Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 23



"Bisa-bisanya kamu menyebut ku Om mu! gila kamu ya? tampan kece gini juga." ucap Randi dengan sok gantengan.


Renita menggeleng-gelengkan kepala,"Terus Om mau dipanggil apa? kakak? atau oppa? Om sadar Om. Jadi Om kesini ngapain? oh jadi yang ngirim pesan tadi itu om? maaf tadi nggak nyebut nama si omnya jadi nggak aku bales orang nggak tau." Renita menunduk kepala.


"Aku perlu bantuan kamu sekarang juga ayo kita pergi." Randi menarik tangan Renita.


Renita menghempaskan tangan Randi,"om jam segini aku kerja ke cave tau. Om liat kan? tadi temen-temen aku nungguin. Jadi nggak bisa!"


"Aku bayar kamu hari ini 2x lipat gaji kamu deh." rayu Randi.


Renita tak bergeming masih memikirkan mau atau tidak."Yaudah deh bener ya. Lumayan Om buat bayar kuliah."


"Jadi selama ini dia pulang malem aku kira keluyuran nggak jelas. Ternyata dia kerja." batin Randi.


Renita menghampiri Intan dan Kevin di dalam mobil."Sorry guys gue nggak bisa ikut kerja hari ini. Ada ke perluan mendadak sama Om gue." Renita keluar mobil Intan mengikutinya.


"Sejak kapan kak Randi jadi Om lo? " tanya Intan dengan curiga.


"please, tolong jaga rahasia dari Kevin, besok gue ceritain masalah ini." Renita berlari meninggalkan Intan masuk ke dalam mobil Randi.


Kevin keluar mobil menghampiri Intan,"kamu yakin itu omnya Renita? kenapa aku baru tahu. Selama ini dia nggak pernah cerita."


"Untung waktu pesta ultah kemaren Kevin nggak bisa ikut. Matilah kalo tau sandiwara ini. Terus kenapa harus bohong si Renita? apa jangan-jangan?" batin Renita tersadar tubuhnya digoncang-goncang kevin.


"E-e' sorry, iya kok bener itu omnya Renita." Intan tergagap.


"Kamu nih ngelamunin apa sih?" Kevin mengacak-acak pucuk rambut Intan.


"Nggak ada kok. Ayo kita pergi ke cave kamu." ucap Ibntan.


"Semoga kevin nggak curiga ya tuhan." batin Intan.


*****


"Om, mau ke mana si Om?" tanya Renita.


"Kita mau ke butik, nanti kak Bellanca mau cariin gaun yang cantik buat kamu. Nanti kita bersandiwara menjadi sepasang kekasih. Akting yang bagus! akting nggak meyakinkan nggak ku bayar!" tegas Randi.


"Aku bukan artis kali Om. Harus akting kenapa om nggak ajak pacar Om? jangan gitu Om kerja bagus nggak bagus ya harus dibayar dong." Renita mengedip-ngedipkan mata.


"Kalo aku punya pacar nggak bakal aku ajak kamu. Kamu ngapain? sedang mengoda ku? mengedip-ngedipkan mata mu? aku nggak akan tergoda. Dasar bocil!" ejek Randi.


Renita mendengar perkataan Randi langsung memalingkan muka mengerutu tentang tingkah Randi.


"Ngomong yang keras. Biar saya mendengarkanya." ucap Randi.


"Apaan si Om?!" ejek Renita.


Bellanca duduk dengan anggun membolak-balikkan majalah.


"Nona ada yang bisa saya bantu?" tanya pelayan.


"Sebentar saya lagi menunggu calon adik ipar saya." Bellanca melepas kaca mata hitamnya yang menepel dihidung.


"Kakak!" teriak Renita."Maaf kak lama."


"nggak pa-pa sayang." Bellaca mengusap rambut Renita.


"Adik ipar nona sudah datang, ayo nona saya tunjukan gaun model terbaru koleksi kami." ucap pelayan.


Renita menelan salivanya,"apa adik ipar? itu pelayan nggak salah ngomong apa? mana pantes ubi abu sama panggeran. Ih siapa juga ngarep sama Om-om tua." batin Renita.


Saat Renita berjalan tidak sengaja menabrak seseorang."Punya mata nggak si loh! nabrak orang sembarangan!" Siska mendorong Renita hingga terjatuh.


"Maaf kak aku nggak sengaja tadi aku tidak melihat jika kakak disana." Renita memohon.


"Jangan panggil gue kakak lo! najis gue punya adik kaya lo! eh, upik abu! ngapain lo kesini? Mana mampu lo beli gaun disini!" Siska mulai geram.


Bellanca melihat Renita dimaki-maki dan didorong hingga terjatuh. Bellanca sangat murka ingin memakan hidup-hidup orang tersebut.


"Bagun sayang." Bellanca membantu membangunkan Renita.


"Makasih kak." ucap Renita.


"Kamu! berani sekali menyentuh adik ipar ku!" teriak Bellanca menunjuk-nunjuk Siska. Ratu bar-bar dilawan habis nanti dimakan macan betina.


"Hei upik abu! enak ya ada yang belain?! siapa dia? majikan mu yang baru?!" ejek Siska.


Randi menghampiri Bellanca,"ada apa kak? ada masalah?"


"Hello Randi," sapa Siska sok manis.


"Kamu kenal dia Ran?" Bellanca menatap Siska tajam ya setajam silet. Ok skip.


"Oh, dia anak dari om setiawan kak teman papa." Randi mengaruk tengkuknya tidak gatal. Binggung apa yang terjadi.


"Kakak nggak suka wanita yang nggak ada sopan satunnya! mana calon adik ipar kakak didorong sama dia." Bellanca bergayutan ditubuh Randi.


"Kamu calon suami Renita? tidak mungkinkan?" tanya Siska tidak percaya.


"Kamu taukan keluarga hendriwan itu cuma mempunyai anak laki-laki hanya satu. Jangan berharap kamu ya. Kamu bukan level kita!" ejek Bellanca pergi meninggalkan Siska.


"Jadi selama ini Renita tinggal dirumah mu? apa beneran Renita akan jadi istri mu? papa ku belum bicara apa-apa." tanya siska.


"Iya seperti yang kamu dengar. Kasian kakak ku menunggu ku disana." pamit Randi.


"Gila renita bisa tahlukin Randi. Gue cantik kaya gini bisa-bisa kalah sama upik abu? oh, tidak bisa aku harus menang. Liat aja nanti!" omel siska.


"Kamu nggak apa-apakan cil?" sambil memutar badan Renita.


"Nggak apa-apa Om. Cuma jatuh kaya gitu. Nggak sakit kok." meyakinkan Randi.


"Polos banget ini bocah. Apa nggak bisa manja-manja dikit cari perhatian Randi." batin Bellanca dengan menepuk jidatnya.


"Pelayan, tolong yang ini gaun model sabrina berbawarna maroon ini sangat cocok dengan adik ipar ku." Bellanca menunjuk gaun.


"Ayo sayang dicoba," Bellanca mendorong Renita ke ruang ganti.


Saat Renita keluar dari ruang ganti Randi melihat Renita dengan mulut ternganga."Biasa aja itu mulut." ejek Bellanca.


"Apaan si kak. Itu tadi cuma." Randi terhenti.


"Cuma apa? cantik kan?" tanya bellanca.


"Ah, biasa aja kok." ucap Randi.


"Yakin? itu belum kakak sulap dengan make up loh. Awas kamu jatuh cinta."


Randi malah memilih menunggu diruang tunggu. Duduk dengan tidak nyaman membolak-balikkan majalah duduk termenung memikirkan bagaimana cara mengusir Vira dari hidupnya terkadang sangat mengganggu.


"Ran-ran," Bellanca menepuk pundak Randi.


"Iiya kak," Randi melihat Bellanca dengan jengah.


"Kamu itu ngelamunin apa sih? itu liat Renita udah siap." Bellanca menunjuk Renita.



Kira-kira gaya Renita seperti ini guys.


Randi melihat Renita tak berkedip,"sangat mempesona." ucap Randi tanpa sadar.


"Akhirnya kamu mengakuinya." Bellanca senyum smirk.


Renita hanya bisa tersenyum manis mendapat pujian dari Randi.


Bersambung.....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu