Young Papa

Young Papa
Cinta Kotak-kotak



Ada yang nungguin Young Papa? Klik like dan jangan lupa komen biar author rajin up. Komen gak bayar kok 😁


----


Yoo Jung membisikkan sesuatu pada gurunya yaitu Seungi Saem. Kemudian arah matanya langsung tertuju pada sekelompok bangku yang berada di sudut kelas. Mereka adalah Soobin, Sohyun dan Sungjae.


"Kim Miran, kau pindah ke depan ya! Yoo Jung akan duduk di sana," perintah Seungi. Yoo Jung langsung tersenyum penuh kemenangan.


Dia akhirnya berjalan dengan percaya diri diiringi tatapan iri oleh teman-temannya yang lain. Bagaimana bisa ia mendapat tempat duduk yang telah lama diincar oleh gadis-gadis di kelas itu?


"Lama tak jumpa," sapa Yoo Jung pada Sohyun. Sedang Sohyun seperti mau tak mau melihat wajahnya.


"Kalian saling kenal?" tanya Soobin penuh antusias. Namun Sungjae diam dan mengamati ekspresi Sohyun yang kurang nyaman.


"Kau pindah duduk sini." Sungjae berdiri mengambil tasnya. Ia ingin bertukar tempat pada Sohyun. "Cepat, sebelum aku berubah pikiran," katanya lagi.


Sohyun menurut saja ketika Sungjae memintanya untuk pindah. Sedang Soobin menatap mereka bergantian. Ia merasa jika dirinya saja yang tak memahami situasi tersebut.


"Tolong jangan berisik." Sungjae bermonolog meski itu untuk menyindir Yoo Jung.


Ia sama sekali tak tertarik dengan anak baru tersebut. Lain halnya dengan Soobin, lelaki itu nampak bersemangat dan malah mengajak mengobrol Yoo Jung.


"Istirahat mau keliling sekolah ini?" Soobin dengan senang hati menawarkan hal tersebut pada Yoo Jung. Disambut anggukan mantap oleh sepupu Sohyun itu.


Sohyun menatap mereka dari belakang dengan kesal. Entah Yoo Jung tahu atau tidak perasaan Sohyun pada Soobin. Yang jelas pemandangan itu sangat mengesalkan dirinya.


Sungjae menatap Sohyun dari samping. Kemudian memandang Soobin dan Yoojung bergantian. Ia merasa jika di antara dua gadis itu pasti ada masalah yang rumit.


"Istirahat temani aku ke perpustakaan." Sebuah tulisan dari halaman paling belakang Sungjae diarahkan pada Sohyun.


Sohyun menatapnya bingung. Namun ia mau saja.


"Apa kau lulus dari lomba itu?" tanya Sohyun dalam bentuk tulisan.


Sungjae menatap Sohyun dan mengangguk.


"Tapi juara tiga," jawabnya dalam kertas.


"Entahlah. Aku cuma berharap bisa sekolah hingga lulus nanti."


Sungjae tersenyum pada Sohyun.


"Semangat!" Itu adalah jawaban terakhir Sohyun lalu keduanya saling terkekeh bersama hingga mengalihkan perhatian Soobin dan Yoo Jung.


**


"Aku hari Minggu ada jadwal menyanyi di luar kota. Kau tak ikut?" tanya Sungjae sambil berbisik. Ia berdiri di rak buku yang depannya ada Sohyun.


"Aku akan ikut kalau kau mengajakku. Aku akan ijin pada ayahku," bisik Sohyun pada Sungjae.


Mereka berdua menghabiskan waktu istirahatnya dengan mencari buku yang diperlukan untuk tugas yang besok akan dikumpulkan.


Namun kedamaian Sohyun terusik ketika Yoo Jung tiba-tiba berdiri di sampingnya dengan Soobin.


Perasaannya mulai tak enak ketika gadis itu mulai bersikap sok manja pada Soobin. Itu jelas sekali jika hanya dibuat-buat.


Sohyun menatap malas kemudian pergi dari hadapan mereka berdua.


Sungjae yang melihat Sohyun tiba-tiba pergi langsung mengangkut buku yang ia perlukan. Ia menggelengkan kepalanya pada Soobin.


Sepertinya Sungjae harus mengatakan sesuatu pada Soobin tentang Sohyun dan anak baru tersebut. Agar dia bisa menjaga sedikit perasaannya meski itu bukan urusannya.


Soobin melirik ponselnya.


Sungjae: Temui aku di toilet laki-laki


Soobin: Ada apa?


Sungjae: Buruan!


Soobin memasukkan kembali ponselnya kemudian mengantarkan Yoo Jung ke kelas.