Young Papa

Young Papa
Cemburu



Sungjae melewati koridor kelas dengan pandangan aneh dari murid-murid lainnya. Mereka sudah pasti berpikiran jika Sungjae berkelahi lagi seperti yang sudah-sudah. Tapi dia mencoba untuk tidak peduli pada pandangan buruk mereka. Yang ia inginkan hanya lulus sekolah dari SMA itu dan bekerja demi Hyeri.


Ya, Hyeri anaknya yang entah kapan Sora akan mengambilnya. Wanita itu belum membahasnya lagi sejak insiden ia dipukuli. Mungkin Sora akan menunggu waktu yang tepat untuk membicarakannya pada lelaki itu.


Saat masuk ke kelas dia sudah menemukan bayangan Sohyun sedang menekuri buku tulisnya. Bibir Sungjae secara tak sadar tersenyum. Sejak kapan dia menjadi seperti itu pada Sohyun?


"Annyeong!" sapa Soobin ia memukul pundak Sungjae, ia memandang wajah Sungjae dari samping. Terlihat jika temannya itu sedang melihat ke arah Sohyun.


"Ah, gadis itu. Benar-benar membuatku bingung," gumam Soobin sambil menggelengkan kepalanya.


Sungjae langsung meliriknya sekilas. "Sekarang kau tahu 'kan? Bagaimana rasanya dibuat bingung oleh seseorang?" Sungjae berangsur pergi setelah mengucapkan kalimat itu pada Soobin.


"Yya! Kau tahu? Hari ini akan ada anak baru lagi," ungkap Soobin saat ia meletakkan tasnya.


Sungjae tak peduli, sedang Sohyun menghentikan aktifitasnya sebentar. Menghela napas kemudian membuangnya kasar. Ia sudah bisa menebak jika anak baru itu pasti Yoo Jung sepupunya.


"Kenapa? Kau mau menggodanya?" tanya Sungjae meledek Soobin.


"Tak mungkin. Pasti dia yang akan menggodaku duluan. Kau tau sendiri. Jika aku pintar dan tampan," ucap Soobin dengan bangga. Ia meletakan jari dan jempolnya di bawah dagunya seakan membanggakan wajahnya yang memang tampan itu.


"Wajah tampan dan otak pintar saja tidak cukup kalau lelaki tidak bisa peka," gumam Sohyun tanpa memandang Soobin. Ia kembali membaca buku pelajarannya.


Sungjae terkekeh mendengar Sohyun mengatakan hal tersebut. Sepertinya akan ada perang dingin di antara mereka berdua.


"Tapi kau menyukaiku 'kan?" Soobin duduk di kursinya dengan badan menghadap Sohyun. Bahkan ia menyejajarkan kepalanya pada Sohyun.


Sohyun menatap Soobin dengan senyum miringnya. "Itu kemarin. Kalau hari ini sepertinya sudah tak ada perasaan itu lagi," ucap Sohyun namun matanya bergetar. Nampak jelas jika dia berbohong. Soobin yang dibalas tatapannya oleh Sohyun malah salah tingkah.


Jantungnya berdesir ketika melihat mata gadis itu begitu dekat. Ia tak pernah merasakan hal itu sebelumnya. Namun kali ini berbeda. Apa mungkin Soobin mulai menyukai Sohyun?


Sungjae mengangguk gugup. Perhatian dari Sohyun yang tiba-tiba membuat jantungnya ikut berdebar kencang juga.


Bagaimana jika dua lelaki itu menyukai satu gadis yang sama? Mungkin salah satu di antara mereka akan mengalah.


Akan tetapi, Sungjae sadar. Jika lelaki yang disukai Sohyun hanyalah Soobin. Ia sengaja bersikap kasar padanya hanya untuk menutupi rasa malunya setelah pernyataan perasaannya kemarin.


Diam-diam Sungjae sering melihat Sohyun memandang punggung Soobin dari mejanya. Kemudian tersenyum kecil, ia benar-benar jatuh cinta pada sahabat Sungjae itu.


**


Guru masuk setelah bel berbunyi tak lama kemudian. Ia membawa seorang gadis di belakangnya. Sohyun menatapnya malas. Dia benar-benar Yoo Jung. Gadis itu serius dengan ucapannya. Kali ini apa yang akan diambil dari Sohyun?



Sohyun bahkan tak mendengarkan perkenalan yang Yoo Jung ucapkan waktu itu. Dia masih sibuk dengan coretan-coretan pada buku tulisnya.


Sungjae merasa ada yang aneh pada gelagat Sohyun. "Apa kau mengenalnya?" tanya Sungjae, Sohyun langsung melirik ke arah Sungjae.


"Tidak, aku tidak mengenalnya," jawab Sohyun ia mengerutkan bibirnya.


"Wah, dia sangat cantik!!" Soobin berdecak senang dan mengatakannya di depan Sungjae dan Sohyun. Alhasil bangkunya ditendang keras oleh Sungjae.


Soobin benar-benar tidak peka. Dia bahkan tak bisa menjaga perasaan seorang gadis yang menyukainya.


Tangan Sungjae bersedekap dan memandang Soobin dengan alis satu terangkat. "Kenapa?" bisik Sungjae, mulutnya menunjuk arah papan tulis.


Soobin melirik Sohyun sebentar. Rupanya dia hanya ingin membuat Sohyun cemburu.