
Alaska melangkah gontai masuk ke dalam rumahnya. Sama sekali tidak ada raut bahagia di wajah pria itu seolah-olah dunianya sudah hancur dan ia tidak bisa berdiri tegak lagi.
Kehidupan yang sekarang adalah kehidupan palsu yang terpaksa dijalani oleh pria tersebut tanpa dikehendaki olehnya. Namun apa daya ketika takdir harus mengatakan bahwa ia akan mengalami masa-masa sulit seperti ini.
Mendapatkan orang yang sangat disayangi dan dibutuhkan di dalam ruang hatinya adalah sesuatu yang paling menyakitkan yang pernah dilakukan oleh Julian. Pria tersebut bahkan tidak bisa berbuat apa-apa untuk mempertahankan Julia terus berada di sampingnya dan ia malah menyerah begitu saja.
Tapi ini bukanlah akhir dari segalanya. Mungkin sekarang ia telah gagal mempertahankan Julia untuk bersamanya akan tetapi ia akan berusaha terus-menerus hingga Julia hidup berdua dengannya.
Tidak peduli apa kata dunia yang terpenting hidupnya adalah untuknya. Alaska pun menarik nafas panjang dan lalu kemudian menghembuskannya secara perlahan. Pria itu menatap ke arah rumahnya yang reot dan seketika pikirannya untuk merubah nasi keluarganya pun semakin menggebu-gebu.
Ia akan membuktikan kepada Julia dan keluarga wanita itu bahwa ia bisa sukses dan apalagi pria tersebut memiliki kapasitas otak yang sangat berbeda dengan yang lainnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Alaska adalah dewa belajar yang sangat hebat. Semua orang hampir mengakuinya hanya saja ia terus menyembunyikan bakat yang dimiliki olehnya.
Laki-laki itu pun masuk ke dalam rumahnya dan menata sang ibu yang tengah memasak di dapur. Bekas bentakannya kepada sang Ibu kemarin membuat hati Lela sangat sakit. Namun ia berusaha untuk sesabar mungkin karena Lela juga tahu bahwa Alaska memiliki masalahnya sendiri.
Alaska masih bersalah dengan apa yang telah dilakukannya malam tadi kepada ibunya. Tadi malam ia sangat kacau dan bahkan tidak bisa berpikir dengan jernih sama sekali sehingga ia tanpa sadar membentak ibunya. Pria itu baru menyesal setelah sadar membentak ibunya. Hari ini ia pun memutuskan untuk meminta maaf kepada ibunya atas segala kesalahan yang telah Ia perbuat.
Tidak peduli dengan gengsinya yang sangat tinggi akan tetapi ia akan berusaha untuk membuat keadaan kembali menjadi miliknya.
"Mama, mengenai masalah yang semalam aku mohon maaf. Aku tahu bahwa diriku semalam tidak bisa mengontrol perasaanku sehingga aku tanpa sengaja membentak Mama."
Lela yang sedang memasak itu langsung mematikan kompornya. Anaknya ini benar-benar sangat peduli kepadanya. Walaupun ia sempat merasa sakit hati tapi Lela sudah memakan apa yang telah dilakukan oleh Alaska.
"Hsyut, tidak usah berkata seperti itu. Aku juga sudah memaafkan menjadi tidak perlu peduli lagi."
Alaska pun menarik nafas panjang dan lalu kemudian menghampiri ibunya. Laki-laki tersebut langsung memeluk tubuh ibunya dengan cukup erat. Air mata yang dari tadi ditahan oleh Alaska tidak bisa dibendung lagi. Laki-laki tersebut menangis sejadi-jadinya di pundak ibunya. Ia ingin mencurahkan segala isi hatinya kepada sang ibu. Tapi entah kenapa sangat berat.
"Alaska, apa yang telah menyebabkan mu sampai seperti ini, Nak?"
Alaska masih ditanggung rasa dilema. Apakah ia harus mengatakan yang sebenarnya kepada ibunya atau menyimpannya seorang diri dan menahan rasa sakit ini sendirian.
Tapi Alaska sungguh tidak kuat dan bahkan pria itu semakin menangis di dalam pelukan sang ibu. dibutuhkan oleh Alaska.
"Maaf Mama, tapi aku... Aku bertemu dengan Julia."
Lela langsung melepaskan pelukannya dari Alaska. terlihat jelas dari raut wajah wanita itu yang sangat terkejut mendengar anaknya bertemu dengan wanita tersebut. Bahkan ia selalu berusaha untuk menghindari Alaska bertemu dengan Julia.
Tidak disangka dengan kekuatan hati, Alaska kembali bertemu dengan wanita itu lagi. Bahkan Lela yang terus membantu kegiatan alas kabut tidak bisa mencegahnya.
"Apa yang kau maksud Alaska? Kau bertemu dengan Julia lagi? Apakah yang kau katakan itu benar? Kau.."
"Maaf Mama, bukan maksudku untuk menyakiti hatimu. Tapi itulah kenyataannya."
Sang Ibu sampai sesak nafas mendengarnya. Alaska sangat panik dan lalu kemudian membawa ibunya duduk terlebih dahulu lalu mereka membicarakan hal tersebut.
"Alaska, kau tahu apa yang kau katakan ini? Kau bertemu dengannya lagi apakah kau tidak takut dengan masalahmu kemarin? Cukup hubungan kalian sampai di situ saja. Mama tidak ingin melihatnya di penjara lagi."
"Tapi Alaska tidak bisa Mama. Julia adalah segalanya buat Alaska. Ini adalah pertama kalinya aku merasakan jatuh cinta dan wanita-wanita peduli padaku. Bahkan sebelumnya tidak ada yang seperti itu kepadaku. Mama tahu, pendapatanku akhir-akhir ini berasal dari kantor yang kami dirikan bersama beberapa minggu ini. Bahkan dia membantuku untuk menjual karya-karyaku sehingga aku bisa menghasilkan uang untuk kalian."
Sang Ibu sangat terkejut mendengar pernyataan konyol anaknya itu. Yang benar saja Alaska menghasilkan uang dari karyanya tersebut atas bantuan Julia. Itu artinya jika mereka memiliki kantor, lantas bagaimana nasib kantor itu sekarang.
"Lalu apa yang membuatmu sampai sesedih ini? Apakah karena kau tidak direstui oleh orang tuanya? Sudah kukatakan orang kaya itu belagu. Carilah orang yang sepantaran denganmu tidak usah banyak memilih."
Alaska lagi lagi menggelengkan kepalanya. "Aku akan berusaha seperti apapun agar bisa mendapatkan Julia. Dia sekarang kembali ke Amerika padahal ya terus memaksa untuk kuliah di Indonesia demi aku. Julia tidak ingin balik ke Amerika, jadi karena aku memikirkan orang tuanya dan juga keluarga kita aku pun memutuskannya. Itulah yang membuatku galau sampai sekarang dan tidak bisa melakukan apapun. Aku benar-benar bingung Mama."
Alaska pun menghapus air matanya dan lalu kemudian tersenyum lebar. Ia berusaha untuk melawan dunianya yang begitu menyedihkan.
"Bahkan sampai sekarang pun kau belum mengerti Alaska? Itu tandanya mereka tidak ingin menerimamu. Tapi hanya karena kau yang terus memaksanya. Lalu bagaimana orang tuanya?"
"Tampaknya Julia benar-benar frustasi dengan aku memutuskan hubungan ini. Selain itu juga Julia kehilangan ingatannya." Lela terkejut mendengar pengakuan anaknya tersebut.
Jadi apa yang ia dengar selama ini dari para tetangga pacarnya Alaska tersebut memang benar-benar kehilangan ingatannya. Ia kira hanya gosip semata di mana warga mengada-ngada. Jika benar apa yang dikatakan oleh para warga tersebut lantas dari mana mereka mengetahuinya?
"Jadi dia benar kehilangan ingatannya? Lalu kenapa ia bisa mengingatmu?"
Alaska pun menarik nafas panjang dan menatap ke depan dengan pandangan kosong.
"Awalnya kita tidak saling mengenal saat bertemu kembali. Aku pun merasa asing dengan Julia Tapi saat melihat Julian di sampingnya barulah aku menyadarinya. Julia mengingat hubungan ini karena setelah bertemu denganku. Orang tuanya sampai sekarang belum mengetahui bahwa Julia kembali mengingat-ingatannya."
Ibunya tersebut pun menepuk jidat. Kenapa masalah percintaan anaknya bakal serumit ini. Iya kira bakal ada keajaiban yang memudahkan kisah kehidupan anaknya, tak disangka-sangka malah lebih rumit dari dugaannya.
"Sudah aku katakan jika memiliki hubungan dengan orang kaya itu banyak mudaratnya. Kenapa sampai sekarang kau belum mengerti dengan ucapanku?"
"Karena apa yang Mama harapkan tidak sejalan dengan hatiku. Mama aku telah lulus UGM, tapi aku juga ikut tes kuliah di Harvard. Aku akan ke Amerika jika lolos."
Seketika itu juga mata Lela langsung membelalak.
"Yang benar saja kau Alaska?! Kau akan ke Amerika? Kau pikir kau itu siapa? Banyak sekali uang mu."
Alaska tersenyum lebar dan menundukkan kepalanya. Mamanya ada benarnya tapi ia tetap akan melakukan tantangan itu bagaimana pun caranya.
"Mau seperti apa lagi, hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku akan berkuliah di universitas yang sangat diimpikan oleh orang lain."
Mamanya tidak masalah jika mereka memiliki banyak uang. Masalahnya kuliah di universitas membutuhkan budget yang sangat tinggi. Bahkan banyak orang kaya sendiri pun tidak bisa mengkuliahkan anaknya di tempat itu. Ia tahu secara otak anaknya mampu untuk berkuliah, namun secara ekonomi dapatkah mereka untuk mengantarkan anaknya ke Amerika?
_________
TBC
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA DAN KOMEN.