Young Papa

Young Papa
Perasaan yang Menggelitik



Sungjae melangkah ragu ketika hampir tiba di rumahnya. Lebih tepatnya dia takut jika Sohyun mengetahui jika dirinya sebenarnya telah memiliki Hyeri.


Namun di sisi lain, dia ingin mengenalkan Hyeri kepadanya. Ia tak ingin berbohong kepada Sohyun. Entah apa alasannya, namun dia hanya ingin mulai jujur kepadanya.


Dan sebenarnya, Sohyun sudah mulai melupakan gosip Sungjae yang kata orang-orang telah memiliki seorang anak. Apakah itu benar atau bukan. Dia tak pernah mempermasalahkan hal tersebut. Karena sekarang dia sudah bisa menilai jika Sungjae adalah lelaki yang baik.


"Aku akan membuka pintu, tapi aku harap kamu jangan terkejut," ucap Sungjae sedikit cemas. Tangannya sudah siap memutar kenop pintu.


Sohyun memandang Sungjae tak mengerti, apa arah maksud pembicaraannya tersebut.


"Eoh," jawab Sohyun.


Lalu ketika Sungjae membuka pintu. Sebuah suara riang dan tubuh kecil yang menggemaskan berlari ke arahnya dan memanggilnya papa.


"Appa.. Appa!" panggil Hyeri terus mengulang kata papa. Ia menoleh ke belakang punggung Sungjae dan penasaran dengan gadis yang menatapnya gemas.


"Appa?" gumam Sohyun ia menatap Sungjae.


Sungjae menggendong Hyeri kemudian mengenalkan pada Sohyun, "kupikir kamu harus tahu sendiri, sebelum orang lain memberitahu mengenai masalah ini." ucap Sungjae.


Sohyun mengulurkan tangannya pada Hyeri dan di sambut oleh anak itu senang. "Ah, lucunya." Sohyun menatap wajah Hyeri dan Sungjae bergantian. Namun dia tak menemukan kemiripan sama sekali dengannya. "Namamu Hyeri ya?" lanjutnya.


"Cantik," ucapnya kemudian.


Sungjae tersipu malu. Dia lega mendapati Sohyun yang tidak kecewa dengannya.


Kemudian tak berapa lama muncul ibu Sungjae muncul dari dapur. "Kamu sudah pulang?" tanya ibu Sungjae kemudian sedikit terkejut ketika melihat anaknya pulang dengan seorang gadis. Itu adalah untuk pertama kalinya Sungjae membawa seorang teman perempuan.


"Perkenalkan nama saya adalah Sohyun." Sohyun sedikit membungkukkan badannya sebagai perkenalan pertamanya.


Ibunya Sungjae tersenyum melihat Sohyun. "Kalau begitu ibu tinggal ya, ada pekerjaan hari ini. Makanan sudah ibu siapkan di dapur kalian bisa makan di sana. Oh ya Hyeri belum makan. Dari tadi dia ngambek minta bertemu denganmu," ucap ibunya kemudian menghilang di balik pintu.


Sohyun dan Sungjae saling menatap canggung. Itu artinya rumah Sungjae sekarang hanya ada mereka bertiga.


"Mau makan dulu?" tawar Sungjae pada Sohyun. Sohyun membalasnya dengan anggukan, kemudian menundukkan wajahnya. Mengapa ia tiba-tiba menjadi malu pada situasi ini.


"Sebentar lagi adikku perempuan akan pulang. Jadi, jangan khawatir." Sungjae yang seakan tahu perasaan Sohyun mencoba menenangkannya.


"Eoh," jawab Sohyun singkat.


Di ruang makan.


Ternyata mereka tak bisa makan dengan tenang karena Hyeri tak membiarkan Sungjae bisa makan dengan normal. Ia terus menganggu ayahnya itu dengan mengambil sendoknya.


"Biar aku gendong Hyeri dulu," usul Sohyun dia sudah berdiri di samping kursi Sungjae.


"Apa tak apa-apa?"


"Tentu." Sohyun mengulurkan tangannya pada Hyeri kemudian anehnya anak itu menurut saja pada Sohyun ketika dia menggendongnya. "Aigo, cantiknya," puji Sohyun membuat anak kecil itu tertawa terkekeh.


Sungjae menatapnya dengan senang. Pandangannya pada Sohyun berubah menjadi lebih lembut. Seakan tatapan... kalian pasti tahu 'kan maksud author?


Sungjae tak sengaja tertawa saat melihat Hyeri mencoba menarik rambut panjang Sohyun. Sedang perempuan itu menjadi malu karena kejadian itu.


"Hyeri, andwae...," ucap Sungjae namun Hyeri langsung mencebik. Ia marah pada Sungjae.


"Tak apa-apa." Sohyun tersenyum pada Sungjae.


"Sebentar lagi aku selesai, tunggu sebentar lagi." Sungjae menyendok suapan terakhirnya kemudian mencuci piring dan mangkoknya di wastafel.


Ia membawa satu mangkok makanan untuk Hyeri. "Apa kau mau mencobanya?" ledek Sungjae pada Sohyun. Membuat Sohyun refleks mencubit lengan Sungjae.


Keduanya kemudian tertawa disusul oleh Hyeri yang tidak tahu mengapa kedua remaja itu tertawa.


"Kau makanlah dulu, nanti kalau Hyeri tidur. Aku akan mengajarimu matematika yang tadi."


Sohyun mengangguk. Kemudian berjalan menuju dapur.


Sama halnya Sungjae, Sohyun menatap Sungjae yang sedang berusaha keras menyuapi Hyeri. Mengapa Sungjae nampak manis? Mengapa dia begitu berbeda? Ia nampak seperti lebih dewasa saat bersama dengan Hyeri. Ada sebuah perasaan yang menggelitik hatinya saat itu.


spoiler next part!!!!


Soobin menekan tombol kode pass pintu Sungjae. Ia masuk tanpa permisi karena ia pikir itu sudah hal biasa dilakukannya.


Namun matanya membelalak kaget ketika menemukan pemandangan yang mengejutkan di depannya. Apa yang sedang dilakukan oleh Sungjae dan Sohyun? Mengapa mereka berdua seperti itu?