
Soobin nampak bosan. Sejak masuk kelas tadi pagi, ia hanya duduk di bangkunya karena sahabatnya Sungjae sedang di Busan untuk mengikuti lomba fisika.
Ia berkali-kali menoleh ke arah meja So Hyun yang berada di belakangnya. Dan berusaha mengusir kebosanannya dengan mengajaknya mengobrol.
" Ah aku bosan." ia memutar kursinya hingga menghadap ke arah So Hyun.
So Hyun yang waktu itu sedang mengerjakan pekerjaan rumah terkejut karena Soobin tiba-tiba menghadap ke arahnya.
So Hyun hanya menghela nafasnya.
" Pekerjaan rumah tapi dikerjakan di sekolah. Ck! Dasar kau ini?!" Soobin lalu mengambil bukunya lalu memberikannya pada So Hyun.
So Hyun nampak senang dengan niat baik Soobin.
" Tapi ada syaratnya."
Pundak So Hyun melemas. Ia sudah berkecil hati saat Soobin mengajukan syarat padanya.
" Temani aku ke kantin."
" Itu saja?!"
Soobin mengangguk antusias.
" Setuju?!!" So Hyun langsung merebut buku Soobin lalu menyalinnya dengan cepat.
" Sekolah sangat membosankan jika tak ada Sungjae." keluh Soobin ia memainkan buku yang ada di samping So Hyun.
" Sepertinya kalian sudah seperti saudara kembar yang tak bisa dipisahkan." gumam So Hyun namun matanya sibuk dengan bukunya.
Tak berapa lama So Hyun sudah terlihat menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Lalu Soobin mengajaknya pergi menuju kantin untuk makan.
" Siang ini menunya donkatsu?!" ucap Soobin.
" Aku tak begitu tertarik dengan makanan di sekolah."
" Kenapa?? Karena kau tak memiliki teman makan saat istirahat kan?!"
Ucapan Soobin tepat mengenai sasaran.
" Bukan begitu." So Hyun melihat murid murid perempuan di sepanjang koridor terus memperhatikannya.
Ia tau jika mereka hanya iri karena bisa berjalan dengan Soobin.
" Sepertinya aku melakukan kesalahan." gumam So Hyun.
Soobin melihatnya berhenti, lalu ia menggandeng So Hyun. Dan tatapan murid-murid perempuan tersebut berubah berapi api.
" Tak usah takut selama kau tidak berada jauh dariku." ucap Soobin ia tidak mempedulikan murid perempuan yang terus mengeluarkan nada kecewa padanya.
..
.
.
Setelah mengantri tak begitu panjang akhirnya mereka berdua mendapatkan makanannya dan duduk di barisan tengah. Lalu seorang perempuan menuju ke arah Soobin dan memberikan yogurt padanya.
Soobin tersenyum dan mengucapkan terimakasih walaupun akhirnya ia memberikan Yogurt tersebut pada So Hyun.
"Katanya tidak suka makanan di sekolah. Tapi kau sudah hampir menghabiskannya." goda Soobin.
" Aku kelaparan gara-gara kau ajak lari barusan." kilahnya.
" Aku?!! Menyukai Sungjae? "
" Hemmm. Kau menyukainya bukan? "
" Kenapa kau berpikir seperti itu? "
" Hanya saja.. Akhir akhir ini aku merasa jika kalian semakin dekat."
So Hyun terdiam. Alasannya semakin dekat dengan Sungjae karena ia bekerja sambilan di agensi ayahnya. Dan Soobin sampai sekarang belum mengetahui tentang pekerjaan lain yang Sungjae sembunyikan dari Soobin.
" Hei?!! Aku benar?! " tanya Soobin lagi.
" Eng.. Tidak. Bukan seperti yang kau pikirkan jadi tenang saja. Lagipula aku dan dia adalah teman sebangku, tak mungkin kan jika aku dan dia tidak lekas akrab. Yang ada malah canggung."
Soobin memanyunkan bibirnya. Ia nampak imut sekali waktu itu membuat So Hyun tertawa di depannya.
" Apa apaan ini?! Apa dia menyukaiku?!" batin So Hyun.
" Kau kembali ke kelas duluan saja. Aku ingin pergi ke toilet." ucap So Hyun saat meletakkan nampan makanannya di wastafel.
" Baiklah."
***
Toilet nampak sepi waktu itu. Tak biasanya saat jam istirahat toilet tak ada murid perempuan yang memakainya. Karena tidak menaruh curiga akhirnya So Hyun masuk ke dalam toilet.
Saat So Hyun masuk ke dalam toilet dua oranng perempuan menampakkan dirinya di toilet, mereka ingin merencanakan hal jahat pada So Hyun.
Mereka memberi tanda toilet sedang rusak di depan pintu. Lalu mereka mematikan lampu toilet dan mengunci ruangan tersebut dari luar.
So Hyun terkejut saat ruangan menjadi gelap. Dan ia baru menyadari jika ia di kunci di dalam bilik toilet.
"Apa ada orang di luar?!! Tolong aku?!!!" teriak So Hyun.
" Toiletnya rusak?" tanya salah satu murid yang ingin memakai toilet tersebut namun dihalangi oleh murid yang mengunci So Hyun.
" Iya rusak. Kau pakai toilet di lantai pertama saja." jawabnya.
" Hey?! Serim. Bagaimana jika kita ketauan?!" bisik Hyena pada Serim. Pelaku yang sedang mengerjai So Hyun.
" Sst!! Tutup mulutmu!!"
Lalu mereka berdua meninggalkan So Hyun yang berteriak meminta tolong di dalam toilet.
.
..
.
.
.
Soobin melihat bangku So Hyun masih kosong. Ia penasaran kemana perginya So Hyun yang sejak tadi pamit pergi ke toilet.
" Kemana sih anak ini?!" gumamnya
💜
Aku nggak tau mau lanjutin cerita ini atau nggak 😔