
Lea sedang bersiap-siap untuk pergi ke pesta penyambutan perusahaan baru yang baru saja Leon buka.
Usaha yang bergerak dalam bidang kuliner itu di adakan di dekat hotel milik Daddy-nya.
Lea harus mengikuti setiap pesta karena hanya dialah anak dari tuan Gofran dan nantinya semua usaha itu akan menjadi miliknya, tuan Gofran sengaja mengajak Lea agar di kenal oleh para investor.
Malam ini Lea memakai gaun santai berwarna putih gading sepanjang betis, gaun itu cukup sopan untuk gadis remaja seusianya.
Lea memilih high heels berwarna senada dan langsung turun menghampiri tuan Gofran.
'Lea sudah siap Daddy" ucap Lea
'Baiklah princess, apa kamu tidak mengundang kekasih mu itu?" goda tuan Gofran
'Ayolah Dad, berhenti menggodaku" kesal Lea
'Baiklah-baiklah, silahkan tuan putri" tuan Gofran menyodorkan lengannya agar Lea menggandengnya
Tuan Gofran dan Lea langsung pergi menuju restoran yang baru saja akan di buka oleh Leon.
'Kamu baik-baik saja?" tanya tuan Gofran
'Maksud Daddy apa?" tanya Lea polos
'Bukan apa-apa sayang" tuan Gofran menghela nafas berat
Di sepanjang jalan keduanya hanya diam saja, Lea fokus pada pikirannya sedangkan tuan Gofran fokus pada jalanan hingga tidak terasa mobil yang mereka tumpangi sampai di parkiran khusus mobil.
'Ayo sayang, sepertinya sebentar lagi akan mulai" ajak tuan Gofran
Lea pun menurut dan berjalan beriringan dengan ayahnya.
Tuan Gofran berjalan menuju tuan rumah yang tenang berbincang dengan investor lainnya.
Lea membuang muka karena melihat Leon yang tengah memamerkan tunangannya itu.
'Selamat nak Leon, semoga usahanya semakin berkembang seperti dulu tuan Alfa begitu handal dalam mengembangkan usaha ke seluruh negara" puji tuan Gofran pada tuan Alfa yang terlihat malu-malu karena di puji
'Terimakasih Om sudah mau datang, silahkan menikmati hidangan yang sudah di sediakan" ucap Leon tersenyum manis tetapi senyumannya hilang saat melihat Lea yang buang muka
'Ehemm" tuan Gofran berdehem
Lea yang mengerti maksudnya Daddy-nya dengan tidak ikhlas menyodorkan tangannya.
'Selamat ya kak atas usaha barunya semoga semakin berkembang" ucap Lea dengan senyum palsunya
Jujur saja setelah Leon menghinanya dengan ucapan jika dirinya adalah seorang ja*lang membuatnya menepis rasa suka itu, dan benar saja rasa suka itu perlahan berubah menjadi rasa benci.
Lea tidak mau memendam kebencian di dalam hatinya, dia tidak boleh terlihat terluka di hadapan Leon.
Lea melepaskan tangannya dan kembali membuang muka karena Leon tengah memperhatikannya.
'Daddy, Lea kesana dulu sepertinya Lea melihat Sijo" ucap Lea
'Pergilah sayang" balas tuan Gofran
Setelah kepergian Lea kini tuan Gofran dan tuan Alfa tengah berbincang-bincang.
'Ngomong-ngomong siapa Sijo?" tanya tuan Alfa kepo
'Simon Anggara Joywiden, dia kekasih Lele sekarang" kekeh tuan Gofran
'Lele? siapa juga Lele?" tanya tuan Alfa semakin bingung
'Lele itu adalah Lea, entahlah anak muda jaman sekarang aneh-aneh saja, di kasih nama bagus malah buat nama yang aneh" tuan Gofran sekilas melirik Leon yang terdiam
Tuan Gofran sebenarnya membenci Leon karenanya putrinya menjadi sedih, tetapi dia juga tidak mau menyalahkan Leon karena disini putrinya yang menyukai padahal Leon sudah merespon jauh padanya.
'Rencananya kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" tanya tuan Gofran menatap Leon
'Belum ada rencana Om" balas Leon cepat membuat Gelany cemberut
'Lebih cepat lebih baik, aku juga ingin menikahkan Lea dengan Simon secepat mungkin, karena aku sadar waktuku semakin dekat, aku takut tidak bisa melihatnya menikah" balas tuan Gofran dengan senyum manisnya
'Bukankah Om sehat, mengapa mengatakan hal begituan?" tanya Leon bingung
'Kita tidak tau kapan maut menjemput nak Leon, sekarang saja Om sehat bisa saja setelah pulang dari pesta ini Om sakit" kekeh tuan Gofran
'Sudahh... sebaiknya kita makan saja" lerai nyonya Erika melihat situasi yang semakin aneh saja
'Mengapa tidak bilang jika kamu datang kesini Lele?" tanya Simon mengelus kepala Lea gemas
'Aku pikir kamu tidak diundang" jawab Lea cemberut
'Baiklah, apa kamu sudah makan?" tanya Simon perhatian
'Belum, tadi pas berbincang-bincang aku nggak sengaja melihat kamu, yaudah aku buru-buru samperin" kekeh Lea membuat Simon bahagia karena sepertinya Lea sudah mulai menyukainya
'Sebaiknya kita makan dulu" ajak Simon menggandeng Lea
Mereka berdua duduk di meja dengan beberapa makanan yang di sediakan.
'Aaa..." Simon menyodorkan makanan pada mulut Lea
Lea dengan cepat memakannya membuat Simon bahagia malam ini, sepertinya usahanya berhasil untuk mendapatkan hati Lea.
'Cih, merasa tempat ini milik kalian berdua, sadar dong!" teriak seseorang yang tidak lain adalah Yovie
Lea dan Simon mengabaikan kedatangan Yovie hal itu membuat Yovie marah.
'Kalian dengar nggak sih!" kesal Yovie
'Apa kamu mendengar suara lebah sayang?" tanya Lea
'Ya... aku mendengarnya dan rasanya ingin membunuhnya saja!" balas Simon kesal
Yovie merasa kesal dan marah langsung pergi begitu saja meninggalkan Lea dan Simon.
'Aku menyukai panggilan kamu tadi" goda Simon membuat Lea malu
'Jangan menggodaku Simon" Lea cemberut membuat Simon tertawa renyah
'Ehemmmm...!"
Lea dan Simon menoleh, Lea malas melihat Leon yang berdiri di depan mereka.
'Apa saya boleh berbicara dengannya?" tanya Leon menatap Lea
'Aku tidak punya urusan dengan mu!" balas Lea melanjutkan acara makannya hal itu membuat Leon kesal
Leon menarik tangan Lea dan menatap tajam Simon yang mencoba membantu, Simon terdiam melihat tatapan tajam Leon.
Leon membawa Lea menuju sebuah ruangan kosong dan mendorongnya hingga terjerembab.
'Apaan sih!" kesal Lea mencoba bangun
'Dasar murahan!" maki Leon membuat Lea terkejut
Ternyata Leon menariknya kesini hanya untuk memakinya, entah terbuat dari apa hati dan mulut Leon, rasanya begitu sakit di uluh hatinya.
Air mata Lea menetes mendengar ucapan Leon, meski sudah setengah mati mencoba menepis rasa suka itu, tetapi nyatanya terasa sulit menghilangkannya, apa segitu kokoh nama Leon bersemayam di hatinya?.
Lea mencoba keluar dari ruangan itu tetapi Leon menahannya membuat Lea kesal dan marah.
'LEPASIN GUE!" teriak Lea membuat Leon terkejut karena setahunya Lea adalah gadis yang lembut
'Apa? Terkejut Hah! lepas gue bilang atau gue teriak sekarang!" ancam Lea
'Teriak saja, orang-orang akan melihat seberapa ja*langnya dirimu yang kotor ini!" hina Leon semakin membuat hati Lea sakit
'Baji*ngan!" maki Lea memilih diam saja
'Mengapa diam? tidak jadi berteriak? padahal aku sudah menyiapkan kata-kata yang cocok untuk menjebak ja*lang murahan seperti kamu!" Leon tersenyum merendahkan Lea
Lea meneteskan air matanya mendengar semua hianaan Leon, ternyata dirinya salah mencintai pria seperti Leon.
Seharusnya dia tidak menetapkan hatinya pada Leon, penyesalan selalu di akhir.
🌼🌼🌼
'Cinta adalah sebuah penyakit, penyakit yang secara perlahan membunuhmu jika kamu tidak bisa menguasainya" - riri-can
Semoga kalian suka yaa...
riri-can