
"Kakak kangen aja mau main ke kantor." Bellanca bergelayut di tangan Randi.
"No." lugas Randi meninggalkan Bellanca duduk di ranjang.
"Ih pokoknya ikut. Kakak mau ketemu Renita di kantor."
Randi mendengar Bellanca menyebut nama Renita langsung berubah pikiran.
"Memangnya kakak sudah minta izin, kak Andri?"
"Sudah." Bellanca mengikuti Randi belakang.
Saat di meja makan Bellanca mau duduk di kursinya Randi dengan sigap menarikkan kursi untuk Bellanca.
"Kamu sweet banget si Ran." ejek Bellanca.
"Aku cuma kasian kak, sama calon keponakan ku."
"Why?" tanya Bellanca.
"Nanti kalo keluar kaya emaknya yang suka marah-marah kasian." cibir Randi.
"Randi." panggil Bellanca dengan tatapan ingin memakannya hidup-hidup.
"Tuh, kan. Dek jangan kaya mama mu ya. Om nggak suka. Mama mu galak soalnya." Randi sambil mengelus perut Bellanca mulai membuncit.
Bellanca hanya menepuk bahu Randi dengan keras.
"Sakit kak." gerutu Randi.
"Udah-udah. Ayo, kalian buruan makan." titah Riana.
"Pagi semuanya." sapa Andri memecah ke heningan di meja makan.
"Pagi sayang ku." Bellanca berdiri lalu memeluk suaminya.
"Nggak usah pamer, pengantin baru. Mata ku sakit." gumam Randi dengan pelan.
"Randi." panggil Riana kode Randi agar diam, jika teruskan pasti Bellanca ngamuk."Ayo, makan nak Andri." tawar Riana.
"Baik, ma." jawab Andri dengan lesu.
"Gimana keadaan papa mu Ran?" tanya Ferdinan.
"Masih belum sadar pa."
"Nanti papa dan mama akan menjenguk papa mu. Kamu akan kembali ke rumah sakit kah?"
"Tidak pa. Mungkin malam. Pagi ini kak Sisi yang menunggunya." tangan Andri sambil mengusap-usap perut Bellanca, matanya tetap menatap Ferdinan.
Bellanca tersenyum melihat tingkah suaminya sangat perhatian dengan baby mereka. Bellanca berdiri Andri kaget, matanya berpaling melihat Bellanca yang sedang mengambilkan nasi di piringnya.
"Ma, aku mau nikah?" celetuk Randi sambil melihat ke romantisan sang kakak dengan suaminya.
"Kamu itu. Ngurus perusahaan baru 1 bulan 2 bulan. Udah pengen nikah aja." cibir Bellanca."Renita masih kuliah. Biar dia lulus dulu." sahut Bellanca dengan lugas.
"Kakak mah gitu sama aku." Randi mengerucutkan bibirnya."Kalo aku nggak tahan gimana?" ejek Randi.
"Terus kamu mau hamilin anak orang Randi?" selidik Ferdinan, raut wajahnya berubah mengeras.
"Bercanda pa." ucap Randi senyum mengejek.
*****
Renita bangun tidur bergegas ke kamar mandi lalu masuk ke dalam walk in closed memilih memakai jas dan celana pedek. Dengan rambut di gerai memakai make up natural. Tak lupa Renita memakai membawa kaca mata hitam. Agar terkesan elegan, terlihat dewasa di mata Randi.
"Aduh, apa harus banget yah pakai heels tingginya 15 cm?" Renita bermonolog.
Renita memutar badannya sambil bercermin memakai kaca mata hitamnya.
"Ini heels keren, aku pakai ini aja deh." gumam Renita sambil menyambar tas senada dengan pakaiannya.
Saat turun ke bawah Renita sudah di tunggu dengan Pengacara keluarganya. Almarhum papa Renita sudah bekerja sama dengan pengacaranya dari merintis perusahaan.
"Hai, om Anjar." sapa Renita.
"Mau ke mana kamu Re? sudah cantik gini." tanya Anjar.
"Mau ke perusahaan Hendriwan om." jawab Renita.
"Kamu kenal mereka?" Anjar tampak penasaran.
"Kenapa Setiawan tidak mengantar mu ke rumah, om aja Re?"
"Mungkin om Setiawan takut. Jika perusahaan papa ku di minta kembali sama om Anjar. Jika aku tidak tinggal di sana lagi om."
"Masih 1 tahun lagi Re. Perusahaan itu kembali kegenggaman mu. Baru mansion ini yang baru bisa kembali ke tangan mu. Bersabar lah 1 tahun lagi." Anjar mencoba meyakinkan Renita.
"Percuma om. Mereka tidak segampang itu melepaskan perusahaan itu. Aku punya rencana lain om. Dengan meminta bantuan ke keluarga Hendriwan. Aku ingin perusahaan yang di kelola om Setiawan di akuisisi oleh perusahaan keluarga Hendriwan. Gimana menurut om?" tanya Renita.
"Bagus ide kamu. Jadi nanti jika Setiawan tidak bisa mengelola dengan baik. Pasti akan di rebut keluarga Hendriwan?"
"Iya om. Sebenarnya perusahaan papa sudah atas nama tante Mira. Aku di paksa tanda tangan waktu itu 1 tahun lalu lah. Setelah tanda tangan aku baru menyadarinya. Percuma jika kita mengambil alih kembali 1 tahun lagi. Pasti kita kalah." Renita menatap Anjar dengan sendu di balik kacamata hitamnya.
"Om yakin. Kamu bisa. Jika butuh sesuatu katakan lah. Om akan membantu mu Re." ucap Anjar sambil menepuk bahu Alya.
"By the way, om udah sarapan pagi?"
"Sudah Re." jawab Anjar dengan menolak halus, Anjar tau jika ia akan di ajak makan.
"Ih om nih. Ayo lah om makan lagi di mansion ini." rayu Renita, sambil menarik tangan Anjar.
Akhirnya Anjar mengikuti Renita untuk sarapan lagi.
*******
Randi Berhenti depan perusahaannya dengan membukakan pintu untuk sang kakak.
"Silakan turun tuan puteri." cibir Randi membungkukkan badannya mengayunkan tangannya jika mempersilakan lewat.
"Terimakasih." Bellanca mengusap pipi Randi lalu pergi.
"Yang sabar ya Ran." Andri menepuk bahu Randi.
"CEO kaya supir. Di dunia ini cuma aku kak." gerutu Randi."Cuma aku." ulangnya.
Andri tertawa dengan lantang semua orang di area resepsionis melihat Andri jengah dan penasaran apa yang memebuatnya lucu.
"Kamu tertawa kenapa sayang?" Bellanca penasaran.
"Nggak pa-pa sayang. Randi lucu." ucap Andri sambil menahan tawanya.
"Kalian ya bener-bener." gerutu Randi.
Memanggil satpam kantor menyuruh memakirkan mobil. Tiba-tiba ada mobil sport berhenti di depan kantor. Randi terperangah melihat wanita itu turun dari mobilnya.
"Perfect sekali." gumam Randi melihat wanita itu mendekati Randi.
"Heh! tutup itu mulutnya. Nanti ke masukkan lalat." cibir Bellanca.
Randi langsung sadar dari lamunannya,"Sayang kamu cantik banget." Randi menggegam tangan Renita.
"Oh, ya?? sama Sonya tetep kalah kan aku." Renita merajuk tidak jelas.
"Nah lo." Bellanca terkekeh.
"Tetep kamu di hati aku sayang." jawab Randi dengan lugas.
"Bohong..." cibir Bellanca sambil berjalan meninggalkan Renita dan Randi.
Renita menyergitkan dahinya,"jadi om dengan Sonya."
"Udah nggak usah dengerin kak Bellanca. Sumpah suer." Randi membuat jari berbentuk v.
"Iya-iya aku percaya. Nggak usah panik." Renita gemas dengan Randi mencubit ke dua pipinya itu.
Bersambung....
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤
Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55
#salamhalu