Young Papa

Young Papa
Dua Belas



Sungjae menjejakkan kakinya di sekolah daerah Busan, tempat dilaksanakannya lomba fisika. Berkali-kali ia menghembuskan nafas panjangnya karena gugup.



Ia ditemani oleh guru Lee (seunggi) selaku wali kelasnya juga. Sekolah sudah di penuhi oleh siswa siswa dari sekolah yang berbeda. Mereka semua terlihat sama penampilannya dengan seragam. Hanya beberapa yang membedakan dan jelas nampak mana sekolah elit dan biasa.


" Kau gugup?!" tanya guru Lee ia mengamati muridnya yang dari tadi terlihat gugup.


Sungjae mengangguk dan melihat kebanyakan dari mereka nampak seperti murid yang pintar.


" Mereka sepertinya sangat pintar." ucap Sungjae, ia merasa rendah diri.


" Lalu kau?!" tanya guru Lee.


" Eoh?!" Sungjae tak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh guru Lee.


" Dasar anak nakal. Jika kau tidak pintar mana mungkin kau bisa sampai sini." guru Lee mengacak acak rambut Sungjae hingga berantakan.


Awalnya guru Kim mengajukan diri pada guru Lee agar dialah yang menemani Sungjae ke Busan. Namun setelah mendengar cerita dari Soobin saat Sungjae belajar berdua di rumah guru Kim, ia menolaknya dengan halus. Guru Lee takut jika akan terjadi hal yang tak diinginkan pada Sungjae.


" Demi Hyeri, kau harus melakukan yang terbaik." ucap guru Lee menyemangati Sungjae.


Sungjae mengangguk lalu meninggalkan guru Lee sendirian. Karena ia akan mengambil nomor pendaftaran dan pergi ke ruang kelas yang sudah di tentukan.


Total ada dua ratus sekolah yang ikut dalam perlombaan tersebut. Setiap tahunnya lomba tersebut diadakan di Busan. Hadiah yang paling di incar oleh sekolah adalah mendapatkan predikat sekolah terbaik, termasuk kepala sekolah Sungjae.


Namun Sungjae tak mempedulikan hal itu. Karena dia hanya ingin bisa menamatkan sekolah yang tinggal beberapa bulan lagi.


.


.


.


Sungjae masuk ke dalam ruangan yang masih terdapat tiga orang siswa. Total siswa yang berada diruangan hanya berjumlah sepuluh saja. Itu bertujuan agar pengawas lomba bisa mengantisipasi bentuk kecurangan yang dilakukan oleh para peserta lomba.


Ia kemudian duduk di sebuah nomor bangku yang sudah di berikan oleh panitia padanya. Sungjad berada di barisan paling depan, dan itu membuatnya semakin gugup.


Tak lama kemudian seorang siswa masuk ke dalam ruangan menarik perhatian Sungjae. Ia mengamati siswa tersebut, Sungjae nampak familiar dengan wajah anak laki laki itu. Siswa yang baru masuk kemudian duduk di bangku belakang.


"Ong Seongwu???!!" gumam Sungjae.


Ia lalu teringat dengan teman sd nya waktu itu yang tiba-tiba pindah sekolah karena ibunya menikah lagi. Seongwu tak pernah memberitahukan kemana ia pindah dan memberi kabar pada Sungjae. Hingga membuatnya melupakan wajah teman masa kecilnya tersebut.


Sungjae tersenyum. Ia tiba-tiba teringat kembali masa kecilnya bersama Seongwu yang sangat menyenangkan waktu itu. Hingga tak sadar jika beberapa guru dan pengawas sudah masuk ke dalam ruangan membawa lembar soal tes.


.


..


.


.


.


Sungjae sengaja menunggunya di depan kelas. Seongwu menatap wajah Sungjae lama lalu tersenyum, mereka saling berpelukan setelah Seongwu mengingat Sungjae.


" Kau juga ikut lomba disini?!" tanya Seongwu, nampak sekali jika ia sangat senang bisa bertemu dengan teman masa kecilnya tersebut.


" Eoh, kau juga?!"


Seongwu mengangguk. Ia tak menyangka akan bertemu dengan Sungjae dan sekarang menjadi rival dalam lomba tersebut.


Mereka tak bisa langsung pulang pada hari itu. Karena tes mereka di bagi beberapa tahap. Dan tahap terakhir akan memperebutkan juara pertama hingga ketiga di depan juri.


***


Di tempat yang lain di hari yang sama.


Setelah meminta ijin pada ibu So Hyun, Minhyuk mengajak So Hyun untuk makan malam di luar. So Hyun hanya menyetujuinya karena tak enak pada Minhyuk yang sudah jauh jauh datang ke rumahnya hanya untuk mengajaknya makan malam.


Mereka makan malam di sebuah restoran yang tak jauh dari rumah So Hyun. Minhyuk menggandeng tangan So Hyun dan membawa masuk ke dalam sebuah restoran.



Namun mata So Hyun tak sengaja melihat Soobin sedang bersama dengan seseorang.


" Soobin..." gumam So Hyun.


Minhyuk melirik So Hyun matanya ke arah tempat duduk yang menghadap ke luar restoran tersebut.


" Laki laki yang mengantarmu tadi ya?" tanya Minhyuk.


" Eoh, iya." jawab So Hyun canggung.


Lalu ia sengaja membawa So Hyun ke dekat tempat duduk Soobin yang sedang mengobrol dengan seorang wanita.


Wanita itu adalah Sora. Soobin terkejut ketika mendapati So Hyun duduk berada di tempat yang tak jauh darinya begitupun Sora.


" Sepertinya dia wanita yang pernah ku temui di minimarket tempat Sungjae bekerja." gumam So Hyun lagi.


Minhyuk merasa terganggu karena perhatian So Hyun teralihkan oleh orang lain.


Tiba tiba Soobin berdiri dan berjalan menghampiri meja Sohyun.


" Bisa kita bicara sebentar diluar?!"ucap Soobin.


Mata So Hyun menatap tajam pada Soobin. Ia tak menyukai sikap Soobin yang menurutnya sangat tidak sopan padanya.


" Kau tak melihatnya dia sedang bersamaku saat ini?!" ucap Minhyuk kesal.