
Bellanca mengambil telepon untuk memanggil Andri agar masuk ke dalam ruangannya. Andri duduk disofa ruang kerja Bellanca."Aku ingin bicara sebentar, tapi kamu jagan marah ya." Bellanca memohon.
Andri hanya menganggukan kepalanya."Jadi gini nanti malam Reyno ngajak aku candle light dinner nanti malam. Jangan negativ thingking dulu, aku mau jelasin ke dia soal hubungan kita. Kalo aku udah selesai urusannya. Aku pasti hubungin kamu." rayu Bellanca.
Andri merajuk tanpa berkata apa pun memilih pergi. Baru berjalan berapa langkah Bellanca memeluknya dari belakang.
"Dri, please."
Andri membalikkan badannya."Iya aku izinin. Tapi aku nunggu Nona diluar. Kelar urusan Nona harus menghubungi ku." ucap Andri dengan muka datar dan memeluk Bellanca dengan erat.
****
Suara ketukan pintu dari maid dari luar kamar."Iya masuk," ucap Bellanca.
"Nona ada Tuan Reyno di bawah." ucap Maid.
Bellanca bergegas turun ke bawah dengan gaun berwarna maroon dengan rambut terurai make up natural terlihat sangat mempesona. Reyno membukakan pintu mobil."Silakan masuk tuan puteri."
"Terimakasih, Tuan Reyno Bastian."
Bellanca tersenyum dan duduk dengan anggun. Reyno melirik Bellanca sedang asik dengan ponselnya.
"Lagi hubungin siapa sih? kayanya penting banget." ponsel Bellanca direbut oleh Reyno.
"Bukan siapa-siapa Rey," Bellanca mengambil kembali ponselnya memasukkan ke dalam tas.
Mereka berdua turun dari mobil masuk ke dalam hotel. Di restoran Bellanca sudah di suguhi hal-hal romantis, Lagu barat romantis di nyanyi kan Reyno sangat merdu.
It's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes or is it this dancing juice?
Who cares, baby, I think I wanna marry you
Well, I know this little chapel on the boulevard we can go
No one will know, oh, come on girl
Who cares if we're trashed, got a pocket full of cash we can blow
Shots of patron and it's on, girl
Don't say no, no, no, no, no
Just say yeah, yeah, yeah, yeah, yeah
And we'll go, go, go, go, go
If you're ready, like I'm ready
'Cause it's a beautiful night, we're looking for something dumb to do
Hey baby, I think I wanna marry you
Is it the look in your eyes or is it this dancing juice?
Who cares, baby, I think I wanna marry you, oh
I'll go get a ring, let the choir…
Deg deg jantung Bellanca begitu sedih mendengar Reyno menyanyikan lagu dari bruno mars.
Setelah turun panggung Reyno duduk di depan Bellanca. Dan memberikan sebuah bunga cantik.
"Gimana lagu yang aku nyanyiin?" tanya Reyno.
Bellanca senyum kaku lalu menerima bunga pemberian Reyno. Bellanca menarik napasnya sangat panjang."Aku mau ngomong sesuatu tapi kamu jagan kecewa ya."
"Bicara aja jagan sungkan. Sebelum kamu berbicara. Ada yang ingin ku sampaikan. Aku sangat menyukai mu. Aku berharap kita bisa menjalin hubungan lebih dari ini." ucap Reyno dengan menggenggam tangan Bellanca.
Bellanca melepaskan genggaman tangan Reyno. Tiba-tiba Pesanan makanan sudah datang Bellanca menengguk anggur merah yang sudah tercampur obat perangsang.
"Maaf Rey, Aku nggak bisa lebih dari ini. Sejujurnya aku sudah menjalin hubungan dengan Andri. Maaf sekali lagi aku nggak bicara dari awal." ucap Bellanca.
Reyno langsung mengepalkan tangan. Bellanca hendak pergi di cekal tangan Bellanca."Jangan pergi, kita makan dulu. Walau pun kita tidak bisa menjadi pasangan. Kita bisa menjadi teman."
Bellanca meminta izin kepada Reyno jika dirinya mau ke toilet. Di dalam toilet Bellana mencoba menelpon Andri tapi tidak ada jawaban. Akhirnya Bellanca menghubungi Randi.
"Ran dimana? kakak udah nggak kuat lagi. Kakak di hotel Rahardian. Kakak di toilet restorannya." dibalik telepon Bellanca.
Lima belas menit kemudian Randi menjemput sang kakak. Bellanca bercerita apa yang dia rasakan.
"Kakak itu minum obat perangsang kak. Kita harus cari solusi. Jika tidak tersalurkan kakak bisa gila katanya. Mumpung kita di hotel, kita pesen kamar aja. Kakak bisa berendam dengan air dingin disini." ucap Randi was was.
Tiba di resepsionis Randi memesan kamar atas nama Bellanca. Randi tampak berpikir setelah mengambil kunci."Kakak sudah membooking kamar?" tanya randi dengan curiga.
"Ya nggak lah Ran, ada yang aneh perlu kita selidiki." ucap Bellanca dengan masuk kamar hotel.
"Kakak tunggu di kamar ya. Aku akan carikan kakak solusi." Randi langsung menghubungi Andri.
"Kak di mana? kak Bellanca dalam bahaya. Kakak bisa datang ke hotel Rahardian di kamar xxxx." Randi mematikan telponnya lalu tersenyum.
"Urusan kelar, selamat menikmati kak Andri. Kurang baik apa coba aku. Habis kau dimakan Macan Betina." Randi bermonolog sambil tertawa.
Andri sudah di depan kamar membunyikan Bell. Saat pintu terbuka melihat Bellanca sudah menggunakan kimono mandi. Andri masuk ke dalam kamar. Tangan Andri di tarik Bellanca ke atas ranjang. Bellanca duduk di pangkuan Andri.
"Tolong aku, aku sudah tidak kuat menahannya. Tubuh ku terasa panas. Aku sudah berendam air dingin tidak ada efeknya. Randi berkata aku telah meminum obat perangsang." ucap Bellanca penuh permohonan.
Andri meremas seprei,"Bajing*n kau Reyno beraninya, kau hampir menyentuh wanita ku." batin Andri penuh dengan umpatan.
"Tapi kau jangan menyesal untuk hari ini yang telah kita lakukan." Ucap Andri dengan tersenyum smirk.
Tanpa aba-aba Bellanca menci*m bibir Andri dengan agresif. Tangan Bellanca menjelajahi tubuh Andri. Tepat di bagian celana Andri dibukalah resletingnya bunga matahari telah bermekaran.
"Pelan-pelan sayang ini pertama kalinya bagi ku," ucap Bellanca dengan suara terengah-engah.
Bellanca di tidurkan oleh Andri. Andri mencoba menyatukan dengan pelan- pelan."aaahhh," teriak Bellanca.
Bellanca meneteskan air mata merasakan ke sakitan di bawah sana.Andri membukam bibir Bellanca dengan bibirnya agar tidak berteriak kembali.
Satu jam
Dua jam
Tiga jam
Empat jam kemudian mereka berhenti melakukan penyatuan.
Bellanca merasakan sakit semua di badannya saat di pagi hari membuka mata melihat pria di sampingnya. Bellanca kaget ada Andri disampingnya sambil mengingat perbuatannya semalam.
Bellanca melihat dada Andri penuh jejak ke pememilikannya. Bellanca malu menutupi mukanya dengan selimut dan melihat banyak darah di bawah sana.
Karena merasa malu dengan Andri bellanca mau turun dari ranjang dengan pelan-pelan. Belum kaki menapak di lantai tangan Bellanca dicekal Andri.
"Mau ke mana? mau kabur ? jangan harap kamu bisa meninggalkan aku di sini sendirian." ucap Andri dengan suara serak khas bangun tidur.
Bellanca menelan salivanya, memutar balik badannya menutupi dengan selimut.
"Kenapa Nona malu? aku sudah melihat tubuh Nona semalam. Sudah aku absen setiap jengkalnya." ucap Andri menaik turunkan alisnya.
Bersambung......
Kira-kira setelah ini apa yang akan terjadi ya guys????
Maafkan otor terlalu kotor otaknya.
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤
Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55
#salamhalu