Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 42



"Bagus. Rasanya aku ingin membunuh bayi dikandungan Bellanca. Atau membunuh keduanya." ujar Monica tertawa sinis.


Andri mendengarkan pernyataan Monica membuatnya geram. Andri mengepalkan tangan,"Sialan! aku akan membuat mu masuk penjara Monica. Sampai kau sakiti Bellanca dan calon anak ku awas saja." batin Andri.


Dikamar hotel Bellanca sudah berdandan sangat cantik. MUA yang Bellanca sewa tidak main-main MUA yang biasa dipakai artis-artis terkenal. Diluar hotel banyak para media meliput pernikahan Bellanca dan Andri. Banyak yang menantikan berita pernikahan mereka. Karena banyak orang tidak mengetahui salah satu pewaris keluarga Rahardian. Andri tidak mau ekspos dirinya ke media karena nantinya banyak orang yang akan mengetahui dirinya.


"Ya ampun, anak mama cantik sekali." puji Riana.


"Makasih ma." Bellanca tersenyum.


Tiba-tiba Randi datang mencium pipi Bellanca. Bellanca mendorong Randi secara perlahan.


"Kamu! cium-cium kakak. Nanti bedak kaka luntur. Suami kakak aja belum merasakan kecantikan kakak juga." gerutu Bellanca.


"Setidaknya aku yang pertama wlek." Randi menjulurkan lidahnya lalu pergi meninggalkan Bellanca.


"Lihat adik mu itu sangat mengemaskan bukan? dia sangat menyayangi mu Bellanca." ujar Riana.


"Dia sangat menyebalkan dimata ku ma. Tapi aku sangat menyayanginya." Bellanca terkekeh.


"Kak bedak ku aman kan?" tanya Bellanca ke MUA.


"Aman, kak perfect." sahut MUA.


Bellanca merasa lega dandanannya tidak rusak karena Randi menghujani ciuman dipipinya. Pintu terbuka Renita berlari menghampiri Bellanca dan memeluknya.


"Ya ampun, kakak cantik sekali. Aku sampai tak mengenali kakak tau. Aku kira bidadari turun dari kayangan." puji Renita.


"Kakak kangen kamu tau beberapa hari tidak melihat mu." Bellanca menggegam tangan Renita.


"Mama juga kangen tau. Nggak mau peluk mama juga?" tanya Riana.


Renita menghampiri Riana mencium dan memelukknya."Renita juga kangen mama." bisiknya.


Renita pamit keluar ruangan mencari keberadaan sahabatnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Intan. Didepan pintu tangan Renita dicekal Randi. Renita menoleh ke arah Randi mencoba menepis dari tangannya. Bukan tangan Randi yang terhempas malah tubuh Renita tertarik tangan Randi. Tubuh Renita jatuh ke arah Randi menabrak dada Randi. Dengan sigap tangan Randi memeluk tubuh Renita dengan erat.


"Aku merindukan mu. Bukan keluarga ku saja yang kamu peluk. Aku juga mau." rajuk Randi.


"Om ngarep banget si." Renita berbisik ditelinga Randi. Renita mendorong tubuh Randi meninggalkan Randi sendirian.


"Gadis itu menolak ku terus." gumam Randi.


Randi makin tidak sabar untuk mengikuti Renita ke mana pun pergi. Randi melihat dari kejauhan melihat Sonya menemui Renita dan Intan yang lagi makan dessert. Sonya yang pura-pura tersandung tidak sengaja menumpahkan air minum ke gaun Renita.


"Maaf aku tidak sengaja." dengan suara Sonya yang dibuat-buat.


"Nggak papa kak. Nodanya bisa hilang jika dibersihkan." Renita tersenyum.


Renita mau berjalan membersihkan gaunnya malah Intan menyenggolnya dengan sengaja untuk membalas dendam kepada Sonya. Dessert yang masih Renita pegang jatuh ke heels Sonya.


"Bodoh sekali kamu! kotor heels ku. Bersihkan sekarang. " titah Sonya.


Renita terdiam karena syok apa terjadi barusan. Intan pikir akan membuat Sonya kapok malah Renita diam tanpa kata. Intan menyenggol tangan Renita agar sadar dari lamunannya.


"Ma-af kak." Renita terbata.


"Jangan cuma maaf cepet bersihin!" Teriak Sonyal sambil memberi tissue memerintah Renita agar cepat mengelapnya.


Saat Renita berjongkok akan mengelap heels yang dipakai Sonya. Randi menahan tangan Renita dengan kuat.


"Jangan lakukan itu." ujar Randi.


"Sayang aku yang salah. Jadi aku pantas mendapatkannya." Renita dengan manja.


Sonya melotot seperti mau copot matanya mendengar Renita memanggil Randi dengan kata sayang."Bukan mereka putus. Kok bisa seperti ini." batin Sonya.


"Ayo kita pergi." Randi menarik tangan Renita. Renita melihat ke arah Intan dan Sonya dengan tatapan mengejek dan tersenyum.


"Ternyata Renita lebih licik dari kamu." Intan menunjuk Sonya dengan terkekeh.


"Gue kira Renita mau ngalah gitu aja. Ternyata dia sengaja lemah agar dibela Randi. Itu baru temen gue." batin Intan.


"Diem lo! nggak lucu!" teriak Sonya memilih pergi meninggalkan Intan.


Intan masih tersentak kaget gara-gara teriakkan Sonya. Intan malah tertawa menurutnya kejadian ini sangat lucu melihat ekspresi Sonya yang merah padam. Tiba-tiba bahunya ditepuk seseorang.


"Apa si Tan? Lo ke tawa kaya orang gila tau malu diliat orang." tanya Dimas.


Intan menceritakan kronologi kejadian barusan antara Renita dan Sonya. Dimas dan Thomas tertawa terbahak-bahak mendengar cerita Intan.


"Ih malu tau bang. Diliatin orang itu kita." Intan sambil mencubit pinggang Dimas.


"Aaaa sakit Tan." keluh Dimas.


"Mampus lo." ujar Thomas sambil terkekeh.


"Berisik lo." sungut Dimas.


Acara pernikahan akan dimulai semua orang agak menegang menunggu pengantin wanita keluar dari kamar hotel. Saat pengantin wanita masuk ke dalam pelataran pernikahan. Semua mata tertuju kepada Bellanca mempesona. Andri yang melihatnya sampai cengo tak berkedip sama sekali. Dari ke jauhan monica tersenyum smirk.


"Tunggu saja Bellanca. Kau tak akan menikah dengan Andri. Jangan harap aku akan membuat mu hidup tenang." batin Monica.


Bellanca duduk dimeja ijab kobul akan dimulai semua orang panik penghulunya belum datang sama sekali.


"Dri ada kendala apa lagi ini? bukannya semua sudah siap." tanya Bellanca sukup panik sambil mengusap perutnya yang rata.


Andri meraih tangan Bellanca,"Aku sengaja mengulur waktu sayang. Semua akan baik-baik saja. Percaya pada ku." Andri meyakinkan Bellanca.


Bellanca hanya menghembus nafasnya dengan kasar. Monica sangat bahagia melihat tamu mulai kesal ada pula mulai berteriak dengan tidak sabar. Hampir 1 jam mereka menunggu ternyata yang ditunggu-tunggu datang juga. Ya, siapa lagi kalo bukan bapak penghulu membawa surat-surat lengkap.


"Loh kok bisa seperti ini." Monica mengepalkan tangannya.


Monica meninggalkan acara dan mencari seseorang pesuruh tadi. Monica ingin memakannya hidup-hidup karena rencana gagal seperti ini.


"Bodoh! bodoh! nggak guna!" umpat Monica masuk ke dalam mobil sambil memukul-mukul stir mobil. Ya, ampun Monica. Salah apa si itu stir kamu pukul-pukul kasian nanti lecet.(otor)


Monica mengambil ponsel lansung menelepon Rian adalah pesuruhnya tadi.


"Kamu dimana!" teriak Monica dengan geram.


"Saya di tempat penyekapan Nona. Yang kita janjikan tadi." sahut Rian.


Telepon dimatikan,"Jadi tadi siapa yang jadi penghulunya?" batin Monica.


Monica Bergegas melajukan mobilnya ingin bertemu Rian untuk memastikan siapa yang telah diculik.


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu