
"Apaan si cil, nggak usah senyum-senyum." Goda Randi.
"Pede banget si om ini! males banget senyum ama om." Ketus Renita.
"Kakak nanti nyusul kan? kita bertemu disana ya. Kita hancurin itu acara." gelak tawa Randi memenuhi ruangan.
Randi dan Renita pergi ke pesta terlebih dahulu. Bellanca memilih gaun yang pas untuknya.
Terlihat elegan dan seksi pasti semua mata tertuju kepada Bellanca.
Saat menuju ruang tunggu Andri sudah berdiri menanti Bellanca.
"Memang tidak salah aku mencintai mu." tegas Andri.
"Aku kenapa Dri?" Bellanca binggung.
"Kamu benar-benar sangat mempesona." Andri meraih pinggul Bellanca mendekatkan matanya ke wajah Bellanca.
Wajah Bellanca bersemu merah,"Apaan si Dri." Bellanca mendorong Andri."Malu tau diliatin orang."
"Biar orang tau jika Bellanca cuma milik Andri Rahardian." tegas Andri.
Mereka berdua keluar dari butik. Andri membukakan pintu mobil. Bellanca masuk dalam mobil. Duduk dengan anggun sedikit-dikit mencuri pandang melihat andri begitu tampan.
Sampai dipesta mewah dan megah banyak artis-artis berdatangan. Bellanca acuh dengan ke datangan mereka. Tujuannya adalah melihat Vira habis karirnya didunia hiburan.
"Ayo sayang," Andri menggenggam tangan Bellanca berjalan dikarpet merah. Bellanca menghampiri Randi dan Renita.
"Kalian sudah bertemu Vira?" tanya Bellanca.
"Belum kak, aku juga baru sampai." Randi melihat ke kiri ke kanan.
"Mampir ke mana kalian baru sampai? kamu nggak apa-apa kan sayang." Bellanca khawatir menggegam tangan Renita.
"Nggak usah drama bocil ngga aku apa-apain kak." Randi melirik Renita.
Randi mengingat ke jadian beberapa jam lalu.
"Temenin aku ganti baju dimansion sebentar." Ucap randi tanpa mengalihkan pandangannya.
Saat Randi selesai ganti pakaian.
Gantengnya Randi mirip park seo joon guys. Renita sampai ileran dalam mobil liatin Randi berjalan mendakati mobil. Sampai Randi masuk ke dalam mobil Renita tak sadar.
"Aku tau aku tampan." gaya sok coolnya Randi. Renita masih mematung perlahan-lahan mengalihkan pandanganya keluar jendela mobil. Randi membukukan badan memasangkan seatbelt Renita.
"Nggak usah om, aku bisa sendiri." Renita ikut menundukkan kepala memegang seatbelt. Tanpa sengaja kepala mereka saling bertemu bibir renita menyentuh pipi Randi. Mata Renita langsung melotot udah kaya mau copot. Mulutnya yang mengnganga cepat-cepat dia tutupi dengan tangan.
"Bodoh! bodoh!" umpat dalam hati Renita.
"Ma-maaf om aku tidak sengaja." Renita terbata.
"Mau yang lebih?" goda Randi menaik menurunkan alisnya.
"Maaf om tidak tertarik." ulang Renita.
Flashback off
Wajah Renita berubah menjadi merah sangat tersipu malu jika mengingat ketidak sengajaannya mencium pipi Randi. Tiba-tiba tanpa sadar Renita memukul kepala sendiri.
"Kenapa sayang? kamu pusing?" tanya Bellanca.
"Nggak apa-apa kak. Cuma pusing aja dikit." Renita tersenyum kaku.
"Wah, calon kakak ipar ku telah datang ternyata." Sapa vira menggandeng Randi. Randi menghempaskan tangan Vira.
"Ada calon istri ku. Jangan mengada-ada kamu. Jaga omongan kamu." tegas Randi sampil melonggarkan dasi yang tidak sempit.
Bellanca senyum smirk.
Ekspresi mimik wajah Vira berubah pucat."Ini nenek lampir mau ngapain gue?" batin Vira.
Giliran Renita menjabat tangan vira untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Apa daya Vira meninggalkan mereka saat Renita mengulurkan tangan.
"Aku akan temui tamu-tamu yang lain." pamit Vira.
Randi lansung merangkul pinggul Renita dan membisikan,"Anggep aja ini halusinasi kamu yang tidak pernah terjadi." hibur Randi.
Renita menggangguk pelan,"Makasih." ucap Renita.
Didalam hati,"kenapa nyaman banget disamping kamu om. Rasanya pengen peluk. Loh,kok malah baper sih Re." Renita melirik Randi sedang mengobrol dengan Andri dan Bellanca.
"Rencana kita udah siap Ran?" tanya Bellanca.
"Siap kak, tenang aja jika acara inti sudah mulai kita liat reaksi gadis sok lugu itu." tawa Randi.
"Rencana apa si om?" bisik Renita ditelinga Randi. Menurut Randi suara serak Renita begitu menggoda membangunkan yang lagi tidur.
"Kamu lagi goda saya bisik-bisik gitu?" goda Randi.
"Apaan si om." ucap Renita dengan malu-malu. Matanya sangat berbinar saat melihat Randi tersenyum. Atau mungkin Renita sedang jatuh cinta yang dianggap omnya sendiri. Jarak umur mereka sekitar 8 tahun tapi tetap terlihat serasi jika mereka berdua bersama.
Acara inti sudah dimulai tiup lilin pun sudah selesai saat pemotongan kue dibelakang sana ada layar. Karya-karya Vira dimunculkan dilayar tersebut foto-fotonya menjadi model dan bintang film dilihatkan. Tiba-tiba ditengah-tengah pertunjukkan foto menjadi video panas. Vira yang tadinya mabuk berat saat itu. Tidur bersama pria hidung belang bukan cuma satu pria tiga malah.
Vira yang mengetahui video tersebut tiba-tiba mimik mukanya pucat. Vira meremas gaun ia pakai, malu ya sangat jelas terlihat diwajahnya. Semua mata tertuju dilayar tersebut adegan sangat mengemaskan atau sangat memalukan bagi vira.
Terdengar salah satu pengawal berteriak,"Matikan layar! cepat matikan!" sambil memegangi telinganya sudah dipasang earpiece.
Tak menunggu lama video baru 2 menit pun sudah dimatikan. Vira tiba-tiba pingsan karena syok. Dari kejauhan Bellanca sangat puas apa yang terjadi kepada Vira.
"Good job." Menepuk pundak Randi dan meninggalkannya. Randi melihat Bellanca pergi jauh bersama Andri hanya smirk yang terlihat. Randi mengambil ponsel dan mengirimi Thomas pesan.
Thomas
Bagus kerja kalian aku suka. Tenang besok kalian aku teraktir di club biasanya.
Pesan sudah terkirim, Randi menggandeng Renita untuk pulang.
"Mau ke mana om?" tanya Renita.
"Ke hotel." goda Randi.
Renita mendengar pernyataan tersebut menepuk dada Randi."Nggak usah ngaco deh om. Kita pulang saja."
Saat tangan Renita ingin kembali malah tangannya dicekal Randi."Jangan mengoda ku." Bisik Randi ditelinga Renita. Suasana dalam mobil tiba-tiba hening. Bulu kuduk Renita rasanya dingin seperti terkena embun pagi.
Sampai dimansion Renita buru-buru keluar dari mobil takut Randi macam-macam. Saat berlari Renita terjatuh dan kakinya terkilir."Bisa nggak si Cil. Nggak buat masalah?" Randi memegang kaki Renita.
"Aaa, sakit om! nggak kuat berdiri. High heelsnya terlalu tinggi." ucap Renita ke sakitan.
Randi langsung menggendong ala bridal style. Membuat jantung Randi terasa mau meledak.
Bersambung....
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤
Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55
#salamhalu