You're My Destiny

You're My Destiny
Nyaman



Sebulan sudah dimana Lea dan Jonh bertemu dan kini keduanya tampak dekat membuat beberapa siswa perempuan menatap iri Lea, karena Jonh merupakan salah satu famous di sekolah dan merupakan rebutan dan mereka susah payah mendapatkan hati Jonh tetapi tak kunjung dapat sedangkan Lea yang merupakan murid baru langsung dekat dengan beberapa siswa tampan di sekolah itu.


'Sebentar lagi kita sudah mau lulus, kalian rencananya mau lanjut kuliah dimana?" tanya Jessie


Jessie sebenarnya adalah gadis tomboi sehingga mudah bergaul dengan lawan jenisnya.


'Sepertinya aku akan ke Berlin untuk melanjutkan kuliah di sana" ucap Jonh sambil memainkan ponselnya


'Aku hanya kuliah di sekitar sini saja, aku sudah berjanji pada keluargaku" ucap Lea tersenyum tipis


'Aku juga kuliah di sini hanya saja Mommy ku menyarankan aku kuliah kedokteran, jujur aku tidak mau tetapi membantah perintahnya sangat susah" keluh Jessie


'Seharusnya keputusan ada di tanganmu Jess, bicaralah baik-baik dengan keluarga mu agar nantinya tidak menyesal" Lea memberikan pendapatnya


'Kamu tau Lea, anak di sini di tuntut agar lebih berkualitas, aku merasa tertekan hidup di sini, jujur saja kadang aku ada niatan untuk bunuh diri" Jessie nampak frustasi dengan apa yang di alaminya


'Menurutku kamu hanya butuh teman atau suasana baru, aku tidak tau apa yang tengah kamu alami Jess, tetapi kamu sudah sangat kuat hingga sampai tahap ini, apa kamu akan menyerah?" tanya Lea merasa kasihan pada Jessie


'Entahlah, aku merasa tertekan" keluh Jessie menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya


'Menurutku kuncinya ada padamu Jess, cobalah berpikir lebih baik lagi, mungkin saat ini kamu sedang emosi, bicaralah di lain waktu setelah kamu merasa tenang" Lea mengelus tangan Jessie


'Kamu benar Lea, sepertinya aku hanya butuh suasana baru atau teman curhat" Jessie tersenyum pada Lea


Mereka bertiga makan dengan kebisuan setelah percakapan singkat tadi.


Pulang sekolah Lea langsung di tahan oleh Jonh dan menariknya ke belakang sekolah.


'Lea, ada yang ingin aku bicarakan" ucap Jonh gugup


'Katakan saja Jonh" Lea menatap mata Jonh serius


'Jujur saja aku merasa nyaman di dekatmu Lea, aku kagum dengan semua yang ada pada dirimu, jika boleh berkata kamu seperti seorang saudara untukku, apa aku boleh menjadi seorang saudara untukmu?" tanya Jonh dengan tatapan berharap


Lea rasanya mau tertawa melihat wajah lucu Jonh, hanya di depannya Jonh berprilaku seperti itu, jika dengan orang lain maka Jonh akan berubah menjadi seekor singa jantan yang siap menerkam mangsanya.


'Tentu saja boleh, apa aku harus memanggilmu kakak?" tanya Lea menggoda Jonh


'Aku menyukainya" Jonh juga tertawa renyah


Siang itu mereka meresmikan hubungan persaudaraan mereka berdua, meski hanya mereka berdua saja yang tau tetapi itu merupakan hal yang menggembirakan bagi Jonh.


'Mau merayakannya hubungan persaudaraan ini?" tanya Jonh


'Boleh, di depan sana ada cafe yang lumayan hits" Lea menatap jemarinya yang di genggam oleh Jonh rasanya hangat


Akhirnya dirinya memiliki seorang saudara meski bukan kandung tetapi sudah cukup untuknya.


Mereka berdua memasuki cafe yang cukup ramai oleh pengunjung, kebanyakan anak sekolahan.


'Duduklah biar ku pesan untukmu, tiramisu cake dan minumnya milkshake kan?" tanya Jonh


'Benar sekali kakak" Lea tersenyum tulus pada Jonh


Tidak lama kemudian terlihat Jonh datang dengan membawa pesanan mereka.


Jonh sekarang sangatlah terbuka padanya membuatnya ragu untuk menceritakan kisahnya yang sesungguhnya.


'Ada apa? sepertinya kamu sedang bimbang?" tanya Jonh melihat raut wajah Lea yang terlihat bingung


'Umm... sebenarnya ada sesuatu yang disembunyikan" ucap Lea ragu


'Sejujurnya aku sudah menikah" ucap Lea dengan jujur membuat Jonh melototkan matanya


'Yang benar saja kamu sudah menikah? kamu masih sekolah!" Jonh merasa tidak percaya dengan ungkapan Lea


'Aku serius dan aku kabur kesini" Lea menghela nafas panjangnya


'Bagaimana bisa? ku pikir kamu tidak mungkin menikah di usia muda" Jonh menggelengkan kepalanya tidak percaya


'Sejujurnya saat Daddy ku tengah di rawat di rumah sakit dan sakitnya parah, Daddy menikahkan aku dengan seorang pria tetapi dia tidak mencintaiku malah dia sudah bertunangan, dia selalu mencemooh aku bahkan mengatakan jika aku adalah wanita murahan, dan lebih parahnya dia mengatakan aku beban, karena aku merasa sakit hati dan mulai sadar aku memilih untuk kabur ke sini" Lea menceritakan intinya saja


Jonh menganga tidak percaya, entah kenapa Jonh merasa jika Lea tengah membohonginya.


'Jangan membual Lea" Jonh merasa Lea masih berbohong


'Aku serius Jonh, aku sudah menikah" Lea ingin marah saja melihat respon Jonh yang masih belum percaya


'Baiklah, aku percaya dan pertanyaannya apa kamu mencintai pria itu?" tanya Jonh membuat Lea terdiam


'Jadi kamu masih mencintainya? biar ku katakan Lea, jika pria itu sudah sampai berani merendahkan kamu sebaiknya kamu tinggalkan saja, buat apa mempertahankan sebuah hubungan dimana hanya satu orang yang berjuang" Jong menatap Lea kasihan


'Aku tidak mencintainya lagi Jonh" bantah Lea


'Tapi masih memiliki rasa padanya kan?" tanya Jonh sarkas membuat Lea kembali terdiam


'Kamu tau Jonh, sejak kecil aku mengenalnya, aku menyukainya dari kecil sampai sekarang, aku tau jika perasaan ku ini terdengar gi*la tetapi aku serius dengan perasanku padanya, aku menunggunya dari dulu hingga tidak lama kemudian aku membaca berita tentang pertunangan dirinya, aku sakit hati Jonh, apa perasanku padanya hanya sebuah candaan?" Lea meneteskan air matanya


'Kamu bisa mencari pria lain Lea, dia tidak cocok untukmu, kamu masih muda" Jonh terlihat marah mendengar cerita Lea


'Aku sedang berusaha Jonh, sepertinya aku sulit untuk melupakan dia" Lea menunduk sedih


'Kamu bisa secara perlahan melupakan dia, ku pikir dia adalah pria terburuk di duni ini" Jonh menenangkan Lea


'Baiklah, aku merasa sedikit lega setelah menceritakan hal ini" Lea tersenyum lebar


'Jangan menutupi apapun dariku Lea, anggap aku sebagai seorang saudara" Jonh merasa jika kisah Lea sangatlah pelik


'Terimakasih sudah mau mendengarkan" Lea memeriksa ponselnya


'Sepertinya aku harus pulang sekarang" Lea bangkit diikuti Jonh


'Butuh tumpangan?" tanya Jonh


'Tidak perlu, di depan ada kak Rauff, aku duluan bye" pamit Lea segera pergi


Di dalam mobil Lea beberapakali menghela nafas membuat Rauff kebingungan.


'Apa nona ada masalah?" tanya Rauff khawatir


'Tidak, hanya saja aku merasa seperti tengah berjalan di Padang pasir tandus" balas Lea membuat Rauff mengerutkan keningnya bingung


'Lupakan, kita ke mini market dulu Kak, ada yang ingin aku beli" Lea memperbaiki penampilannya sebelum keluar


🌸🌸🌸


Semoga kalian suka yaaa...


riri-can