Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 58



Flashback On


Setelah acara selesai di apartemen Randi, Renita mencoba menghubungi Dimas.


Dimas📞"Halo Re, kenapa?"


Renita📞"Bang dimana?"


Dimas📞"Di hati mu." Dimas terkekeh.


Renita📞"Serius Bang, aku butuh bantuan Abang," terang Renita.


Dimas📞"Udah malem Re, lo nggak pa-pa kan? gue lagi otw pulang nih."


Renita📞"Mampir ke rumah ya bareng Bang Thomas juga," titah Renita.


Dimas📞"Udah malem Re," tolak Dimas.


Renita 📞"Bang please."


Dimas📞"Ok." Dimas lalu mematikan teleponnya.


Dimas dan Thomas sudah siap pulang akhirnya mampir ke tempat Renita.


"Loh ini bukan jalan rumah gue, Dim," ucap Thomas.


"Lo ikut gue ke tempat Renita sebentar, gue nggak mau nanti ada salah paham diantara kita bertiga," terang Dimas sambil melajukan mobilnya.


Sampai di mansion Renita, Dimas dan Thomas keluar dari mobil berjalan masuk ke dalam mansion. Tak disangka Renita sudah berdiri di pintu utama.


"Udah kaya satpam aja Re," ejek Thomas.


"Iya jadi penjaga hati mu," goda Renita.


"Hem, bocil cari perkara." Dimas melewati Renita didepan pintu.


"Minum dong," ucap Thomas bossy.


"Iya Tuan Thomas, mau minum apa?" tawar Renita dengan gaya pelayan.


"Apa aja deh, jangan air comberan yang penting." Thomas tersenyum.


10 kemudian Renita membawa nampan berisi minuman dan makanan.


"Widih, kenapa dibawa sendiri Re. Nanti pelayan kamu makan gaji buta," cicit Dimas.


"Udah malem juga Bang, biarlah mereka tidur."


"Kamu yah ama kita nggak gitu. Nyebelin banget," gerutu Thomas sambil menyeruput minumannya.


"Maaf Kak, jadi gini aku pengen buat surprise buat Om Randi. Kalian berdua bantu aku ya." Renita memohon.


"Aduh nggak bisa Re, besok kita ada acara," kilah Dimas karena Randi sudah meminta mereka berdua untuk menyiapkan surprise untuk melamar Renita.


"Iya Re, besok kan Randi mau melamar kamu," ucap Thomas keceplosan.


"Serius," jawab Renita sambil matanya berbinar-binar.


"Aaau! sakit," ucap Thomas karena dipukul Dimas.


"Ya udah si Bang nggak pa-pa. Orang Kak Thomas keceplosan. Gimana kalo kita rubah rencananya." Renita menaik-turunkan alisnya.


"Apa?" tanya Dimas.


Lalu Renita menceritakan rencananya panjang kali lebar Thomas hanya mengangguk-anggukkan kepalanya sedangkan Dimas hanya diam sambil memperhatikan Renita bicara.


Flashback Off


******


Drama di pagi hari si bumil sudah berteriak-teriak minta makan. Suaminya hanya bisa mengikuti kemauan istrinya.


"Mas aku laper, mana makanan belum datang-datang juga," ucap Bellanca sambil merengek ke suaminya.


"Makan seadanya dulu Kak, ini ada roti. Bisa dimakan kok." Randi memberikan solusi.


"Aku nggak mau!" Bellanca menggeser roti tersebut.


"Dasar Ribet," cicit Randi sambil menggigit rotinya.


"Bentar ya sayang, orang suruhan ku lagi di jalan bawa bahan makanan pesanan kita." Andri menenangkan Bellanca sudah meraung-raung seperti singa kelaparan.


"Kamu diam deh Ran, jangan buat Kakak marah." Bellanca menatap tajam Randi.


Suasana mulai mencekam gara-gara bumil marah-marah. Tiba-tiba Sinta dan Romeo datang menyusul mereka dengan membawa paperbag bahan makanan pesanan bumil.


"Tara!" teriak Sinta.


"Bantuin kenapa sih, susah nih bawanya," gerutu Sinta.


Randi dengan sigap mendekati Sinta lalu membantunya.


"Kakak, mau buka toko ya," cibir Randi.


"Itu pesanan bumil, jangan banyak omong kamu Ran. Nanti kamu dimakan tau rasa," jawab Sinta gemas.


Randi langsung menutup mulutnya lalu berpindah tempat ke samping Renita. Dari kejauhan tatapan Bellanca sudah tak bersahabat.


"Mas steak boleh," jawab Bellanca manja.


"Pagi-pagi kok steak Kak, mana kenyang," sahut Thomas.


Dari kejauhan Randi sudah melototi Thomas, itu kode agar Thomas diam saja. Tapi Thomas terlalu banyak tanya membuat bumil naik darah. Semua orang hanya menyingkir satu demi satu. Takut kena semprot Bellanca seperti sudah ancang-ancang menyemburkan api dari mulutnya.


******


"Sayang," panggil Andri sambil mengetuk pintu dari luar.


"Iya sebentar lagi Mas, hampir selesai."


Bellanca keluar dengan handuk kimono-nya dengan rambut sedikit basah, terlihat seksi di mata Andri.


"Nggak usah peluk-peluk mandi sana," titah Bellanca.


"Hem." Andri hanya bergumam tak bersemangat.


"Semalam udah, jangan minta jatah lagi," ucap Bellanca membuang wajahnya karena tersipu malu.


"Ha...ha...," Andri tertawa terbahak-bahak.


Bellanca menyergitkan dahinya,"Ada yang lucu?" tanyanya.


"Aku sampai lupa, kamu membuatku candu sayang." Andri meraih tengkuk Bellanca.


Suasana yang mulai memanas Andri mulai menuntut, tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar.


"Bell buruan! udah pada nungguin," teriak Sinta.


"Iya tunggu, lagi pakai baju," kilah Bellanca lalu mendorong tubuh Andri.


Andri berjalan menuju kamar mandi dengan membanting pintu.


Brrak...


"Widih banting pintu," ucap Thomas sambil penasaran.


"Nggak usah kepo bocil," ejek Sinta sebenarnya ia juga penasaran.


Beberapa saat Bellanca keluar dari kamar sudah cantik dengan gayanya elegan.


"Mana Andri?" tanya Romeo.


"Lagi mandi," jawab Bellanca.


"Ku kira yang banting pintu tadi Kakak," Randi ikut penasaran.


"Gara-gara Lo orang ngamuk tuh, tanggung katanya." Bellanca tertawa.


"Astaga," ucap Mereka dengan serempak.


"Acara hari ini mau gimana?" tanya Bellanca.


"Gini Kak, buat kenang-kenangan kita photoshoot, diluar cuaca bagus," jawab Intan.


"Aduh panas," gerutu Bellanca.


"Bumil mulai rempong nih," sahut Randi.


"Apa," ketus Bellanca dengan tatapan sengit.


Renita mencoba mengambil hati Bellanca dengan menawari sunblock.


"Kakak pakai ini deh, aman loh buat bumil." Renita memberikan sunblock.


"Sunblock-nya harum banget," puji Bellanca suasana hatinya mulai membaik.


Andri keluar dari kamarnya dengan wajah datarnya sambil berdiri di samping istrinya.


"Udah kumpul semua nih, let's go!" teriak Thomas dengan antusias.


Mereka semua berjalan menuju ke tepi pantai karena sudah di tunggu oleh fotografer. Rencana mereka adalah photoshoot bertema pantai. Semua itu adalah ide dari Intan ingin mengenang kebersamaan mereka. Ada si bumil dan suami penyabarnya, ada Renita dan Randi pasang baru, Sinta dan Romeo calon pasangan. Tiga orang lagi adalah Dimas, Thomas dan Intan para jones.


"Gaya bebas ya Kak!" teriak fotografer menginstruksi.


Semua orang telah bergaya sesuka hati mereka, Andri selalu di dekat Bellanca tak mau jauh-jauh. Randi sedikit posesif merangkul Renita, Sinta dan Romeo hanya saling menatap. Tiga jones hanya bisa bergaya ingin ditelan bumi. Is dead dong.


"Capek," cicit Bellanca, hampir satu jam mereka photoshoot.


"Istirahat yuk." Andri meraih tangan Bellanca.


"Gendong," ucap Bellanca manja.


End,


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤