Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Revisi



"Nona, kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya Andri.


"Aku sangat merindukan Randi, Dri. Aku kesepian, Dri. Tidak ada yang bisa kutindas," ucap Bellanca dengan lesu.


"Masih ada saya Nona. Jika Nona mau?" goda Andri. Menaruh tangannya di atas meja Bellanca. Kepalanya mencodongkan ke depan yang hampir mengenai wajah Bellanca. Bellanca mendongak ke atas, mereka berdua saling bertatapan sekian detik.


"Kamu sudah berani dengan saya, Andri Rahardian?" Bellanca berdiri lalu tangannya ditaruh di atas meja sedikit mencodongkan ke depan. Andri menelan ludahnya dengan kasar, langsung memilih berdiri tegak.


"Ampun Nona, saya tunggu di luar. Jika Nona sudah siap pulang, kabari saya." Andri baru melangkah tangan Andri sudah dicekal oleh Bellanca.


"Mau kabur ke mana? katanya mau main-main dulu?" goda Bellanca. Muka panik terpancar di wajah Andri. Bellanca tertawa puas melihat Andri panik.


"Ya sudah, kita pulang sekarang saja," ajak Bellanca.


"Baik, Nona," jawab Andri sambil mengikuti langkah Bellanca yang berjalan di depannya.


***


Saat di depan rumah telepon berbunyi. "Halo, kenapa Rey? Besok ada acara? Boleh aku tunggu." Telepon dimatikan.


Andri melirik Bellanca dengan ekspresi tidak suka. "Nona saya pamit dulu," pamit Andri. Bellanca yang melihat perilaku Andri binggung.


"Kenapa itu orang? Hah aneh sekali." Bellanca bermonolog.


Di pagi hari bellanca buru-buru mandi takut kejadian kemarin terulang kembali.Saat andri menunggu di meja makan untuk sarapan bersama.


"Hari ini aku bekerja dimansion saja, berkas- berkas penting bisa dibawa ke mansion," ucap Bellanca.


"Nona sakit?" Andri khawatir.


"Tidak, saya ingin memanggil salon ke mansion. Nanti malam ada acara bersama Reyno," ucap Bellanca dengan santai.


"Spesial itu kah Reyno di mata nona?" batin Andri. Andri pamit untuk pergi ke kantor.


Seorang pelayan mengetuk pintu,"Masuk!" teriak Bellanca.


"Nona, tuan Reyno sudah ada di mansion utama," ucap pelayan. Pergi mengundurkan diri dari hadapan Bellanca.


Bellanca memakai gaun warna merah yang mengekpos bagian punggungnya putih bersih. Rambut yang terurai panjang dan dipoles dengan make up natural sangat terlihat mempesona. Reyno melihat Bellanca sampai tercengang.


"Kamu liatin aku kenapa? ada yang aneh?" tanya Bellanca.


"Kamu cantik sekali. Para selebritis pasti kalah dengan kecantikan mu," puji Reyno. Dibukakan pintu mobil Bellanca masuk dan duduk dengan anggun.


Sampai diacara pesta salah satu selebritis, Bellanca canggung banyak para media memfoto dirinya bersama Reyno. Banyak orang mengira Bellanca dan Reyno adalah sepasang kekasih.


"Hay kak," sapa vira. Bellanca hanya tersenyum kaku melihat kedatangan Vira.


"Ngapain si ketemu ni bocah Buat tekanan darah naik aja," batin Bellanca.


"hay Vira, apa kabar?" ucap Bellanca dengan basa-basi.


"Baik kak, kakak menghadiri pesta bersama kak Reyno? dimana dia sekarang?" Vira menengok kanan kiri mencari Reyno.


"Dia sedang menyapa teman-temannya disana, kenapa kamu cari Reyno ada masalah?" tanya Bellanca.


"Tidak kak, saya cuma ingin menyapanya. Saya pergi kesana dulu kak." Vira meninggalkan Bellanca.


"Tau gini kalo ditinggal sendirian. Saya enggak akan ikut." Bellanca menggerutu. Merasa bosan Bellanca berjalan mengelilingi pesta. Lelah berjalan Bellanca pergi ke toilet. Didalam toilet Bellanca sedang mencuci tangannya tiba-tiba ada seseorang menutup hidung dengan sapu tangan. Bellanca kehilangan kesadaran.


Didalam acara Reyno mencari Bellanca dengan mengelilingi pesta tapi tidak ada, menelepon Bellanca tidak ada jawaban.


"Vir, Bellanca tidak ada. Tolong bantu aku mencarinya di dalam toilet wanita." Reyno panik.


"Sebentar kak aku akan masuk ke dalam." Vira bergegas mencari Bellanca. Vira membuka pintu setiap kamar mandi tidak ada seorang pun. Vira hanya menemukan tas Bellanca.


Reyno mencoba menghubungi Andri, untuk membantu menemukan Bellanca. Andri menghampiri Reyno didalam mobil dengan wajah panik.


Andri meninggalkan Reyno, ponselnya berbunyi seseorang menelepon di seberang sana."Tuan, nona sudah kami temukan lokasinya. saya akan kirim lokasinya kepada anda sekarang."


****


Beberapa jam kemudian Bellanca tersadar dari pingsannya. Merasa kepalanya pusing matanya melihat sekeliling kamar."Dimana aku!" teriak Bellanca memaki seseorang dihadapannya.


"Kamu sudah sadar sayang?" Andrew membelai rambut Bellanca.


"Lepaskan aku! apa mau mu. Menculik ku!" Bellanca penuh amarah. Tangan dan kaki Bellanca diikat. Bellanca duduk diatas ranjang. Didalam hatinya memanggil nama Andri agar bisa menolongnya.


Andrew membelai rambut Bellanca, diusap-usapnya pipi Bellanca."Sayang malam ini kamu tidur dengan ku, agar cepat kita menikah. Agar kamu bisa jadi milik ku selamanya," ucap Andrew dengan suara sensual.


Alih-alih Bellanca bukan menangis malah menendang Andrew dengan kaki terikat."Jangan harap kamu bisa menyentuh ku! jika kau buka ikatan ini aku pasti akan membunuh mu!"


Gelak tawa Andrew memenuhi seisi ruang. Andrew mendorong Bellanca sampai tertidur ditarik gaun Bellanca sampai sobek.


Andri sedang mengumpat di dalam mobil."Dasar baj*ng*n kau Andrew! jika kau berani menyentuh nona muda habis kau!"


Andri sampai di sebuah vila milik Andrew yang dijaga dengan ketat. Andri dibantu para pengawal keluarga Rahardian untuk menyelamatkan Bellanca. Andri berlari mencari keberadaan Bellanca setiap kamar dibuka tapi belum menemukan Bellanca. Andri naik ke tangga untuk naik ke atas. Pintu yang terkunci didobrak pintu tersebut.


"Bbrrakk!" Andri berlari menendang Andrew yang hampir menc*um bib*r Bellanca. Andri melihat bu*h dada Bellanca hampir terlihat langsung memberi jaket ia kenakan. Tangan Andri mengepal dipukullah Andrew beberapa kali sampai tidak sadarkan diri.


"Dasar bajing*an kau! berani-beraninya kau menyentuh nona muda." Andri mendekati Bellanca membuka ikatan ditangan dan di kaki.


"Nona baik-baik saja 'kan?" Andri khawatir memeluk Bellanca.


"Terimakasih, Dri. Saya baik-baik saja. Untung kamu datang tepat waktu." Bellanca membalas pelukan Andri. Andri menggendong Bellanca ala bridal style melihat sang nona begitu lemas dan tak berdaya.


Di dalam mobil Bellanca menyadarkan kepalanya dibahu Andri. Digenggam erat tangan Andri agar merasakan apa yang Bellanca rasakan. Buliran air pun menetes membasahi pipi Bellanca. Diusap air mata Bellanca,"Nona istirhatlah, aku akan menghantar nona pulang ke mansion."


"Tidak, aku ingin pulang ke apartemen mu," ucap Bellanca dengan pelan.


"Siap nona," Andri membelai rambut Bellanca penuh cinta. Sakit rasanya melihat orang yang dicintainya terluka. Sampai Bellanca tertidur dibahunya. Andri mengambil ponsel disaku celananya. Mencoba menghubungi Randi tapi tidak ada jawaban. Andri memilih mengirim pesan.


Randi


Pulanglah tuan ke Indonesia nona membutuhkan anda. Nona habis di culik Andrew.


Pesan pun terkirim, Andri gusar jika mengingat kejadian tadi.


********


Akhirnya Andrew balas dendam tapi gagal belum sempat menyentuh Bellanca udah roasting Andri duluan.


Kira-kira Andri kah? Reyno kah? yang bersama Bellanca.


Stay tune terus guys.


Di akhir ramadhan ini saya kasih episode yang menggemaskan guys.


minal aidin wal faizin


mohon maaf jika ada tulisan otor yang kurang berkenan.


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu