
Monica Bergegas melajukan mobilnya ingin bertemu Rian untuk memastikan siapa yang telah diculik. Sampai dilokasi Monica turun dari mobilnya. Wajahnya tanpa ekspresi membuat Rian membeku takut kemarahan Monica memuncak.
"Mana penghulunya?" tanya Monica.
"Didalam Nona." sahut Rian.
Mereka berdua masuk ke dalam ruang penyekapan.
"Buka!" teriak Monica.
Anak buah Rian membuka penutup kepala sang penghulu. Monica menatap lekat-lekat tanpa berkedip.
"Hah! sama." batin Monica.
"Kamu siapa?! Kenapa muka mu sama seperti penghulu yang seharusnya ku culik!"
"Itu adalah kembaran ku Nona. Yang sebenarnya penghulu adalah kembaran ku. Aku hanya menggantikannya disini." lugas kembaran penghulu.
"Kamu tau dari mana? saya akan menculik." Monica sambil mencekram baju kembaran penghulu.
Tiba-tiba pintu telah didobrak oleh polisi,"Angkat tangan kalian."
Monica langsung lemas melihat keberadaan polisi niatnya hanya ingin menculik penghulu untuk menggagalkan pernikahan Andri dan Bellanca. Setidaknya bisa membubarkan pernikahan saja membuat tamu geram dan pulang.
"Kenapa ada polisi? siapa dalang dari semua ini?"
Sisi bertepuk tangan,"hebat kamu monika. Super sekali."(mario teguh ala sisi)
"ka-kak." Monica terbata-bata.
"Kamu sangat ceroboh dan sangat bodoh! seharus yang kamu culik itu Bellanca bukan penghulunya." Sisi menggelengkan kepala."Tangkap saja pak." ujar Sisi ke Polisi.
"Kak, aku hanya bercanda maafkan aku." Monica bersimpuh dikaki Sisi.
"Kamu memang gila Monica. Bercanda nggak taruhan nyawa kaya gini." Sisi mengerakkan kakinya terasa risi tangan Monica tetap memegangi kakinya.
*****
Diresepsi pernikahan Bellanca sudah berdandan cantik memakai gaun putih yang sangat anggun.
Kira-kira gaun yang dipakai Bellanca ya guys simple elegan.
Andri meraih pinggang Bellanca saat mereka berfoto bersama keluarga besar.
"Kamu sangat cantik sayang." bisik Andri.
Bellanca hanya tersenyum melihat ke kiri ke kanan seperti mencari seseorang seperti ada yang kurang.
"Dimana kak Sisi Dri? Dari kita ijab kobul tidak kelihatan." tanya Bellanca.
Penjelasan sedikit ya kak walaupun aku tak begitu paham dalam sariat islam tentang ibu hamil ijab kobul. Yang aku tulis ini sepengetahuan ku di dunia nyata. Karena banyak yang melenceng realita seperti itu. Ok skip.
Andri hanya tersenyum,"sabar sayang." bisiknya lagi.
Mereka melanjutkan berfoto datanglah yang ditunggu-tunggu Sisi dan Robin.
"Maaf sayang, kakak telat. Ada urusan mendadak tadi." Sisi mencoba menutupi kejadian tadi takut Winata terkena serangan jantung karena Monica ditangkap polisi.
Bellanca menemui para rekan bisnisnya untuk menyapanya mengngucapkan terimakasih atas kehadirannya. Banyak rekan bisnis Bellanca yang kaget akan suami Bellanca. Ternyata sekertaris sekaligus asisten pribadinya yang menjadi suaminya. Ditambah salah satu pewaris keluar Rahardian keluarga terkaya seIndonesia.
"Dimana Monica Si?" tanya Winata.
"E-dia pulang pa."
Bellanca berpikir pasti tidak ada yang beres saat ini. Dari raut wajah Sisi sedikit panik.
"Sebenarnya ada Dri." bisik Bellanca dengan geram namun muka tetap tersenyum melihat ke tamu undangan.
"Nanti aku akan bercerita. Jika acara kita sudah selesai."
"Janji ya." Bellanca mencoba meminta penjelasan.
Andri hanya mengagukkan kepalanya dan tersenyum mencoba baik-baik saja.
****
"Kamu hutang penjelasan sama aku." ujar Randi.
"Penjelasan apa si Om?" Renita pura-pura lupa.
Randi menarik Renita ke dalam kamar hotel yang telah yang telah Bellanca pesan untuknya. Sebenarnya Bellanca memesan kamar untuk beristirahat nanti malam untuk Randi. Randi melihat Renita dari atas kebawah berulang kali.
Kira-kira Renita pakai gaun seperti ini ya guys.
"Kamu kan bisa memakai lebih tertutup gaunnya."
"Suka-suka saya dong om." sahut Renita.
Randi tidak suka dibantah lalu mengintimidasi Renita. Renita langsung mematung tatapan Randi begitu liar.
"Udah ah om saya mau keluar. Intan menunggu saya diluar."
Renita mencoba melangkah ke arah pintu tapi Randi menghalangi dengan tubuhnya.
"Jelaskan kenapa tadi kamu memanggil saya sayang didepan Sonya." lugas Randi.
"Oh itu." Renita mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Iya apa?" Randi penasaran.
"Sebenarnya...." Renita mencoba mengulur waktu dengan melihat wajah Randi dengan tidak sabar menanti jawabannya. Lalu Renita tertawa melihat wajah Randi mulai masam.
"Sebenernya." ulang Renita dengan terkekeh."Kak Bellanca udah ngerjain om tau."
"Apa kata mu." ujar Randi dengan datar.
"Sebelum om Randi sampai dimansion ku. Kak Bellanca sudah mengirim bukti dan menjelaskannya. Permintaannya hanya..." ucapan Renita terhenti Randi membungkamnya dengan ciuman.
Renita hanya menepuk-nepuk dada Randi agar cepat dilepaskan.
"Itu hukuman untuk kamu yang udah membuat ku marah." ujar Randi sambil memberikan jasnya ditubuh Renita.
"Om ngapain jasnya aku suruh bawain si. Om bawa sendiri aja." celoteh Renita.
"Astaga Renita. Ini kamu pakai aku nggak mau dada kamu keliatan." lugas Randi sambil memakaikan jasnya.
Randi berjalan mendahului Renita merasa kesal. Wajah Renita bersemu merah panas dingin merasakan perhatian Randi. Terkadang Renita tersenyum sendiri jika mengingat adegan dikamar hotel tadi.
"Sayang tunggu aku." rayu Renita sambil berlari kecil mengejar Randi.
*****
Acara pun sudah selesai Bellanca mencoba masuk ke dalam kamar hotelnya karena merasa lelah ingin istirahat.
"Aku laper suami ku." rengek Bellanca.
"Coba ulangi lagi. Kamu tadi panggil aku apa?" Andri mencoba meyakinkan tidak salah dengar.
"Suami ku. Suami ku." Bellanca mengulanginya terus.
Andri sangat gemas menangkup wajah Bellanca dan menghujani deng ciuman diwajahnya.
"Tinggal telepon aja sayang. Nanti pelayan pasti mengantarnya." ujar Andri.
"Tapi aku mau kamu yang beliin. Aku nggak mau makanan hotel." sungut Bellanca.
"Oke-oke sayang. Demi anak papa. Apa si yang nggak." Andri mengelus perut Bellanca.
"Buruan suami ku. Hus-hus." sambil mendorong tubuh Andri keluar kamar hotel.
"Tapi kamu mau makan apa?" Andri menahan dorongan dari Bellanca.
"Nasi goreng langganan kita titik. Awas kamu beli sekitar sini. Atau pesan dalam hotel ini. Aku bisa ngerasain rasanya. Pasti berbeda." sungut Bellanca sambil mengerucutkan bibirnya.
"Siap Nona." Andri membukukkan badannya.
Bellanca masuk kamar mandi dan beremdam sebentar di bathtub dengan air hangat merelaksasi otot-ototnya.
"Ya tuhan, terimakasih atas yang telah kau berikan kepada ku." gumamnya Bellanca dengan pelan lalu tersenyum.
Selesai berendam Bellanca meraih kimononya dan memakainya. Sambil menunggu Andri datang Bellanca memakai baju tidur tipis agar dia nyaman. Menyemprotkan parfum keseluruh tubuhnya agar Andri nyaman tidur bersamanya.
Menunggu Andri yang lama kembali ke hotel Bellanca ketiduran disofa.
Bersambung....
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤
Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55
#salamhalu