Young Papa

Young Papa
Titip Nora



Jangan lupa Like, Komen dn tambah Favorit ya 😊


Selamat membaca semoga dapat menghibur


.


.


.


Kali ini berbeda dengan hari biasanya, yang biasanya setiap pagi Nora di antar Papanya sekolah kali ini ia diantar oleh bibi Hani.


"Hup sudah sampai" Hani menurunkan Nora dari motornya dan membantunya melepas helm.


"Nora"


Dari kejauhan Haeru memanggil, ia juga baru saja sampai, langkah lincahnya berlari menghampiri Nora.


"Nora" panggil Haeru lagi saat ia sudah berada di hadapan Nora. Namun panggilannya tidak mendapat reapon dari si eunya nama, Nora hanya diam dan menatapnya.


"Kamu kenapa?" tanya Haeru yang heran melihat temannya tidak seceria seperti biasanya.


"Hei" Sapa Haeru lagi dengan mendekatkan wajahnya pada wajah Nora demi dapat melihat senyum temannya itu.


"Hallo kamu temannya Nora ya ?" tanya Hani.


Haeru menatap Hani "Iya" jawabnya sembari mengangguk.


"Siapa nama kamu?".


"Haeru".


"Oh Haeru"


Haeru mengangguk, lalu memandang Hani dengan matanya yang polos "Bibi ini siapa, kenapa Nora bersama bibi? Papanya Nora memangnya dimana?"


"Bibi, bibinya Nora, Papa Nora hari ini tidak bisa mengantar jadi bibi yang mengantar Nora sekolah"


Haeru mengangguk.


"Nah Nora sekarang masuk lah bersama Haeru ya"


Nora mengangguk tanpa memandang Hani, Hani lalu mengsejajarkan tingginya dan mengelus pucuk kepala Nora "Ayo senyumnya mana" Hani menarik ujung bibir Nora hingga bibir Nora melengkung keatas membentuk senyuman.


Hani menatap Nora masih dengan senyuman walaupun di hatinya bersedih melihat Nora yang hari ini kehilangan senyumnya "Ya sudah bibi pulang dulu ya, nanti bibi datang lagi menjemput Nora".


Nora mengangguk.


Hani mencubit sedikit pipi gembul Nora dan kembali berdiri.


Haeru menggenggam tangan Nora dan menariknya "Ayo".


Hani melambaikan tangan hingga Nora dan Haeru sudah masuk ke dalam gedung sekolah.


...****************...


"Nora" panggil Haeru ceria.


Nora menatap Haeru sebentar lalu berpaling kekiri. Haeru lalu berpindah ke sebelah kiri "Hei" Wajah ceria Haeru pun menghilang karena ia diabaikam.


Haeru pun duduk di sebelah Nora, meletakkan kepalanya di atas meja dengan kedua tangannya sebagai bantalan sama seperti Nora.


"Nora main yuk"


Nora menggeleng.


"Kenapa tidak mau main? Kau sakit?"


Nora menggeleng.


"Terus kenapa? Kenapa tidak mau main"


Nora menggeleng.


Haeru pun mengangkat kepalanya dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bingung melihat temannya yang hari ini diam saja.


Ia kemudian berlari ke bangkunya, membuka tasnya dan mencari sesuatu, kemudian kembali lagi duduk di sebelah Nora.


"Nora lihat ini" Haeru memamerkan sebuah mainan yang berukuran kecil sebesar jari telunjuknya.


Berhasil, Nora akhirnya mengangkat kepalanya, ia tertarik dengan mainan yang digenggam Haeru dan meraih mainan Haeru. Ia memeperhatikan miniatur alien kecil, yang pernah ia bicarakan dengan papanya.


"Aku masih ada satu lagi loh"


Nora menoleh cepat Pada Heru "Benarkah?"


"Emmm, sini" Haeru kembali menuju mejanya di ikuti Nora, mencari satu lagi miniatur alien dalam tasnya.


"Nih" pamernya pada Nora "ini punyaku dan itu untuk mu"


Mata Nora berbinar dan senyum tertampak di wajahnya "Benarkah boleh?"


Haeru mengangguk "Ayo kita main".


Nora mengangguk "Ayo".


Merekapun main bersama.


Mereka juga merangkai lego membuat dua ufo, dan berlarian kesana kemari.


Hingga waktu pulang pun tiba, miniatur alien yang Haeru berikan setia Nora genggam, ia sangat menyukainya.


"Ini kau beli dimana?" tanya Nora.


"Aku belinya di toko mainan yang ada di mall"


"Itu papa yang membelinya untuk ku, aku juga beli mainan yang lain"


"Mainan apa?"


"Mobil"


"Warna apa"


"Warna kuning namanya bubelbie"


"Oh itu mobil yang bisa berubah jadi robot kan?Kau beli berapa"


"Aku beli satu"


"Pasti bagus"


"Emmm, kapan-kapan kerumah ku ya kita main sama-sama"


Nora mengangguk.


Haeru dan Nora pun menoleh kedepan, dan mendapati Rey sedang berjalan mendekat.


"Siapa?" tanya Haeru.


"Paman Rey" jawab Nora.


"Hallo kau teman Nora?" tanya Rey ramah ada Haeru.


"Iya"


"Nama kamu siapa?"


"Haeru paman"


Rey mengangguk "Kamu belum di jemput?"


Haeru menggeleng.


"Oh ya sudah kalau begitu kami akan menemanimu dulu sampai Haeru di jemput"


Haeru mengangguk, Rey pun bergabung duduk di samping Nora.


"Siapa yang menjempu mu?"


"Sopir ku paman"


Rey mengangkat alisnya 'Ah orang kaya rupanya' batin Rey menebak.


"memangnya mama papa mu dimana?"


"Papa dan mama kerja di kantor paman".


Rey mengangguk.


"Rumah kamu dimana?"


Haeru diam, ia sedang berpikir "Emmm itu banyak paman"


"Banyak" ulang Rey "Rumah mu lebih dari satu"


"Iya"


Rey mengangguk lagi, kemudian ia melihat ada sebuah mobil mewah baru saja masuk ke halaman sekolah. Kemdian dari dalam mobil keluar seorang laki-laki berperawakan tegap dengan mengenakan setelan jas rapi berjalan mendekat.


"Tuan muda" panggilnya pada Haeru.


Haeru segera turun dari bangku taman dan berlari menghampiri laki-laki itu "Nora paman aku pulang ya" pamitnya sembari melambai.


"Dada" Nora pun membalas lambaian tangannya.


...****************...


Di kantor polisi, satu hari penuh Jaevan menjalani pemeriksaan dari sejak pukul 08.00 pagi sampai 17.00 sore. Membuatnya kehabisan energi karena duduk dan terus dicecar dengan berbagai pertanyaan yang menyudutkannya.


Pintu ruangan terbuka, seorang polisi masuk dan membawanya keluar ruangan.


“JAE” panggil Regan, Lenovan dan Dion.


“PAPA” panggil Nora, dia berlari memeluk kaki Jaevan.


Jaevan terkejut mendapati Nora, Regan, Lenovan, Dion, Rey berada di depannya “Nora kenapa kau kemari?” Jaevan berlutut menyamakan tingginya.


“Nora mau jemput papa, papa kenapa pulang lama sekali”.


“Maaf ya”Jaevan mengelus rambut Nora.


“Tadi Nora sekolah?”


Nora mengangguk.


“Diantar bibi dan paman?”


Nora mengangguk.


“Papa ayo kita pulang?” Nora menggoyang-goyangkan tangan Jaevan.


Jaevan tersenyum getir, di genggamnya erat-erat tangan mungil Nora, Jaevan bangkit dan menghampiri Rey.


“Paman boleh aku minta tolong”.


Rey mengangguk “Boleh aku titip Nora lagi selama beberapa hari”.


Rey mengangguk “Jangan khwatir”.


“Terimakasih paman”.


Rey menepuk dan memijat pelan bahu Jaevan mencoba menguatkan.


Jaevan menunduk, dan berlutut memeluk Nora “Sayang maaf ya, mungkin sementara Nora di rumah paman dulu, jangan nakal ya”.


“Papa tidak pulang bersama Nora?”.


Jaevan diam, matanya mulai berkaca-kaca.


“Papa mau pergi kemana?, Nora ikut” suara Nora mulai bergetar.


Polisi yang membawa Jaevan, menarik Jaevan berdiri membawanya sedikit memaksa.


“PAPA hwwaaaa” Nora memegangi erat tangan Jaevan membuat tubuhnya yang kecil ikut terseret.


“HWAAAA JANGAN BAWA PAPA KU PERGIIII” teriak Nora kencang, menahan Jaevan sekuat tenaga.


“Pak tunggu pak, kenapa kau bawa Jaevan, dia tidak bersalah pak” Cegah Regan.


“Benar pak Jaevan tidak akan melakukan kejahatan, kami mengenalnya pak” Lenovan ikut bersuara.


Keadaan mulai ricuh, Regan, Lenovan dan Nora berusaha keras mencegah Jaevan di bawa pergi dengan menghalangi langkah mereka.


“Pak kumohon beri saya waktu sebentar berbicara dengannya, ini penting kumohon, sebentar saja” Dion berdiri tepat dihadapan polisi itu.


Polisi itu akhirnya mengalah “Cepat kami tidak punya banyak waktu”.


“Terimakasih pak”.


Dion menatap Jaevan “Jae jangan khawatir, kami akan membantumu


......To be Countinue......


terimakasih sudah mau membaca karya saya yang tidak seberapa ini teman-teman😊


terus nantikan cerita selanjutnya ya heheh