Beautiful Crazy Woman

Beautiful Crazy Woman
Epi 44



Andri membuka pintu kamar hotel melihat Bellanca tidur diatas sofa membuatnya ingin menerkamnya. Andri mendekati sang istri membelai rambutnya.


"Sayang nasi gorengnya udah dimeja." bisik Andri.


Bellanca hanya menggeliat diatas sofa Andri melihatnya hanya tersenyum. Andri memilih masuk kamar mandi karena sudah merasa lengket badannya. Bellanca mengerjapkan matanya samar-samar mendengar suara Andri. Melihat kesekeliling tak ada Andri. Bellanca langsung bangun melihat nasi goreng ia inginkan sudah ada langsung melahapnya.


"Gimana rasanya? samakan kaya langganan kita. Aku nggak bohong." ujar Andri keluar dari kamar mandi.


Andri hanya mengenakan handuk untuk menutupi pinggangnya. Ada air yang masih membasahi tubuh Andri. Memang sengaja ĺ tak mengelap semua air di tubuhnya agar kelihatan seksi dimata Bellanca. Bellanca melihat Andri langsung tersedak.


"Uhuk-uhuk." Bellanca terbatuk-batuk.


"Aduh kamu kenapa sayang? pelan-pelan makannya. Ini minum airnya." Andri berlari mengambil air minum dan memberikan ke Bellanca yang sedikit panik.


"Ini gara-gara kamu." lugas Bellanca.


"Aku kenapa?" Andri tampak binggung.


"Kamu telah menodai mata ku. Dengan tubuh mu itu." sungut Bellanca.


"Seksi ya." goda Andri sambil membisikkan ditelinga Bellanca.


Bulu kudunya terasa meremang Bellanca hanya mengangukkan kepalanya. Andri langsung tersenyum wajahnya terlihat berbinar-binar seperti memancarkan cahaya dimata Bellanca.


"Emb, suami ku." gumam Bellanca pelan.


Andri langsung membungkam Bellanca dengan ciuman maut Andri.


"eeemmhhh." ******* keluar dari mulut Bellanca.


Membuat Andri semakin semangat menggendong Bellanca ke atas ranjang. Mereka saling bertatapan beberapa detik Andri mencium kening Bellanca.


"Aku janji akan pelan-pelan. Mau ya?" pinta Andri.


Bellanca hanya menganggukkan kepala dan melanjutkan aktifitasnya bersama Andri. Andri mulai menghujani ciuman setiap jengkal ditubuh Bellanca. Andri sangat menyukai badan Bellanca yang begitu harum. Pemanasan mulai bergairah dan memanas Andri sudah tak tahan langsung secara perlahan memasukkan miliknya ke tempat Bellanca.


"Aaaakkhhh." Bellanca meraung kesakitan.


Andri langsung membungkam dengan mulutnya dan melakukan secara perlahan. Sampai mereka lelah dan beristirahat Andri memeluk Bellanca mencium kening Bellanca.


"Aku benci kamu." desis Bellanca.


Mata Andri langsung melotot kaya mau copot."Apa lagi salah ku?" sungut Andri tidak mau kalah.


"Kenapa kita nggak nikah dari dulu jika rasanya seenak ini." wajah Bellanca memerah, Andri mengeratkan pelukannya.


*****


"Kamu mau kemana?" tanya Randi.


"Mau pulanglah om. Mau kemana lagi coba." jawab Renita.


"Ini jauh lo dari rumah kamu. Tidur disini aja ya. Semua keluarga pada tidur hotel." rayu Randi.


Akhirnya Renita dan Randi ke resepsionis untuk memesan kamar hotel. Dan ternyata semua kamar dihotel telah dibooking karna ini weekend. Renita menghembuskan napasnya dengan kasar.


"Yaudh kamu tidur dikamar aku aja. Nanti biar aku tidur sofa." ujar Randi.


"Bener om." Renita dengan wajah yang semringah.


"Iya bawel." Randi berjalan meninggalkan Renita.


Saat pintu lift terbuka mereka berdua tak sengaja bertemu Ferdinan dan Riana.


"Mama sama papa mau kemana malam-malam begini?" tanya Randi penasaran.


"Ada klien papa penting mengajak bertemu. Kalian mau kemana?" selidik Riana.


"M-mau tidur ma." Randi terbata.


"Satu kamar?" Riana menyegitkan dahi.


"Iya ma. Soalnya gada kamar lagi. Semua udah dibooking." celoteh Renita.


"Astaga Renita. Kamu percaya sama Randi. Jika kalian tidur berdua tidak akan terjadi apa-apa?" Riana memicingkan matanya.


"Apa-apaan si ma. Nggak usah mikir aneh-aneh." sahut Randi.


"Lalu papa gimana ma?" tanya Ferdinan.


"Ya papa tidur sama Randi lah." ujar Riana dengan santai.


Ferdinan dan Riana pergi menemui klien, Renita dan Randi masuk dalam kamar.


"Mama ini nggak bisa liat anak laki-lakinya bahagia." gerutu Randi.


"Om." panggil Renita.


"Hem." Randi duduk dengan tenang disofa.


"Masak aku tidur pakek kaya gini? nggak nyaman om."


"Oke, aku akan temui mama. Dia punya baju ganti lain atau tidak. Kamu tunggu disini." titah Randi.


Renita sambil menunggu Randi mengambil baju ganti, ia memilih mandi.


"Nyaman sekali berendam dibathtub." gumam Renita hingga tertidur.


Satu jam kemudian Randi kembali ke kamar hotel, ia mencari keberadaan Renita tidak ada di kamar. Randi melihat tas dan ponsel Renita tergeletak diatas meja.


"Kemana lagi ni bocil." gumam Randi.


Akhirnya Randi mencoba memanggil Renita di kamar mandi tidak ada jawaban sama sekali. Randi membuka pintu kamar mandi melihat sekeliling melihat Renita bersandar di bathtub.


"Astaga."


Randi melihat semua tubuh Renita tanpa tertutup busa hanya terendam air. Mungkin busa sudah menghilang karena Renita lama berendam. Randi panas dingin melihat tubuh Renita di matanya sangat indah.


"Re." panggil Randi sambil menggoyangkan lengannya.


"hem." Renita mengusap matanya dan menatap Randi belum sadar.


"Aaaaaa!!! Om keluar Om!" teriak Renita.


Randi keluar dari kamar mandi dengan gelisah rasanya ada sesuatu yang menegang. Randi hanya bisa menahannya dengan tersenyum miris.


"Ya tuhan." gumamnya."Banyak bisikan setan ini." Randi duduk disofa.


Renita ikut keluar dari kamar mandi sudah memakai baju tidur cukup seksi. Model dres bahan tipis berwarna hitam aga sedikit menerawang.


"Om kenapa bajunya kaya gini si. Tipis banget." keluh Renita.


Randi mendekati Renita dengan mengendurkan dasinya menatap Renita dengan lekat. Randi meraih pinggang Renita dan memindahkan tubuh Renita ke atas ranjang ditindihnya tubuh Renita dengan tubuh Randi.


"Om mau ngapain?" selidik Renita sambil memdorong tubuh Randi.


Randi bukan pergi dari atas tubuh Renita malah menambah menindih tubuh gadis kecil itu. Randi membukam bibir tipis Renita dengan bibirnya. Randi membuang dasi yang melekat dilehernya dan membuka kancing kemeja yang ia kenakan. Ciuman semakin memanas Renita mencoba memberontak, apa daya tubuh kecil itu tidak ada tenaga.


"Sialan om Randi! liat aja kamu om. Selesai ini kamu akan ku mutilasi! ya tuhan bantu aku." batin Renita.


Ternyata tuhan mendengar doa Renita suara bell berbunyi berulang kali dan Randi menghentikan aktifitasnya.


"Siapa lagi sih! ganggu aja orang lagi ***-***." gerutu Randi.


Randi turun dari ranjang memakai kemeja lagi dengan kemejanya mulai kusut. Randi membuka pintu taraaaa, siapa itu? hayo tebak. Ah otor main tebak-tebakkan.


Siapa lagi kalo bukan Nyonya Riana, sudah berdiri tegap ingin memaki anak laki-lakinya.


Bersambung....


Happy reading guys,


Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.


Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.


Terimakasih atas dukungan kalian.


1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤


Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55


#salamhalu