Young Papa

Young Papa
Tujuh



Beberapa tahun yang lalu...


Dua anak laki laki sedang duduk di depan SMA, mereka berdua adalah Soobin dan Sungjae.


Saat masih SMP Sungjae seringkali mengajak Soobin untuk menemaninya menunggu Sora muncul dari gerbang sekolah.


Ia tak melakukan hal aneh selain hanya duduk dan menunggunya. Sungjae hanya ingin melihat wajahnya sebelum pulang.


" Ini sudah hari duapuluh kau mengajakku untuk melakukan hal ini." ucap Soobin ia sedikit mengeluh.


" Kau tak mau menemaniku?!" lirik Sungjae, Soobin lalu mengalihkan matanya.


" Bukan tak mau. Aku cuma takut jika nanti kita dikira stalker. Lihat anak anak itu, mereka sepertinya hafal dengan muka kita."


" Sebentar lagi. Sebentar lagi dia keluar."


Benar kata Sungjae. Tak beberapa lama kemudian Sora keluar, ia tertawa bersama dengan teman temannya. Rambutnya yang panjang ia biarkan terurai. Membuat Sungjae tersenyum kecil tiap kali melihatnya.


Namun ekspresi Sungjae berubah ketika Jung Woon berjalan mengikuti Sora di belakangnya.


" Dia sudah memiliki seorang pria." ucap Soobin.


Sungjae hanya diam. Lalu bangkit dari duduknya kemudian berlalu pergi meninggalkan Soobin.


" Tunggu aku!!" teriak Soobin.


Perasaan Sungjae berawal hanya mengagumi gadis cantik bernama Lee Sora tersebut. Ia tak menginginkan hal lain kecuali bisa melihatnya setiap hari seperti yang ia biasa lakukan seperti tadi.


Ia bahkan tak berharap bisa menjadi kekasihnya karena ia menyadari ada tembok besar yang menghalangi mereka. Bukan karena Jung Woon. Namun karena Sora adalah anak orang kaya sedang Sungjae, hanyalah anak dari orang biasa.


Sora sering menyapa Sungjae saat bertemu jika tak ada Jung Woon didekatnya, karena ia tau jika anak laki laki polos tersebut menyukainya.


" Kau Sungjae kan?!" Sora bertanya pada Sungjae ketika mereka bertemu didepan sekolah.


Sungjae mengangguk, pipinya merona karena itu pertama kalinya Sora menyapanya.


" Sepertinya aku sering melihatmu disekitar sini. Apa kau sekolah disini?" tanyanya lagi.


" Ah, bukan. Aku bukan murid dari sekolah ini."


" Siapa dia?" Jung Woon muncul dari belakang Sungjae tiba-tiba. Matanya melirik tajam pada Sungjae.


Soobin yang mengerti akan situasi tersebut langsung membawa Sungjae pergi dari mereka berdua.


" Apa? Dia hanya anak SMP. Jangan bilang kau cemburu padanya." Sora lalu meninggalkan Jung Woon yang masih kesal karena Sungjae dianggap sudah menganggu kekasihnya.


Ia masih menatapnya tajam walau Sungjae sudah menghilang dari pandangannya.


***


" Ada apa ini?" tanya Sungjae saat merasakan atmosfer buruk di dalam minimarket.


" Ada sesuatu yang harus aku periksa di gudang." Sungjae langsung masuk ke gudang tanpa melihat ke arah Sora.


" Ini... Jaketnya sudah aku cuci. Terimkasih. " Sohyun mengulurkan paper bag tersebut pada Sungjae.


" Kau bisa memberikannya disekolah besok." Sungjae menerima paper bag tersebut.


" Tidak apa apa. Aku sekalian ingin jalan jalan disekitar sini. Jadi aku berikan sekarang saja." ucap Sohyun.


Ia merasakan sebuah tatapan dingin dari arah Sora. Ia begitu tak menyukai Sohyun dari pertama melihatnya.


" Tunggu dulu." ucap Sora menghentikan langkah Sohyun yang hendak berjalan meninggalkannya.


" Aku belum selesai bicara."


Sohyun berhenti, namun Sungjae menepuk pundaknya dan menyuruhnya lekas pergi.


" KAU TAK MENDENGARKU!!!" teriak Sora pada Sohyun hingga urat di lehernya terlihat.


Sungjae menatap arah Sohyun.


" Apakah ini sifat aslimu?" ucap Sungjae ia menghampiri Sora dan mengajaknya pergi dari minimarket.


Sungjae meminta maaf pada Baekyung karena suasana di minimarket menjadi buruk karena perbuatan Sora.


Sohyun melihat Sungjae dan Sora pergi meninggalkan minimarket bersama. Ia menggandeng gadis yang ia kira adalah kekasih Sungjae.


" Apakah dia adalah kekasih Sungjae?" gumam Sohyun.


***


" Kau menyukai gadis itu?" tanya Sora ia berdiri tepat didepan Sungjae. Jaraknya hanya terpaut satu meter diantara mereka.


" Kenapa kau menanyakan hal itu? Aku menyukainya atau tidak itu bukan urusanmu."


" Kau sudah banyak berubah ya?" ucap Sora sinis.


" Kau yang membuatku berubah seperti ini."


Sora menunduk. Ada sedikit rasa penyesalannya pada Sungjae karena telah membuatnya menderita.


" Aku minta maaf." ucap Sora pelan.


Sungjae diam dan menghembuskan nafas beratnya.


" Aku sudah memaafkanmu. Jadi mulai sekarang. Jangan muncul dihidupku lagi." Sungjae berbalik namun tangannya diraih oleh Sora.


" Tak bisakah kau mencintaiku seperti dulu lagi? "