Young Papa

Young Papa
Konflik Sungjae



Soobin dan Sohyun mematung, ketika tangan Sungjae ditarik paksa oleh dua pria berjas hitam untuk masuk ke dalam mobil yang baru saja membawa Sora.


Sungjae tentu saja tak bisa melawan karena kalah jumlah dan tenaga. Sungjae masuk diikuti oleh Sora setelahnya.


Lelaki itu hanya diam. Memandang datar di depannya.


"Jalankan mobilnya," perintah Sora pada supir yang ada di depan. Sedangkan satu lagi pria duduk di samping Sungjae, menghalanginya jika ia akan kabur.


"Kamu sudah tahu 'kan apa jawabanku?" tanya Sungjae tanpa menatap wajah Sora. Dia sudah muak. Hidupnya yang mulai tenang harus kembali menegang karena kehadirannya lagi.


"Setidaknya ijinkan aku menemui anakku." Sora memandang wajah Sungjae dari samping. Perasaan yang dulunya biasa saja untuk lelaki itu entah mengapa kini tumbuh dalam hatinya. Meskipun ia sudah memiliki Jung Woon yang akan menjadi suaminya nanti.


"Anakmu?" Sungjae berdecih, tersenyum sinis pada Sora. "Sejak kapan kamu mulai sadar jika memiliki seorang anak?"


"Aku ingin tes DNA! Aku akan mengajukan ini pada pengadilan."


Ucapan terakhir Sora membuat ekspresi Sungjae mengeras. Itu adalah ancaman terbesar bagi Sungjae. Karena sudah pasti DNA Hyeri akan cocok dengannya.


"Bukankah hidupmu mengalami kesulitan setelah memiliki anak itu? Apa kamu tak ada niatan untuk mengembalikannya padaku?"


"Kenapa tiba-tiba? Ini sangat aneh buatku," ucap Sungjae, matanya memicing menatap Sora.


Entahlah ... mengapa tiba-tiba Sora menginginkan Hyeri. Bukankah itu mencurigakan?


Niat sebenarnya Sora hanya menginginkan Sungjae. Ia memakai Hyeri hanya untuk membuat lelaki itu menyerah. Tapi semuanya sudah terlambat karena Sungjae kini sudah mati rasa padanya.


Terlebih lagi mengingat bagaimana dulu Sungjae terus dibodohi dan hanya dipakai oleh Sora sebagai tameng baginya.


Sungjae bahkan sempat trauma untuk jatuh cinta lagi karena mengingat kesalahan yang sebenarnya tak pernah ia perbuat.


Lelaki itu harus menanggung semuanya saat dia tidak melakukan apa-apa. Dan kini Sora memintanya kembali? Apakah ia pikir Sungjae bodoh?


**


Soobin dan Sohyun saling berpandangan usai mobil yang membawa Sungjae pergi.


"Sungjae tidak akan kenapa-kenapa 'kan?" tanya Soobin pada Sohyun.


"Tak tahu, kenapa kamu bertanya padaku? Memangnya aku cenayang?" Ucapan dari Sohyun terdengar begitu ketus di telinga Soobin. Mengapa gadis yang baru saja menyatakan perasaannya kepadanya kini malah seakan selalu emosi terhadapnya?


**


Pukul delapan malam, jalan dekat minimarket tempat Sungjae bekerja.


Sohyun membatalkan pertemuannya dengan Soobin di minimarket Sungjae karena dia akan merasa tak enak padanya. Dia tak ingin menganggu pekerjaan Sungjae hanya untuk membicarakan hal-hal konyol dengan Soobin.


Gadis itu tahu jika Soobin hanya akan mengatakan alasan klise. Namun sebelum Soobin mengatakannya, Sohyun lebih dahulu bilang jika Sohyun sebatas menyukainya dan tak ada keinginan yang lebih.


Tapi anehnya, Soobin merasa kecewa dengan pernyataan dari Sohyun itu. Ia berpikir jika Sohyun akan memintanya untuk menjadi kekasihnya. Tapi ternyata tidak.


Soobin hanya menelan senyumnya waktu itu. Dan menatap Sohyun pergi keluar dari kafe.


"Sungjae!" teriak Sohyun pada bayangan yang kini tengah terduduk lemah bersandar pada dinding gang kecil itu.


Sohyun berlari dan menghampiri pria yang kini telah babak belur. Ada seseorang yang menghajar dirinya. Tapi kenapa sangat parah?


"Kamu tak apa-apa?" tanya Sohyun kemudian. "Ah, maafkan aku. Pertanyaanku pasti terdengar sangat konyol," gumamnya. Ia kemudian membantu Sungjae berdiri dan memapahnya membawa masuk ke dalam minimarketnya.


Terpaksa Sohyun meminta bantuan Soobin agar membantu Sungjae menjaga minimarketnya. Padahal baru semenit yang lalu Sohyun mengatakan pada Soobin agar tidak berhubungan lagi. Tapi nampaknya hanya di lisan saja.


"Kamu tunggu di sini. Aku akan membeli obat untukmu," ucap Sohyun setelah mencari-cari obat di minimarket Sungjae tidak ada.


Gadis itu langsung berlari menuju apotek terdekat demi membeli obat untuk Sungjae.


Tak lama kemudian, Soobin datang dengan napas terengah-engah. Dia terkejut mendapati temannya itu sudah banyak luka di wajah dan tubuhnya.


"Siapa yang membuatmu seperti ini!" serunya pada Sungjae.


*Jadi author mau ngasih tahu. Kalau author ada beberapa novel lain yang lagi jalan juga.


Mungkin buat kalian yang suka horror misteri bisa Cek novel yang judulnya Wandering Spirit.


Yang suka komedi bisa baca Three Mba Getir, kolab dengan author Tika dan Yulia Rohana. Buat yang suka roman ala indo bisa cek novel yang judulnya Berbagi Kekasih colab dengan author Yulia Rohana.


cerita ini tetep lanjut sampe tamat. meskipun update-nya gak teratur.tolong terus dukung novel iniπŸ’™πŸ’œ