
Vira mendapatkan pesan dari Andri merasa tidak senang."Bisa-bisanya Andri membalas pesan dari ku seperti itu!" batin Vira.
****
Bellanca duduk di belakang taman mansion. Memikirkan bagaimana hubungannya dengan Andri harus mengambil langkah seperti apa. Tiba-tiba mata Bellanca ditutupi dengan tangan."Jagan bercanda sayang," ucap Bellanca mengira itu Andri. Reyno mendengar panggilan sayang sangatlah senang mendekap Bellanca dari belakang. Saat Bellanca membalikkan badan ternyata Reyno. Bellanca langsung melepas dekapan Reyno. Tanpa disangka Andri pun datang melihat ke jadian barusan mengepalkan tangan,"bugh" Andri melayangkan pukulan ke perut Reyno beberapa pukulan.
"Mampus kau!" ucap Andri.Bellanca mencoba memisahkan Andri dan Reyno.
"Kamu berani menyentuh wanita ku. Akan ku hancurkan dunia mu!" Andri mulai geram.
"Memang kamu siapa? berani mengancam ku! kamu hanya sekedar pelayan untuk Bellanca." ucap Reyno dengan sombong.
"Akan ku perlihatkan siapa diri ku. Setelah dunia mu hancur!" teriak Andri.
Bellanca mendekati Reyno melayangkan sebuah tamparan begitu keras."Kamu hidup di dunia hiburan! tak akan lama lagi! akan ku hancurkan dunia mu! pergi dari sini! jagan pernah kamu menemui ku! jika tidak ingin mati!" hardik Bellanca.
Bellanca dan Andri meninggalkan Reyno ditaman belakang mansion. Bellanca berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Saat membuka pintu kamar Andri pun mengekori Bellanca.
"Kamu mau ngapain? ngikut mulu. Atau ada masalah dikantor?" Bellanca memberondong banyak pertanyaan. Bellanca duduk di sofa kamarnya sibuk memainkan ponsel.
"Jika Nona hamil gimana?" ucapan Andri mengalihkan perhatian Bellanca dari ponselnya.
"Aku tidak tau Dri. aku harus bagaimana? jika dirahim ku ada bayi. Ah, baru sekali kita lakukan tidak mungkin hamil." Bellanca terlihat lesu.
Andri memeluk bellanca dan menangkup wajah Bellanca."Mau hamil atau tidak. Kita akan tetap menikah paham?! jangan samakan aku dengan pria lain. Aku pasti bertanggungjawab apa yang telah ku perbuat."
"Besok kita pergi temui papa ku. Kita minta izin untuk menikah." Andri menggenggam tangan Bellanca.
Saat Andri keluar kamar Bellanca."Cie, yang mau season two ya?" goda Randi. Ke duanya melirik Randi dengam sorot mata yang tajam. Randi hanya cengar-cengir melihat Andri dan Bellanca.
"Mau ke mana Ran?" tanya Bellanca.
"Mau cari ke bahagiaan kak," ucap Randi.
"Dasar jomblo, happy-happy terus?!" ledek Bellanca.
"Cih, yang baru punya pacar aja sombong." Randi tanpa menunggu balasan dari Bellanca memilih cepat-cepat kabur.
"Dasar anak kurang ajar!" hardik Bellanca. Bellanca menemani Andri turun ke bawah. Andri pamit untuk pulang dan mencium kening Bellanca.
*************
Di sebuah club malam. Randi melihat vira berlengak-lengok asik berjoget di kelilingi beberapa pria tampan.
"Dasar murahan! kenapa aku bisa menyukai wanita seperti itu dulu?!" batin Randi.
Tiba-tiba ada yang menepuk pundak Randi."Melamun aja woy!" teriak Thomas di telinga Randi.
Randi duduk di bar,"sialan lo!"
Randi bercerita kejadian menimpa Bellanca kepada thomas. Agar thomas membantu mengerjai Vira.
"Gila! Vira bisa ngelakuin hal rendahan kaya gitu. Cari masalah. Tenang aku punya ide buat dia mabok aja bro." ide Thomas.
Vira menghampiri Randi dan Thomas lagi duduk dibar."Hay, boleh ikut gabung?" tanya Vira.
"Gabung aja kali Vir, kaya baru kenal aja." ucap Thomas.
Saat vira mencoba merayu Randi. Thomas memasukan sesuatu diminuman Vira. Agar vira bisa lepas kendali. Randi bisa membalas dendamnya.
Saat Vira mulai lepas kendali. Randi meninggalkan Vira bersama thomas."Gue pulang dulu lo urus ni orang. Jijik gue liat mukanya!"
"Siap bro. Akan gue buat Vira jadi makanan buaya cacingan," ucap Thomas dengan tawa.
Saat di depan pintu keluar tidak sengaja Randi di tabrak seorang wanita."Hey lo punya mata nggak sih!" ucap Renita mulai geram.
"Lo yang nabrak gue! kenapa lo yang marah-marah! dasar anak kecil! nanti lo di cariin orang tua lo sana pulang! udah jam satu pagi ini!" Randi membalas ucapan Renita.
"Siapa yang anak kecil hah!! gue udah umur depalan belas tahun! udah punya KTP norak!!" Renita masuk dalam club dengan muka masam.
"Sial banget sih gue ketemu anak kecil nyebelin." Batin Randy.
*******
"Aku udah coba hubungi Andri tidak ada jawaban sama sekali." ucap Bellanca.
"Kakak mau aku antar ke apartemen?" tanya Randi.
"Nggak usah sok perhatian deh?! kamu Ran." Sindir Bellanca.
" Salah lagi salah lagi. Nanti nggak peka di marah lagi." Randi merajuk.
Bellanca berdiri mendekati Randi mengacak-acak rambut sang adik."Kakak diantar Pak Dirman aja."
"Kakak!!! berantakan kan." ucap Randi.
Didepan mansion Pak Dirman membukakan pintu mobil untuk Bellanca."Pak antar saya ke apartemen Andri sekarang. Nanti bapak selesai antar saya pulang saja."
Pak Dirman meninggalkan Bellanca sudah sampai di apartemen Andri. Bellanca menekan tombol lift pintu terbuka. Bellanca masuk ke dalam lift ada yang menyentuh pundaknya."Sorry tidak sengaja," ejek Monica.
Bellanca melirik Monica dengan
tajam. Saat pintu terbuka kembali monica keluar terlebih dahulu.
"Sorry, sengaja!" Bellanca menyentuh pundak monica hingga terjatuh.
"Aaauu!!! gila kamu ya. Sakit tau." Monica mencoba berdiri.
Bellanca di depan pintu apartemen Andri membunyikan bell berulang kali tapi tidak ada jawaban.
"Katanya situ pacarnya? masak nggak tau pasword apartemen Andri." ejek Monica.
Bellanca berpikir keras mengingat-ingat paswordnya."Mati aku kalo salah pasword ke mana si ni Andri!" batin Bellanca.
Bellanca mencoba membuka pintu apartemen percobaan pertama gagal.
"Kelihatan sekali jika kamu tidak dianggap oleh Andri. Pasword aja nggak tau." Ejek monica.
Bellanca mencoba ke dua kalinya dan ternyata bisa terbuka."Nggak usah sok tau deh! aku hanya bercanda tadi. Bye, orang nggak penting!" ejek Bellanca.
Monica mendengar perkataan Bellanca hanya bisa mengumpat dalam hatinya.
Bellanca cepat-cepat menutup pintu lalu mencari Andri dalam apartemen."Andri!!!" teriak Bellanca panik.
Bellanca melihat Andri tertidur di lantai mencoba membangunkan."Dri, bangun Dri! jangan buat aku takut." Bellanca menangis.
Bellanca memegang Andri dengan suhu badan Andri begitu tinggi."Aku nggak apa-apa sayang." suara Andri begitu lembut.
Bellanca mencoba memapah Andri ke kamar."Halo sin, tolongin aku sekarang ke apartemen Andri. Dia demam aku kirim kan lokasi lewat pesan." Sambung Bellanca lewat telepon.
Lima belas menit kemudian, Sinta datang untuk memeriksa Andri."Kamu apain Bell? Andri tidak berdaya gini?" candaan Sinta.
"Kamu nggak liat aku panik gini sSn? kamu masih bisa bercanda." ucap Bellanca.
"iya-iya maaf." Sinta tertawa.
Setelah Sinta selesai memeriksa Andri."Andri hanya demam aja kok nggak usah panik gitu. Jaga kesehatan Dri, jangan banyak begadang. Kamu harus minum vit c biar daya tubuh kamu kuat. Liat tu Bellanca nangis-nangis nggak jelas." ejek Sinta.
Bersambung guys.....
Happy reading guys,
Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.
Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.
Terimakasih atas dukungan kalian.
1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤
Jangan lupa follow ig dewi_masitoh55
#salamhalu