak." Renita menggaruk tengkuknya tidak gatal.


"Udah Randi nggak usah dipikirin yah. Kamu beneran ga papa?". Renita menggelengkan kepalanya."Yaudah ayo kamu ganti baju dandan yang cantik. Jangan buat kaka sedih ya." Ancam Bellanca.


"Bodoh banget aku! Sakit nggak seberapa malunya itu aduh." gerutu Renita sambil tersenyum garing dari kejauhan melihat Bellanca dan Andri pergi dari hadapanya.


Renita melangkah menuju kamarnya mencari baju yang pas. Selama ini Renita tidak pernah berdandan feminim. Demi Randi ia berdandan cantik memakai dres selutut berwarna putih bermodel sabrina. Renita tertawa melihat dirinya dikaca."Oh my god!" teriak Renita.


"Ternyata aku cantik juga. Lama nggak pakai dres." Renita bergumam.


Suara ketukan pintu pun berbunyi menggagetkan Renita dari lamunannya. Renita berlari tak lupa menarik tasnya diatas ranjang. Dan membuka pintu sambil tersenyum.


"Maaf, lama ya kak? sampai-sampai kakak memanggilku sendiri."


"Tidak sayang, sengaja sekalian. Yuk, kita turun kebawah. Pasti kita sudah ditunggu."


Bellanca dan Renita menuruni tangga bersama. Dibawah Andri hanya datar melihat calon sang istri lama sekali berdandan. Bellanca hanya menautkan kedua alisnya sambil melihat Andri.


"Kamu kenapa Dri?" Bellanca tidak menyadari kesalahannya.


"Nggak papa kok sayang." ucap Andri dengan datar.


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu