Alaska

Alaska
Part 26



Perlahan Julia mengerjapkan matanya beberapa kali. Wanita itu menatap bingung ke arah sekitarnya. Akan tetapi ia berusaha untuk bangkit namun rasa sakit di kepalanya dan tubuhnya membuatnya tidak dapat bergerak sama sekali hingga ia pun terdiam membeku.


Apa yang sudah terjadi kepadanya? Kenapa ia melupakan banyak hal hingga ia tidak mengingat kenapa dia bisa berada di rumah sakit. Julia menatap ke sekitar dan ia melihat jika kakaknya ada di sampingnya.


Akan tetapi wajah Julia menunjukkan keterkejutan yang sangat mendalam. Bagaimana mungkin kembarannya itu bisa sedewasa ini? Seingatnya Julian kemarin masih terlihat imut dan tidak seperti ini.


"Julian," lirih Julia dengan suara yang serak. Tidak ada yang menyadari bahwa Julia sudah tersadar dari komanya.


Wanita itu berusaha untuk membangunkan Julian, namun ia tak bisa membangunkannya karena pria itu tidak bergerak sama sekali ketika ia memanggilnya. Sementara itu ketika ia hendak menyentuh pria itu akan tetapi tangannya sulit untuk digerakkan. Julia benar-benar membenci kondisinya saat ini hingga membuatnya tidak bisa melakukan apapun. Ia berusaha mengingat apa yang sebenarnya terjadi hingga ia menjadi mayat hidup yang hanya bisa terbaring. Tapi tidak semudah itu mendapatkan ingatannya kembali. Kepalanya sungguh sakit saat ia berusaha memaksa mengingat segalanya.


Perlahan Julian pun merasakan ada pergerakan di samping nya. Laki-laki itu membuka matanya dan ia terkejut melihat Julia yang saat ini tengah sadarkan diri.


"Julia, kau sudah sadar?" tanya Julian dengan sangat semangat. Selama di rumah sakit Julian lah yang selalu menemani Julia.


Tunggu dulu kenapa ada hal yang aneh lagi? Suara kakaknya sungguh berbeda dan sangat berat. Wanita ia mengerutkan keningnya sesaat. Dulu memang di masa pubertasnya Julian sudah memiliki suara yang berat namun kali ini suara Julian lebih ngebas.


"Apa yang terjadi denganmu kakak? Kenapa kau sangat berbeda sekali? Kau terlihat tua dari umurmu, padahal bukannya kau masih umur 15 tahun? Selain itu kau tinggi sekali. Apa yang terjadi padamu suaramu juga berubah. Aku juga kenapa di rumah sakit? Apa yang terjadi kepada ku? Tubuh ku sakit semua dan tak bisa bergerak." Segala pertanyaan mengalir dan membuat Julian tercengang.


"Julia?" tanya Alaska tidak percaya. Benarkah ini adiknya? Apakah Julia telah kehilangan ingatannya? Tidak, tidak mungkin Julia kehilangan ingatannya.


Tidak ingin mengejutkan Julia, Julian pun memanggil dokter. Tak lama dokter pun datang untuk memeriksa Julia. Dokter tersebut sempat terkejut melihat Julia yang sudah sadarkan diri. Ia berusaha untuk mengecek kondisi Julia saat itu juga.


Selesai mengecek kondisi Julia, ia langsung diam ketika sudah mengetahui apa yang sebenernya terjadi hingga membuat Julia tidak mengingat untuk 3 tahun belakangan ini.


Dokter meminta agar Julian menanyakan beberapa pertanyaan mengenai hal-hal yang terjadi kepada Julia 3 tahun belakangan ini. Benar saja Julia tidak bisa mengetahuinya yang ia ingat hanyalah masa-masanya di umur 15 tahun di mana mereka baru masuk SMA.


"Sepertinya Julia kehilangan ingatannya 3 tahun belakangan ini. Anda bisa ikut ke ruangan saya untuk saya jelaskan yang lebih rinci lagi."


Julian pun menganggukkan kepalanya dan melirik sebentar ke arah adiknya sebelum ia meminta izin kepada Julia meninggalkan wanita itu sendiri bersama dengan beberapa perawat.


Julia sempat menolak dan tidak ingin sendirian di tempat ini. Ia tak mengenal siapapun, dan bahkan wanita itu tak mengetahui kenapa sebabnya ia bisa berada di rumah sakit.


"Suster. Apakah aku kehilangan ingatanku? Apakah saat ini aku dirawat di rumah sakit karena terjadi sesuatu kepadaku?" Julia mulai merasa curiga kepada dirinya sendiri.


"Saya belum bisa menyampaikan informasi yang lebih pasti. Tapi kemungkinan Anda memang kehilangan ingatan Anda beberapa tahun belakangan ini."


Julia langsung terdiam dan ia berusaha untuk memaksakan ingatannya tapi tetap saja tidak dapat.


_______


Alaska menatap ke arah kantor polisi sebelum ia benar-benar pergi. Selama 3 tahun ia dipenjara akhirnya dirinya bisa bebas. Orang tuanya juga sudah datang menjemputnya.


Alaska tidak sabar untuk pulang ke rumah dan melihat bagaimana keadaannya sekarang ini. Tapi tetap saja Alaska merasa sangat sedih ketika mengingat kembali apa yang diperbuatannya.


"Anak ku, kau baik-baik saja bukan? Tidak terjadi apapun kepadamu, kan? Mereka semua tidak menyiksamu, kan?"


"Mama tenang saja. Aku baik-baik saja."


"Bagus jika seperti itu, kau harus pulang ke rumah, mama juga sudah memaksakan makanan yang kau sukai. Kau pasti tidak sabar, kan?"


Alaska mengangguk lemah. Ia bahagia ketika orang tuanya telah bisa menerima dirinya dan memaafkan perbuatannya. Walaupun Alaska sendiri tidak bisa menoleransi apa yang telah ia lakukan. Ini sudah 3 tahun lebih semenjak kejadian itu dan ia tidak tahu bagaimana keadaan Julia saat ini.


"Mama, apakah tidak ada kabar darinya? Dia selamat?"


Lela memandang ke arah anaknya dengan tatapan serius. Memang tidak seharusnya, Alaska mengetahui kebenarannya. Membohongi Alaska itu adalah jalan yang terbaik.


"Mama tidak tahu kabarnya sampai sekarang. Kau jangan memikirkannya lagi, itu adalah urusan keluarganya. Cukup dengan memberikan ginjalmu itu sudah membayar semuanya. Tidak usah mencari kabarnya lagi, jelas-jelas itu hanyalah kecelakaan tapi mereka tidak pernah mau memaafkanmu." Lela juga terkadang masih merasa kesal dengan kejadian itu.


Alaska diam dan tak tahu harus mencari kabar dari Julia.


"Apakah dia selamat Mama? Katakan saja, aku ingin mengetahuinya bukan ingin mencari dirinya."


Lela tampaknya tak bisa membohongi anak ini. Jika Tidak diberitahu kebenarannya pasti Alaska akan terus mendesak. Namun sangat disayangkan ia memang tidak tahu banyak mengenai Julia.


"Mama sama sekali tidak mengetahuinya tapi seingat ku dia dibawa ke Amerika Serikat setelah melakukan operasi ginjal. Bagaimana kabarnya sekarang mama tidak mengetahuinya."


Apakah Alaksa harus melupakannya? Tapi kenapa rasanya sangat berat?


_________


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA. TERIMA KASIH SEMUANYA YANG SUDAH MEMBACA.