
Bab ini teruntuk yang nungguin Young Papa. Jangan lupa likenya~~
💦💦
"Benarkah?" Soobin yang baru saja diberitahu oleh Sungjae mengenai hubungan Sohyun dan Yoo Jung yang tak baik pun langsung merasa bersalah padanya. "Terus aku harus bagaimana? Lagi pula dia tak menyukaiku 'kan?"
"Memangnya kamu tahu isi hatinya. Bisa saja dia mengatakan hal itu padahal dia masih menyukaimu." Sungjae langsung keluar dari toilet.
**
Di sisi lain.
Yoo Jung membalikkan badannya demi mengobrol dengan Sohyun. Sikapnya yang sok imut benar-benar membuat Sohyun muak.
"Jadi lelaki mana yang kamu sukai?" tanya Yoo Jung penasaran.
"Bukan urusanmu." Sohyun tak melirik sedikit pun pada sepupunya itu.
"Kenapa? Kau takut mereka berdua akan menyukaiku 'kan? Kau takut kejadian lama akan terjadi lagi?" Yoo Jung seakan sengaja memprovokasi Sohyun.
Kedua alis Sohyun bertaut. Ia kesal mendengar ucapan Yoo Jung. Sepupunya itu seakan tak merasa bersalah padanya sedikitpun.
"Terserah! Kalau kau mau merebut mereka dariku silakan! Aku hanya akan melihatnya sekarang."
Yoo Jung menaikkan sudut bibirnya. Senyum sinis terulas menandakan jika Sohyun sudah masuk dalam umpannya.
"Jangan bilang kau jauh-jauh pindah ke sini hanya untuk mengganguku."
Yoo Jung tak menjawabnya. Ia hanya tersenyum, ia menyapa Soobin yang baru saja duduk di sebelahnya.
Kini Soobin melihat Sohyun canggung. Ia merasa tak enak karena bersikap seperti itu kepadanya.
Yoo Jung yang melihat Soobin sibuk memperhatikan Sohyun menarik ujung bajunya dan berpura-pura bertanya mengenai pelajaran tadi pagi.
**
"Aku juga ikut!" seru Soobin dari belakang. Membuat keduanya menoleh.
"Aku juga," ucap Yoo Jung.
"Kau mau ke mana? Bukankah rumah bibi tidak searah denganku?" tanya Sohyun mencoba lebih tenang. Karena ia tahu Yoo Jung hanya sengaja ingin memancing emosinya.
"Aku mau ke tempat minimarket Sungjae. Soobin yang mengajakku." Yoo Jung mengucapkan hal itu dengan entengnya yang dibalas tatapan malas oleh Sungjae.
"Kalian pulang berdua saja. Aku masih ada urusan dengan Sohyun." Sungjae terpaksa berbohong demi menyelamatkan posisi Sohyun saat ini.
Sungjae yang melihat wajah bingung Sohyun langsung menarik lengannya, tanpa menunggu persetujuan darinya.
"Tapi kan aku mau ikut kalian!" seru Soobin tanpa digubris oleh Sungjae. "Aku sepertinya tidak pernah bilang akan ke tempat Sungjae denganmu," gumam Soobin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Tak apa-apa. Minimarket dia dekat dengan rumah Sohyun 'kan? Aku sekalian mau mampir ke rumahnya hari ini."
Yoo Jung melenggang dengan percaya diri bahkan tanpa meminta pendapat terlebih dahulu pada Soobin.
**
Entah mau ke mana mereka berdua. Namun Sohyun bersyukur bisa pergi dari hadapan Yoo Jung saat itu.
Ponsel Sungjae tiba-tiba berbunyi. Ibunya menelponnya untuk menyuruhnya segera pulang karena Hyeri sedang rewel.
Sungjae menatap Sohyun bingung. Ia tak tahu harus bagaimana sekarang? Haruskah dia mengajak Sohyun ke rumahnya. Ataukah berbohong lagi kepadanya.
"Kamu mau main ke rumahku dulu?" tawar Sungjae sedikit ragu, nadanya mulai rendah karena tak percaya diri. Ia takut jika ditolak oleh Sohyun saat itu.
"Boleh. Aku ingin bertanya soal matematika tadi pagi juga, boleh 'kan?"
Sungjae mengangguk kemudian tersenyum. Akhirnya mereka berdua pulang berdua menggunakan bus untuk ke tempat Sungjae.
Sohyun memandang wajah Sungjae melalui kaca jendela bus. Ia tersenyum.