Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 12



Saat Reyno ingin sekali menyentuh pipi Bellanca. Andri langsung menepisnya,"jangan pernah menyentuh Nona."


Bellanca pun jengah melihat perilaku Andri."Sudah Dri jangan diteruskan, ayo kita ke kantor. Maafkan Andri ya Rey." Bellanca meninggalkan Reyno didepan mansion.


Didalam mobil Bellanca terlihat melamun."Sejak kapan Andri begitu posesif? apa dia cemburu? itu tidak mungkin tidak. Jika itu terjadi itu hanya khayalan ku saja," batin Bellanca dengan menggelengkan kepala. Andri yang melihat tingkah Bellanca dari kaca tengah mobil hanya senyum smirk.


"Nona hari ini kita ketemu klien di luar. Sehabis rapat kita makan siang bersama," ucap Andri.


"Kita, bertemu Perusahaan Rahardian kan? kenapa namanya seperti nama belakang mu?" tanya Bellanca yang mulai curiga.


"Itu hanya perasaan Nona saja. Nona nanti selesai makan siang mau ke kantor atau saya antar ke mansion? atau ke apartemen saya?" Andri mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Antar saya ke butik langganan saya saja. Saya ingin bertemu sinta lama tidak berjumpa." Bellanca keluar mobil menuju ruang rapat.


Lambaian tangan Sisi membuat Bellanca tersenyum."Hay kakak, tambah cantik lama tak berjumpa." Bellanca memeluk Sisi. Andri yang melihat Bellanca dekat dengan sisi merasa bahagia.


"Baik sayang, kamu juga tambah cantik. Bell, selesai rapat kamu mau aku kenalin ama adik ku nggak? orangnya baik, yang pasti tampan. Nggak bakalan kamu kecewa," tawar Sisi.


"Kakak, punya adik? gimana ya kak?" ucap Bellanca tampak ragu.


"Kamu pasti suka ama dia, mau yah?" Sisi memohon.


"Baiklah, selesai rapat kita makan siang bareng," ucap Bellanca.


Andri tidak tau rencana Sisi, yang akan membongkar rahasia ia tutup-tutupi selama ini. Saat makan siang rapat sudah selesai."Dri, nanti ikut makan dengan ku ya? ini perintah aku tidak mau kamu menolak ku," ucap Bellanca dengan lembut.


Masuk direstoran Andri mengekori Bellanca. Mereka duduk Sisi datang dengan suaminya Robin Fernando. Sisi menghampiri Andri memeluknya."Aku merindukan mu anak nakal. Kapan pulang kerumah? kita makan bersama papa pasti merindukan mu," ucap Sisi. Bellanca terkejut melihat adegan didepan matanya .


"Bell, pasti kamu binggung. Ini adik ku yang tadi aku ceritain. Tampankan?" ucap Sisi.


Bellanca sedang minum pun tersedak."Uhuk-uhuk."


Andri berdiri mengusap-usap bahu Bellanca agar cepat reda."Kak Sisi, serius?" Bellanca memanatap Andri dengan tajam.


Akhirnya Andri membuka suara."Sebenarnya aku ingin sekali memberi tahu Nona, tapi saya takut Nona. Saya lakukan ini, hanya ingin membuktikan kepada papa saya, jika saya bisa hidup tanpa uang yang papa berikan. Dan menghindari perjodohan dengan Monica." Andri mengiba.


"Nanti kita bahas lagi, kak Sisi ayo dimakan dulu," tawar Bellanca senyum kaku.


Selesai acara makan siang Sisi dan Suaminya pergi."Mumpung kita lagi dihotel keluarga kamu! pesan satu kamar ! kita bicara empat mata," ucap Bellanca dengan emosi.


"S-siiiaap Nona," ucap Andri gugup.


Andri berjalan diikuti oleh Bellanca. Andri membuka kamar hotel tipe suite room."Andri Rahardian! Ngapain kamu pesen kamar hotel tipe ini. Kita mau ngapain? dikira kita mau honeymoon. Jangan mikir aneh-aneh ya!" Bellanca berjalan maju sampai Andri menabrak dinding.


Dengan cepat Andri mengubah posisi, memutar badan Bellanca menjadi bersandar didinding."Nona mau ngapain? ngudang saya dikamar hotel?" goda Andri.


Bellanca mendorong tubuh Andri,"jangan macem-macem kamu!"


Andri memegang tengkuk Bellanca. Bibir Andri menyentuh bibir Bellanca. Satu menit Bellanca mematung tak membalas ci*man dari Andri. Lama-kelamaan Bellaca terbawa suasana dan membalas ciuman Andri.


"Apa ini! kenapa raga ini menikmatinya tanpa ada penolakan? rasa nyaman yang ku rasakan. Bodoh sadar bodoh," batin Bellanca.


Napas mulai sengal-sengal Bellanca melepas ci*man Andri dan memukul dada Andri.


"Nona mau menjalin hubungan serius dengan saya?" tanya Andri.


Bellanca duduk di ranjang tampak berpikir."Apa kamu serius? jangan main-main kamu."


"Saya mencintai Nona sudah sejak lama. Baru kali ini saya mempunyai ke beranian untuk mengutarakannya. Saya juga mau jujur Nona, Monica itu sebenarnya sudah dijodohkan dari kecil dengan saya. Tapi saya mengngagapnya seperti adik tidak lebih. Ayah ibunya sudah tiada dari menginjak remaja. Jadi orang tua saya mengurusnya. Apa pun yang terjadi tolong Nona percaya kepada Saya. Selama ini saya tidak pernah menghianati Nona. Jangan tolak saya Nona," penjelasan Andri.


Bellanca memeluk Andri dengan erat."Terimakasih, kamu selama ini selalu ada untuk ku."


Tiba-tiba Bellanca merajuk melepaskan pelukannya."Jangan pernah bohongi aku tentang masa lalu mu lagi. Aku tidak ingin ada rahasia diantara kita," ucap Bellanca dengan ke lembutan.


Andri menganggukan kepala, Bellanca berdiri meninggalkan Andri. Saat membuka pintu Andri meraih tangan Bellanca."Udahan nih Nona di kamarnya? Nona tidak ingin membuat kesan yang berarti bersama saya," ucap Andri sambil menaik turunkan alis.


"Nggak usah ngada-ada kamu Dri, belum sah jagan harap kamu," ucap Bellanca terhenti saat ponselnya berbunyi suara telepon.


"Oh, iya bentar lagi yah sin. Tunggu aku jangan kemana-mana," dibalik telepon.


"Ini wanita apa nggak ada manis-manisnya apa ya?" batin Andri.


"Siap Nona," Andri mengikuti Bellanca.


Didalam mobil Bellanca canggung mengingat kejadian sejam yang lalu. Bellanca melihat Andri yang sedang duduk di sampingnya membawa mobil.


"Apa kini aku pacaran sama Andri? tadi dia nggak ngomong pacaran, apa aku tanya lagi soal hubungan kita tadi? ah, jangan biarkan saja. Tapi aku penasaran," batin Bellanca.


Andri menyentuh tangan Bellanca dengan lembut. Bellanca tersadar dari lamunannya.


"Nona ada masalah? kenapa melamun?" tanya Andri.


Bellanca menggelengkan kepala menghindari tangan Andri merasa canggung.


"Biarkan seperti ini Nona. Rasanya Saya sangat bahagia sekali hari ini," Andri terus menggegam tangan Bellanca.


"Sudah sampai, kembali lah ke kantor, nanti saya akan pulang bersama Sinta. Jangan khawatir Saya bukan anak kecil," ucap Bellanca.


"Memang nona tidak merindukan ku? jika tidak bersama dengan ku?" goda Andri.


"Tidak, sekarang kerjakan tugas mu dikantor!" ucap Bellanca dengan tegas. Melihat Andri begitu lesu tidak bersemangat sebelum keluar dari mobil Bellanca menci*m pipi Andri. Andri kaget dengan apa yang di lakukan Bellanca hanya bisa tersenyum. Sebelum Andri berbicara Bellanca cepat-cepat keluar mobil.


"Bodoh apa yang aku lakukan," batin Bellanca berjalan menemui Sinta.


"Kamu kenapa Bell? kayanya kamu bahagia sekali? abis dapet tender ya?" tanya Sinta.


"Aaakkuu," Bellanca menarik napas dengan panjang.


"Aku sekarang menjalin hubungan dengan Andri. Menurut gimana?" ucap Bellanca dengan menutup mukanya merasa malu.


"Seriously, bagus dong. Akhirnya kamu bisa nikah juga. Menurut ku asal kamu bahagia aku ikut aja." Sinta memeluk Bellanca.


"Belum nikah kali, baru juga pacaran. Sampai pernikahan nggak ya? aku takut. Tapi aku yakin Andri pria baik," ucap Bellanca dengan malu-malu.


Bellanca dan Sinta sedang asik memilih pakaian, tiba-tiba ada yang menghampirinya.


"Bellanca," sapa Reyno.


"Reyno, kamu ke sini ngapain?" tanya Bellanca.


"Aku anter Vira Bell, cuma berdua aja kamu?" Reyno melihat sekililing .


"Kamu nyari siapa? Andri ? dia di kantor."


Reyno senyum smirk."Bagus jika tidak ada dia," batin Reyno.


"Jika kalian berdua ada waktu, makan malam bersama ku?" tanya Reyno.


******


Hayo kira-kira Bellanca akan kah menerima ajakan Reyno????


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu