Young Papa

Young Papa
Empat Belas



So Hyun meletakkan tasnya di bangkunya. Ia melirik sedikit ke arah sebelahnya. Tas yang nampak seperti milik Sungjae sudah tergeletak di sana. Tapi sepertinya dia tidak begitu peduli.


Ia duduk lalu membuka buku pelajarannya. Rupanya dia lupa mengerjakan pekerjaan rumahnya karena masalah kemarin. Ya, masalah hatinya dengan Soobin.


Ada perasaan aneh tiap kali dia mengingat dia dengan wanita yang bernama Sora tersebut. Terasa sesak dan tak nyaman.


Bayangan yang baru saja ia pikirkan datang dengan Sungjae. Kedua laki-laki itu sepertinya dalam suasana hati yang baik. Sungjae yang tak biasa memberikan sapaan pada Sohyun, tiba-tiba menyapanya dengan canggung.


Sedangkan Soobin memberikan kode pada Sohyun agar tidak mengatakan apa yang ia lihat kemarin.


"Kau sedang apa?" tanya Soobin pada Sohyun. Ia melihat malas ke arah Soobin. Dia sendiri juga bingung mengapa dirinya begitu sensitif tiap kali melihat wajah laki-laki tersebut.


"Mengerjakan tugas," jawab Sohyun sekenanya kemudian dia kembali mengerjakannya. Dia balapan dengan waktu yang tersisa sedikit lagi.


Soobin yang tiba-tiba kelabakan sepertinya juga melupakan tugasnya. Tak biasanya dia akan seperti itu.


Sungjae hanya menatap mereka berdua bergantian tak mengerti dengan apa yang mereka ributkan.


"Memangnya ada tugas?" tanya Sungjae ia duduk di sebelah Sohyun.


"Eoh, tapi mungkin akan ada pengecualian untukmu karena kau tidak ada di sini kemarin." Soobin langsung mengerjakannya dengan secepat kilat. Namun tetap saja waktu tak akan cukup.


Guru masuk ketika Soobin dan Sohyun masih sibuk dengan tugasnya. Namun sepertinya keberuntungan tidak berpihak pada mereka berdua.


Sohyun dan Soobin dihukum karena tak mengerjakan tugas dan terpaksa harus menerima hukuman dengan berdiri di lorong depan kelas selama pelajaran berlangsung.


"Kalian berdua berdiri di depan kelas sampai pelajaran selesai!" perintah guru bahasa Inggris tersebut sambil mengetuk-ngetukan bukunya di atas meja.


Soobin dan Sohyun berdiri dan menerima hukuman tanpa perlawanan. Mereka berdiri berdua. Ya, hanya berdua saja. Membuat suasana sedikit canggung setelah apa yang terjadi kemarin.


Soobin yang mendengar pertanyaan tak masuk akal itu sontak menoleh dan menggedikkan kepalanya.


Bagaimana dia bisa menyukai seseorang yang sudah menyakiti sahabatnya itu?


"Apa maksudmu? Aku menyukai Sora Nuna?" Soobin terkekeh dia seperti ada ide untuk mengerjai Sohyun.


Sohyun diam tak mengatakan apa-apa.


"Apa aku salah?" tanyanya lagi.


"Apa kau menyukaiku?" Soobin membalikkan pertanyaan tanpa menjawab apa yang membuat Sohyun penasaran padanya.


Pipi Sohyun memerah mendengar pertanyaan mendadak dari Soobin. Namun sayangnya pertanyaan yang keluar dari mulut Soobin sebenarnya hanyalah asal-asalan darinya saja. Tapi sepertinya Sohyun masuk dalam umpannya.


Ekspresinya berubah, dia tak bisa menutupi rasa gugupnya. Soobin yang menyadarinya hanya memandang wajah gadis yang ada di sampingnya.


"Jangan bilang, kalau kau benar menyukai aku." Suara Soobin memelan, dia masih ragu dengan pertanyaan yang ia ajukan.


"Bagaimana jika iya," jawab Sohyun pelan.


"Eoh?!" Soobin mendekatkan wajahnya ke arah Sohyun berharap gadis itu dapat menjawabnya dengan lebih keras.


"Iya, aku sepertinya menyukaimu." Sohyun menatap Soobin dan saat itulah Sungjae keluar untuk menyuruh mereka agar ke perpustakaan bersama bertiga, untuk belajar sendirian di sana.


Sungjae sempat mematung, menatap tak percaya kepada mereka berdua. Berharap jika ada yang salah dengan telingannya.