Young Papa

Young Papa
Botol



Dalam ruangan sel Jaevan tidak sendirian, ia bersama dua narapidana lainnya, satu Zen berumur 24 tahun dipenjara karena kasus pencurian, dan satu lagi Kerel berumur 26 dipienjara karena kasus narkoba sama seperti Erga.


"Ini" Zen memberi kan sebungkus permen, karena sedari tadi Jaevan murung, Jaevan menerima permen itu.


"Aku melihat perkelahianmu tadi, wahh dan tadi itu keren" Puji Zen memulai pembicaraan.


"kau dan Erga sudah saling kenal sebelumnya?" akhirnya Zen menanyakan rasa penasarannya.


Jaevan menggeleng.


"Benarkah wahhhh aku kira kalian saling mengenal! lama


Akhirnya ada juga orang yang berani mendekatinya".


"Siapa?" tanya Jaevan.


"Kau".


"Aku?”.


Zen dan Kerel mengangguk


"Asal kau tahu, di sini, tidak ada yang berani mendekatinya bahkan hanya sekedar menyapa pun tidak ada yang berani!


Apa yang kau lakukan?, sehingga kalian berdua begitu akrabtanya".


"Tidak ada, tapi dia pernah menolongku".


"Ahhhhh" Zen dan Kerel mengangguk "Dia kasihan padamu"


"Yahhh kau benar" Zen setuju dengan perkataan Kerel "Kau itu seperti anak kecil yang seharusnya tidak di sini".


"Berapa umur mu".


"Aku 17 tahun".


"APA!" Kerel dan Zen terkejut.


"17 tahun, kau masih sekolah?"


Jaevan mengangguk.


"Aku kasihan pada masa depanmu ckcckck".


Jaevan hanya bisa diam mendengar penuturan dari Zen.


"Entah itu benar atau tidak, dan walaupun kasus mu terbukti tidak benar, tapi kau sudhah kehilangan banyak waktu di sini"


"Dan disaat inilah kau bisa melihat siapa yang tetap bersamamu"


Tiba-tiba pintun sel dibuka "Tahanan 301 keluar" perintah seorang polisi.


Jaevan berdiri, mengekor di belakang polisi, ia dibawa ke ruangan untuk menemui seseorang yang ingin bertemu dengannya.


"Halo perkenalkan saya Tendra Wilson"


.


Mereka saling berjabatan dan duduk di meja, "Saya adalah kuasa hukum yang akan menangani kasus anda di pengadilan, mohon kerjasamanya"


Jaevan mengangguk.


"Sekarang bisa langsung kita mulai".


"Memulai apa?".


"Menceritakan keronologi kasusmu, dengan begitu aku baru bisa menangani kasusmu".


"Ah baiklah".


Semua jawaban dari apa yang ditanyakan pengacaranya Jaevan jawab dengan jujur. Hingga akhirnya dari keterangan tersebut pengacaranya mendapat spekulasi bahwa Jaevan saat itu berada dalam pengaruh semacam obat-obatan yang dapat meningkatkan gairah *** yang tidak sengaja dikonsumsinya.


"Sekarang dimana kotak bekal dan botol minum yang kau gunakan saat itu".


“Untuk apa?".


"Botol itu mungkin dapat membantu kita untuk menang di persidangan".


"Oh" Jaevan paham, "kemungkinan masih ada di dapur".


"Baiklah hari ini kita sampai disini dulu, dan jika mereka mengintrogasimu katakan kuasa hukumku yang akan bicara".


"iya".


"Kalau begitu saya pamit pergi".


...**********...


Pukul 20.00 malam


Sehabis mengajak Nora dan yang lainnya ke Timezone, Dion langsung mengantar mereka pulang. Dion melambatkan laju mobilnya memasuki pekarangan pendudu dan menepikan mobilnya di depan rumah Dania.


Dania, Regan dan Lenovan segera turun dari mobil kecuali Nora yang sudah pulas tidur di bangku depan mobil.


Dania membuka pintu mobil, melepas statbalt, dan perlahan meraih Nora ke gendongannya.


"Awas kepalamu!" Lenovan melindungi kepala Dania dengan telapak tangannya dan Regan menutup pintu mobil.


“Regan Lenovan kalian bawa motor kan?"


"Iya kak".


"Hati-hati di jalan ini! sudah malam, segera pulang jangan ketempat lain".


"Iya kak".


"Baiklah kakak pamit pulang ya".


"Iya, hati-hati kak! terimakasih untuk hari ini".


"Emmmm".


Dion menaikan kaca mobilnya lalu melaju pergi. Setelah mobil Dion tidak terlihat lagi oleh mereka, baru mereka berbalik dan berjalan menuju halaman rumah Dania, Regan dan Lenovan lansung menaiki motor mereka masing-masing yang di parkir di halaman rumah Dania dan berpamitan pulang pada Dania.


Mereka menuntun motor hingga ke tepi jalan dengan mesin motor yang di matikan, karena tidak ingin Nora terbangun karena bising suara motor mereka, hingga saat sudah berada cukup jauh barulah mesin motor mereka nyalakan. Setelah mereka pergi, baru Dania masuk ke dalam rumah.


"Loh Nak yang lainnya dimana? " tanya Hani.


"Sudah pulang ma".


"Kenapa tidak kau ajak masuk dulu? ini mama sudah buatkan makan malam loh".


Dania hanya tertawa hambar merasa bersalah pada ibunya yang sudah susah menyiapkan makan malam, namun mau bagaimana lagi sebenarnya saat mereka tadi di mall kak Dion menteraktir mereka makan.


"Biar nanti aku yang makan ma hehehe".


Dania engangguk.


"Dia sudah makan?".


"Sudah ma".


"Ya sudah, pergilah ke kamar".


Dania mengangguk, dan naik ke atas. Dania merebahkan Nora di kasur perlahan, melepaskan sepatu dan kaus kakinya, lalu menyelimutinya.


...**********...


Diruang tamu Rey sedang sibuk melihat kartu-kartu nama di tangannya. Sembari mengetik nama-nama itu di internet.


Dania yang datang dari dapur membawa piring di tanganya duduk di sebelah ayahnya.


"Papa lagi apa sih?"


"Papa lagi cari tau nama-nama pengacara di internet".


Dania manggut-manggut, dan mengambi salah satu kartu nama yang ada di atas meja. Membacanya lalu mengambil kartu nama lainnya. Total ada delapan kartu nama yang berserakan di atas meja.


"Papa dapat kartu mereka dari siapa?".


“Mereka sendiri yang datang kemari menawarkan jasa mereka, ada juga papa dapat dari teman di kantor, yang kebetulan ada kenalan pengacara".


Dania mengangguk, meletakkan kembali kartu nama itu ke meja, dan lanjut makan sembari ikut mengamati leptop.


Tok tok tok


Dania meletakkan piringnya di meja, dan bangkit dari sofa.


Cklek


"Selamat malam".


"Maaf anda siapa?".


"Saya kuasa hukum Jaevan Angkara".


"Oh iya, sebentar ya".


Dania menutup pintu dan segera menghampiri ayahnya, "Pa di depan ada tamu katanya kuasa hukum Jaevan"


.


Rey sedikit terkejut mengetahui siapa yang datang, ia segera bangkit dan keluar.


“Malam Pak maaf menganggu, saya kuasa hukum Jaevan".


"Iya ada perlu apa ya?".


"Saya ingin ke rumah klien saya untuk mengambil barangnya, tapi sepertinya tidak ada orang dirumah".


"Untuk apa anda ingin mengambil barang Jaevan".


"Ini untuk bahan penyelidikan kasus klien saya".


"Oh kalau begitu ayo saya yang akan mengantar anda ke rumahnya, tunggu sebentar".


Rey kembali masuk ke rumah "Dania di mana kunci rumah Jaevan".


"Sebentar pa aku ambil dikamar dulu". Dania bergegas mengambil kunci ke kamarnya, dan segera turun kembali.


"Mari".


Sampai di depan pintu rumah Jaevan, Dania segera membuka pintu dan menyalakan lampu.


Tendra menuju ke dapur, mencari dimana Jaevan meletekan botol minumnya. Namun ia tidak menemukan botol itu dimanapun.


"Permisi!".


Dania segera mendekat "Ada yang bisa saya bantu ?".


"Aku mencari sebuah botol minum yang biasa Jaevan gunakan, apa kau tau botol itu dimana?".


Dania mencoba mengingat botol yang sering Jaevan gunakan, "Ah iya" Dania ingat di hari polisi penangkapan, Jaevan belum sempat membereskan meja makannya, dan ia lah yang membereskannya. Botol itu ada di meja makan saat itu, ia meleteakkan botol itu di kulkas.


Dania membuka kulkas dan mengambil botol itu, namun sebelum tangannya meraih botol, Tendar menghentikannya.


"Biar aku saja" .


Mau tidak mau Dania mundur dan memberi ruang pada Tendra, Tendra memasang sarung tangan dan mengambil botol itu dari kulkas, lalu memasukkannya ke kantung pelastik.


“Satu lagi kotak makannya dimana?"


Dania membuka rak piring, Ini Dania mempersilahkan Tendra untuk mengambilnya.


"Cepat paham kau ternyata".


Dania tersenyum, saat ia melihat bagaimana orang di depannya melarang Dania mengambil botol tadi, ia paham bahwa botol itu adalah barang penting yang tidak boleh sembarangan di sentuh, botol itu mungkin adalah barang bukti pikir Dania.


Tendra mengambil semua kotak makan milk Jaevan, memasukannya kedalam kantung pelastik, dan meletakkannya di tas.


Terimakasih untuk kerjasamanya, kalau begitu saya pamit pergi.


Rey dan Dania mengangguk, mereka keluar bersama dari rumah Jaevan.


...Tokoh baru :...


...Zen...


...24 tahun...


...Kerel...


...26...


...Tendra Wilson...


...27...


...To be Countinue...


Hy semua, saya kembali lagi, maaf ya lama up. Huhu mohon di malkumi ya author ini yang suka hilang-hilangan, tapi tenang saja! Author usahain cerita ini bakal sampai tamat walaupun saya mungkin hanya bisa satu minggu sekali up nya, tolong terus nantikan ya cerita selanjutnya !


Have a nice day 😊 semoga dapat menghibur.


Janan lupa like, komen, dan tambah ke favorit ya.


Oh ya aku ada cerita baru judulnya nerd girl in cover yang penasaran cek aja lngsung ya by by👋👋👋