
Pagi itu terlihat Simon menunggu Lea di teras rumah karena pagi ini mereka memutuskan untuk berangkat bersama.
'Om" Simon mencium tangan tuan Gofran sebagai bentuk penghormatan
'Sudah lama nak Simon?" tanya tuan Gofran
'Baru saja om" jawab Simon jujur
Mengenal Lea membuat Simon harus belajar yang namanya sabar, ternyata mendapatkan Lea tidak semudah mendapatkan motor atau mobil, jika mendapatkan kedua barang itu hanya tinggal menggesek kartunya sedangkan untuk mendapatkan Lea butuh perjuangan yang cukup panjang.
Mereka baru berpacaran sekitar 1 bulan dan masih cukup awal bukan, Simon tidak pernah menuntut Lea untuk melakukan apa pun, Simon membebaskan Lea karena dia sadar hubungan mereka masih sekedar pacaran jadi dia tidak punya kekuasaan mengatur Lea, dia hanya perlu menuntun Lea agar lebih terarah lagi karena sifat Lea ternyata sangatlah manja dan jujur saja Simon menyukai itu.
'Om duluan, sebentar lagi Lele kamu turun" kekeh tuan Gofran membuat Simon malu
Karena panggilan kesayangan itu Simon kerap di goda oleh tuan Gofran, dan tuan Gofran juga ikut-ikutan memanggil Lea dengan panggilan Lele.
Setelah tuan Gofran pergi tidak lama kemudian terlihat Lea keluar dari dalam rumah.
'Lama yaa?" tanya Lea merasa bersalah
'Tidak juga, tadi aku habis ngobrol sama om, ayo pergi keburu telat kita" Simon mengajak Lea menuju mobilnya
Pagi itu Simon membawa mobilnya karena tidak mau Lea nanti merasa lelah di atas motor.
'Pasang dulu Lele sabuk pengamannya, kebiasan deh" Simon membantu Lea memakai sabuk pengaman
'Hehehe...maaf" Lea cengengesan
Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan rumah mewah itu.
Sesampainya di sekolah mereka lagi-lagi menjadi pusat perhatian para siswa yang lainnya.
'Abaikan saja" ujar Simon mengetahui jika kekasihnya merasa tidak nyaman
Kelas mereka berbeda membuat keduanya terpisah, jika Lio adalah anak IPA maka Simon adalah anak IPS, kelas mereka berdua ujung ke ujung dan harus memutar arah.
Di dalam kelas Lea menatap seorang gadis berkulit putih dengan mata berwarna biru tetapi gadis itu duduk di kursinya.
Gadis itu terlihat jelas bukan asli Indonesia, Lea menghampiri gadis itu.
'Ini kursi gue" ucap Lea sopan
'Tapi gue mau duduk di kursi ini!" ucap gadis itu ngotot
Nada suara gadis itu terdengar meninggi sambil menatap Lea mencemooh.
'Okay" putus Lea tidak mau adu mulut lebih baik dia mengalah saja
Semua orang melihat kejadian itu mendadak ricuh bahkan berita tentang kursi Lea di ambil oleh gadis lain sudah tersebar ke satu sekolah, media mulut memang paling ampuh saat menyebarkan berita.
Simon yang mendengar nama kekasihnya di sebut langsung bergegas menuju kelas Lea, meski ruangan mereka berjauhan tidak membuatnya putus asa karena untuk mendapatkan Lea dia harus melalui banyak ujian, tidak mungkin dia menyia-nyiakannya.
Kedatangan Simon membuat ruang kelas Lea semakin ricuh karena Simon adalah pria tertampan di sekolah itu.
'Lele" panggil Simon melihat Lea yang masih berdiri
'Ngapain ke sini?" tanya Lea bingung
Simon sekilas melirik gadis yang merebut kursi kekasihnya kemudian beralih menatap kursi kosong yang ada di sudut sana.
'Mengapa hanya berdiri saja, memang kakinya tidak pegal hmm..?" Simon menuntun Lea menuju kursi kosong
Perhatian Simon membuat para gadis-gadis menjerit, karena Simon orangnya sangatlah dingin pada wanita lainnya tetapi jika bersama Lea maka sifat lembutnya akan keluar.
'Tapi kursiku disana" tunjuk Lea pasa kursinya seolah tidak ikhlas meninggalnya
'Kamu duduk disini saja mulai sekarang, aku pergi dulu, baik-baik disini, bye Lele" pamit Simon sembari mengacak rambut Lea dengan sayang
Lea hanya cemberut karena tatanan rambutnya di rusak Simon.
Rumor begitu sangat berlebihan, berita gadis caper membuat satu sekolah menatap gadis itu mencemooh.
Gadis itu bernama Yovie Fransisca, gadis keturunan Prancis itu mejadi bulan-bulanan satu sekolah.
Yovie membenci Lea karena Lea dirinya menjadi bahan olok-olokan satu sekolah padahal Lea tidak melakukan apapun padanya.
Saat istirahat berlangsung Yovie menghampiri meja Lea dan menggebrak nya membuat Lea yang lagi asyik tiduran terganggu.
'Apaan sih ganggu orang saja!" kesal Lea
'Gara-gara lo gue selalu di gosipin yang lain!" hardik Yovie membuat Lea melongo
Jelas-jelas dia tidak pernah menganggu Yovie atau pun yang lainnya, mereka yang selalu mencari masalah padanya.
'Perasaan gue tidak pernah ganggu lo deh?" Lea memicingkan matanya
'Gak usah sok lugu loh anjing!" Yovie nge gas membuat Lea kesal
'Bisa diam tidak? perasaan mulut lo bicara aja sedari tadi gak capek apa?!" kesal Lea
Yovie merasa terhina dengan ucapan Lea, padahal Lea tidak berbicara apapun padanya.
Yovie langsung menjambak rambut Lea dengan kuat sehingga helain rambut Lea rontok.
Beberapa siswa mencoba melerai mereka tetapi Yovie semakin bringas menjambak Lea.
'Ayo bantu pisahin, ketua kelas mana ini, aduhhh... bisa berabe jika Daddy-nya Lea datang lagi, bisa-bisa sekolah bisa hancur dalam sekejap" ucap seorang siswa
'Woiiii....buruan bantu pisahin, itu si Yovie tarik dulu" teriak seorang siswa laki-laki
Setelah acara jambakan itu terlepas, Yovie meludahi wajah Lea.
Lea tetap diam tidak mau melawan karena dia tau koneksinya di belakang pasti sedang bekerja sama dengannya, hanya tinggal menyuruh perintah hidup Yovie hancur berkeping-keping, tetapi Lea tidak mau menjadi orang jahat karena kata Daddy-nya, mendiang Mommy-nya sangatlah baik pada semua orang, dia ingin seperti mendiang Mommy-nya.
'Cih, dasar ja*lang! Wanita murahan seperti dia cocok di bawa ke tempat pelacuran!" Yovie tetap mencari masalah pada Lea
Lea paling benci jika ada orang lain yang mengatakan jika dirinya adalah seorang pelacur, Daddy-nya setengah mati menjadikan dirinya sebagai gadis yang baik dan ceria tetapi tetap saja ada yang tidak suka padanya.
PLAK
Lea menampar pipi Yovie dengan kuat.
'Gue bisa saja menyuruh suruhan Daddy gue buat bunuh lo tapi gue masih punya hati, lagian gue salah apa sama lo? perasaan sejak pertama masuk lo nyolot banget sama gue?!" Lea menatap Yovie tajam
'Gue benci sama lo! gara-gara lo gue terus di nyinyirin!" kesal Yovie
'Gue yang salah atau lo yang salah?" tanya Lea menggelengkan kepalanya
'Biar gue ingatkan sekali lagi, lo yang ambil kursi gue, lo yang duluan mulai berkata-kata kasar jadi salah gue dimana?" Lea bertanya to the point membuat Yovie terdiam
'Pokoknya gue benci sama lo!" teriak Yovie
'Benci ya benci, gak usah nge gas soalnya ini bukan jalan raya" balas Lea keluar dari dalam kelas meninggalkan kekacauan yang cukup luar biasa di kelas itu
🌼🌼🌼
Semoga kalian suka yaaa...
riri-can