Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 39



"Nggak perlu ada yang dijelasin Vin. Percaya sama aku." Renita tersenyum mendorong pelan tubuh Kevin dan meninggalkannya sendirian.


Saat berjalan,"Kenapa si Vin care banget sama aku. Aku tuh nggak pantes buat kamu." batin Renita.


Entah mengapa hati Renita goyah tidak yakin dengan cinta Randi. Hem, orang Kevin mepet mulu sih jadi goyah gitu Renita.(otor)


Pukul sudah menunjukkan pukul 22.00 waktunya Renita pulang dari cave. Ternyata Randi sudah menunggunya dari tadi. Randi di dalam mobil celingukan mencari Renita tidak muncul-muncul. Akhirnya yang ditunggu-tunggu datang juga. Renita telah keluar dari cave berjalan keluar. Kevin mengikuti dari belakang Randi langsung keluar mobil menghampiri Renita.


"Ehem." Randi berdehem begitu keras.


Renita menyadarinya suara tersebut berhenti dan membalikkan badan. Renita menatap Randi dengan tajam.


"Kev, kamu lama sekali si ayo kita pulang."


"Hah, oke." Kevin tampak jengah melihat Renita mengajak pulang bersama.


Renita tak memperdulikan Randi memilih pergi bersama Kevin untuk pulang bersama.


"Maaf, saya akan pulang duluan." Renita menarik tangan Kevin.


Saat di dalam mobil Renita,"Vin, turunin aku ke supermarket ya. Aku mau mampir sebentar."


"Mau aku temenin?" tanya Kevin.


"Nggak usah. Aku bisa sendiri." tegasnya.


Saat Renita membuka pintu mobil tiba-tiba Kevin mencekal tangannya.


"Jujur sama aku kamu ada masalah apa sama Randi."


Renita tersenyum menyingkirkan tangan Kevin dari tangannya secara perlahan."Tidak ada apa-apa Kevin." ulangnya dengan tegas.


Renita berjalan menuju supermarket dengan buru-buru. Renita menghampiri pelayan supermarket setelah belanja kebutuhannya.


"Kak, ada pintu keluar selain ini?" tanya Renita tampak ragu.


"Ada kak tapi khusus untuk yang berkerja disini. " ujar pelayan supermarket.


"Bisa tolongin saya."


"Apa kak?" tanya pelayan tampak ragu.


"Saya ingin lewat pintu belakang. Tolong antarkan saya." rayu Renita sangat mengiba.


"Baik kak." ujar pelayan supermarket.


Pelayan supermarket menghantarkan Renita ke pintu belakang.


"Terimakasih ya kak." ujar Renita.


Renita berpikir pulang ke mana yang ia pilih. Jika memilih keluarga Setiawan sama saja bunuh diri. Kembali keluarga Hendriwan pasti ketemu Randi karena Renita ingin menghindari Randi. Apa lagi kembali ke tempat Intan sudah pasti Dimas menghubungi Randi. Di halte bus Renita menunggu taxi online pesenannya sambil berpikir ke mana dia pulang.


Kevin cukup lama menunggu Renita diparkiran supermarket. Akhirnya Kevin penasaran memilih masuk ke dalam supermarket. Di dalam Kevin bertanya kepada kasir tahu keberadaan Renita.


"Kak, maaf numpang tanya. kakak tahu wanita ini." Kevin menunujukkan foto Renita di ponselnya.


"Oh, itu tadi lewat pintu belakang kak. Sudah dari tadi kak." ujar kasir supermarket.


"Terimakasih kak."


Kevin pergi dari supermarket langsung menaiki mobilnya. Kevin mencoba menghubungi Renita tidak diangkat teleponnya. Semakin panik Kevin berpikir menghubungi siapa untuk membantu mencari Renita. Tiba-tiba ada notifikasi pesan ternyata Renita mengirimi pesan.


Renita


Kev, kamu pasti sekarang lagi cariin aku. Nggak usah khawatir aku baik-baik saja aku butuh waktu menyediri. Kasih aku waktu ya. Aku juga izin cuti kerja. Kalo kamu tanya aku dimana maaf nggak akan ada yang tau aku dimana.


Kevin membaca pesan dari Renita langsung membanting ponselnya.


Sebenarnya ada apa dengan Renita kenapa begitu tertutup tidak mau bercerita sama sekali. Pikir Kevin.


******


"Sayang, kok belum istirahat? tanya Riana.


"Lagi nunggu Renita pulang ma." Bellanca tampak khawatir.


"Pasti Renita bersama Randi. Kaya nggak ngerti anak muda."


"Ma masalahnya mereka." Bellanca menghentikan ucapannya takut mamanya ikut campur.


"Apa Bell. Ceritakan sama mama. Jangan ada yang tertinggal." Riana penasaran.


"Aduh panjang ma. Ini juga ada kaitannya dengan Sonya. Mama masih ingat." elak Bellanca.


Bellanca menceritakan apa yang terjadi diapartemen Randi. Dari a sampai z udah nggak kelar-kelar itu gosipnya.(otor)


"Mama harus turun tangan sayang. Mama tidak mau kehilangan calon mantu mama." Riana begitu yakin."Kamu sudah menghubungi Renita sayang?"


"Renita tidak mau mengangkat telepon Bellanca ma. Mana pernikahan ku tingga beberapa hari lagi ma." Bellanca tampak murung.


Riana mencoba menghubungi Renita tidak satu kali tapi puluhan kali tidak ada jawaban. Bellanca dan Riana tetap setia di mansion utama sembari menunggu kabar Renita dimana. Tanpa disangka membuahkan hasil Renita mau mengangkat teleponnya.


"Halo,ma" suara Renita disebrang sana.


"Sayang, ini sudah malam. Mama dan kak Bellanca menunggu mu dimasion. Kamu pulang jam berapa nak?" tanya Riana.


Ya tuhan, jadi mama dan kak Bellanca menunggu ku. Maafin Renita ma. Seharusnya Renita tak mengenal keluarga kalian. Pikir Renita.


Renita memegang dadanya sakit rasanya sudah nyaman bersama keluarga sendiri.


"Re," panggil Riana."Re," ulangnya.


"Maaf ma. Aku tinggal tempat teman ku. Mama jangan khawatir ya. Nanti Renita datang kok ke pernikahan kak Bellanca." Renita tampak sedih.


Telepon dimatikan oleh Riana wajahnya tampak gusar tak yakin Renita baik-baik saja. Padahal baru kenal kenapa rasanya sedekat ini pemikiran Riana.


"Gimana ma? Renita dimana?" Bellanca tampak panik.


"Katanya tempat temannya sayang."


Bellanca tetap tidak bisa tenang entah kenapa rasanya begitu khawatir. Suara deru mobil terdengar dari pintu mansion utama. Ternyata Randi yang datang tampang acak-acakkan. Wajahnya kusut minta di setrika guys. Ngaco memang si otor.


"Kamu kenapa Ran? kusut amat?" Bellanca terkekeh.


"Tau ah diem deh kak. Lagi bad mood ga mau diganggu!." Randi melangkah akan menaiki tangga.


"Kamu tau Renita dimana?" tanya Bellanca.


Randi langsung menghentikan langkahnya membalikkan badannya."Bukannya dia sudah pulang?"


"Kalo sudah pulang ngapain kakak tanya kamu.Randi!" teriak Bellanca.


"Jadi dimana dia sekarang?"


"Kamu malah tanya balik kakak sih?!" Bellanca sewot.


"Nggak mungkin Renita pulang ke tempat Intan pasti Dimas sudah memberi tahu aku. Pulang ke rumah Kevin? mana mungkin?" Randi tampak ragu.


Kevin mencoba menghubungi Kevin untung saja tadi sempat meminta kepada Intan. Kevin langsung menjawab telepon dari Randi.


"Halo ini siapa?" tanya Kevin.


"Ini gue Randi. Lo antar ke mana Renita? di mansion tidak ada." tanya Randi tanpa bertele-tele.


"Apa urusan lo?" ejek Kevin.


"Gue calon suaminya pakek lo tanya lagi!" teriak Randi kepada Kevin. Bellanca dan Riana sangat kaget dengan teriakan itu.


"Kalo lo calon suaminya pasti lo tau dimana dia berada." Randi diskatmat oleh Kevin hanya bisa membisu. Tak ada jawaban dari Randi, Kevin malah tertawa.


"Nggak ada yang lucu! nggak usah ketawa." cicit Randi.


"Oke-oke." Kevin tetap terkekeh.


Bersambung......


Menurut kalian mudah ketabak nggak sih alurnya?


Kira-kira Kevin ngasih tau nggak ya hilangnya Renita?


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu