You're My Destiny

You're My Destiny
Season 2 Frist Date



Bulan telah berganti,cuca hari ini cukup dingin, mengingat sudah memasuki musim dingin. meskipun sudah memasuki musim


dingin,warga korea selatan tetap menjalankan


aktivitas seperti biasanya.


Seperti biasanya suansana mansion keluarga cho cukup ramai, semenjak kehamilan hyera khyuhyun tidak memperbolehkan hyera melakukan pekerjaan rumah, karena tidak ingin hyera dan calon bayi nya kelalahan.


sehingga khyuhyun mengerahkan para maid


untuk mengurus rumah.


Meskipun begitu, hyera tidak berpangku tangan. hyera tetap menjalankan peranya


sebagai seorang istri, yaitu menyiapkan keperluan khyuhyun. saat ini hyera sedang


menyiapkan pakian kerja untuk khyuhyun,


sambil menunggu khyuhyun selesai mandi.


Tak lama, khyuhyun keluar dari kamar


mandi dengan penampilan yang cukup sexy.


khyuhyun hanya mengenakan handuk sebatas lulut,menampilkan abs ny yang terlihat menggoda. entah mengapa semenjak


hamil, hormon hyera meningakat apalagi jika


di suguhi pemandangan sperti itu.


"astaga ini masih pagi jangan berpikir yang tidak tidak"


gumam hyerin sambil menggelngkan kepalanya, khyuhyun terkekwh melihat


tingkah lucu hyera. khyuhyun melangkah


mendekati hyera yang sedang duduk di


tepi ranjang.


"weyo yeobo?


"anio,cepat ganti baju sana"


"bukankah kamu suka melihat ku sperti ini?


seketila pipi hyera memerah seperti kepiting rebus, khyuhyun tertawa terbahak bahak. hyera sangat kesal, ia pun mencubit abs khyuhyun, khyuhyun mengaduh kesakitan.


"akkhh sakit yeobo"


"cepat ganti baju, aku tunggu di ruaang makan"


hyera melenggang pergi meninggalkan


kamar menuju dapur, sesampai di dapur hyera menghampiri bibi kim yang sedang menyajikan sarapan di atas meja.


"ahjuma ada yang bisa ku bantu?


"tidak ada nyoya, sarapan nya sudah siap"


"oh begitu,bibi tolong panggilkan anak-anak"


"baik nyoya"


Kim ahjuma melenggang pergi meninggalkan dapur, hyera menarik kursi lalu duduk menunggu suami dan anak-anak nya .


tiba-tiba hyera mengidam ingin makan salad,


hyera bangkit dari duduknya lalu berjalan menuju kulukas. sesampai disana, hyera mengambil buah buahan, mayonese dan yougert lalu hyera mulai membuat salad.


selesai membuat salad, hyera kembali ke meja makan lalu mulai menyantap salad


buah buatannya itu. saking asik nya menikmati salad buah, hyera tidak menyadari


keberadaan khyuhyun yang sudah berada


di ruang makan.


"wah sepertinya enak ya, menikmati salad di pagi hari" sindir khyuhyun


"enak sekali"jawab hyera asal


hyera pun menoleh ke sumber suara, terliahat khyuhyun yang berdiri di dekat meja makan


sambil melipat kedua tangannya. ekspresi


khyuhyun tak terbaca, membuat hyerin takut.


"mianhae oppa, aku tiba-tiba saja mengidam"


"aku mengerti,tapi makan makanan dingin di pagi hari tidak baik untuk kesehatan bayi kita"


"ne oppa mianhe"


"makan salad nya lanjut nanti siang saja ia"


hyerin mengangguk pasrah, khyuhyun mengambil mangkuk salad itu lalu menaruh


kedalam kulkas, setelah itu khyuhyun kembali


ke meja makan. saat ini khyuhyun-hyerin sesang menunggu si kembar dan sibungsu.


tak lama,anak-anak pun berkumpul di meja


makan.


"woah makanan nya banyak sekali"


"berhubung semua sudah berkumpul


kita mulai saja sarapanya, jangan lupa


berdoa dulu"


"ne appa"


Selesai berdoa, keluarga cho menikmati sarapan dengan khidmat. selesai sarapan,


khyuhyun dan anak-anak berpamitan pada


hyera, tetapi tiba-tiba saja hyera ingin ikut


ke kantor.


"oppa, aku ingin ikut ke kantor"


"pekerjaanku sangat banyak, kamu


di rumah saja ya"


"aku bosan di rumah sendirian, ayolah oppa


sekali saja"


rayu hyera sambil ber aegyo menggemasakan


khyuhyun, pun luluh ia membolehkan hyera


ikut ke kantor dengan nya.


"baiklah"


"yey gomawo oppa"


hyera berhambur memeluk khyuhyun, si kembar dan si bungsu tersenyum melihat


drama ayah dan ibu nya. setelah itu mereka


pun segera menaiki mobil menuju sekolah,


mengantarkan anak-anak terlebih dahulu.


selama dalam perjalanan, hyera sangat manja pada khyuhyun melupakan keberadaan si kembar dan si bungsu yang duduk di belakang. mereka pun terheran heran dengan


perubahan sikap hyera, yang secara gamblang menunjukan sifat manjanya


pada khyuhyun.


"oppa kenapa kaubtampan sekali eoh?


"aku memang sudah terlahir tanpan yeobo"


"terkadang wajah tanpan mu membuatku takut"


"takut?takut kenapa?


"aku takut kau berpaling"


"yeobo dengarkan aku, meskipun banyak


wanita cantik di luar sana, aku takqn berpaling, karena aku sudah memiliki mu


dan anak-anak kita"


jawab khyuhyun sambil mengelus perut hyera yang mulai membuncit, seketika hati hyera menghangat. hyera bersyukur karena memiliki suami tanpan & baik seperti


khyihyun.


"aigoo appa romantis sekali, aku jadi ingin


menikah muda seperti eomma"


"appa tidak mengizinkan mu menikah muda,


selesaikan dulu kuliah mu"


"baiklah, mau bagaimana lagi"


"sma saja belum lulus, sudah memilirkan


menikah dasar"


kata minhyun sambil mengacak rambut jihyun, jihyun sangat kesal karena minhyun


mengacak tatanan rambut nya.


"yakkk cho minhyun terima pembalasanku"


jihyun memukuli lengan minhyun, minhyun


merengek meminta tolong pada khyuhyun tetapi khyuhyun mengabaikannya karena


tak ingin jihyun marah padanya, minhyun


pun merengek pada hyera.


"eomma tolong aku"


"sudah jihyun, kasihan oppa mu"


"dia menyenalkan eomma"


"sudah-sudah, apa kalian tidak malu


pada yeonjun?


Jihyun pun menghentikan aksi memukuli minhyun, tiba-tiba ponsel jihyun bergetar.


jihyun mengambil ponsel pintar nya dari


saku almamater, saat membuka ponsel


terdapat pesan singkat dari guanlin.


***My boyfriend


jihyun apa kamu sudah sampai di sekolah?


aku ingin bertemu denaganmu, aku tunggu


di gerbang sekolah***"


***tunggu, sebentar lagi aku sampai


send***


Jihyun menaruh kembali ponsel pintarnya,


setelah menempuh perjalanan selama 2


jam, mobil pun berhenti di depan gerbang


seoul senior high school, minhyun-jihyun


berpamitan terlebih dahulu.


"appa,eomma kami sekolah dulu"


"ne, belajar yang rajin"


Minhyun-Jihyun mencium tangan khyuhyun- hyera, budaya mencium tangan asal indoneaia sudah hyerin ajarkan sejak


sikembar masih sekolah Tk. usai berpamitan,


si kembar turun dari mobil lalu berjalan menuju gerbang,terlihat seorang namja tinggi


yang menunggu di depan gerbang. Jihyun pun berjalan menghampiri pria jangkung itu.


Dari dalam mobil khyuhyun melihat interaksi jihyun dengan namja jangkung yang baru pertama kali ia lihat, khyuhyun penasaran dengan lelaki yang mendekati anak gadis nya.


"kenapa oppa?


"tidak apa-apa"


Khyuhyun kembali menjalankan mobil menuju sekolah yeonjun, setelah menempuh


perjalanan kurang lebih setengah jam, mobil


pun berhenti di depan gerbang Seoul Junior


High School. si bungsu yeonjun pamit pada


khyuhyun-hyera.


"appa,eomma aku sekolah dulu"


"ne yeonjun, belajar yang rajin"


Setelah itu yeonjun turun dari mobil, yeonjin


berjalan menuju gerbang sekolah. di depan


gerbang sekolah, terlihat geng txt yang menunggu nya. yeonjun pun menghapiri


teman se geng nya, merekapun memasuki


sekolah mengingat bel sudah berbunyi.


Setealah mengantar sikembar dan si bungsu,


khyuhyun kembali melanjutkan perjalanan


menuju kantor nya yang tak jauh dar sekolah


yeonjun. tak butuh lama, mereka pun sampai


di cho coporation. khyuhyun turun dari mobil,


bersama hyera yang menggandeng mesra


lengan nya. mereka berjalan memasuki perusahaan, setiba di kantor para karyawan


menyapa khyuhyun dan membungkuk hormat.


"selamat pagi Tn cho, Ny cho"


"pagi, lanjutkan pekerjaan mu"


"baik tuan"


Para karyawan wanita cukup terkejut saat melihat ceo mereka, yang datang bersama


istri nya.mereka sedikit kecewa saat khyuhyun datang bersama istri nya, karena


mereka tidak bisa memandangi wajah tanpan


khyuhyun, secara terang-terangan.


Khyuhyun-hyera meneruskan langkahnya menuju lift khusus yang akan langsung


di lantai paling atas. tak perlu menunggu


lama, mereka pun sampai. khyuhyun-hyera


berjalan memasuki ruangan ceo.


Sore hari nya, jihyun pergi ke dal komm coffe untuk bertemu dengan guanlin. mereka akan


menghabiskan waktu di caffee itu dalam rangka hari pertama kencan mereka.


jihyun sangat bingung, dia tak tau harus memakai baju apa mengingat ini baru


pertama kali jihyun berkencan, tadi nya


jihyun berniat meminta bantuan pada


eomma nya,tetapi eomma nya masih


belum pulang dari kantor.


Jihyun menutuskan menghubungi yerin,


sahabat nya yang sangat mengerti fashion


dan make up.


"yeobseo yerin bisakah datang ke rumahku?


"kenapa mendadak sekali eoh?


"aku akan kencan, sore ini cepat bantu aku"


"mwo?kencan?dengan siapa?


"sudah jangan banyak tanya cepat datang"


"baiklah, aku menuju rumah mu"


Pip hyerin menuntup sambungan telepon,


beberapa menit kemudian yerin pun sampai


di kediaman mansion keluarga cho, mengingat rumah mereka berhadapan.


yerin langsung memasuki mansion keluarga


cho mengingat yerin sudah sering main ke


mansion itu.


yerin terkejut saat melihat kamar jihyun yang terlihat sangat berantakan, baju-baju bertebaram di kasur, sepertinya jihyun


mengeluarkan semua isi lemari nya.


"astaga jihyun berantakan sekali?


"aku bingung memilih baju yang mana"


"tunggu sebetar, aku pilihkan"


yerin memilihkan gaun yang cocok untuk kencan pertama jihyun, pilihan yerin jatuh


pada sewater pink yang di padu padankan


dengan outer berwarna coklat mengingat


saat ini sudah memasuki musim dingin.


Setelah berganti pakaian, yerin mendandani jihyun dengan dandanan yang terkesan natural, setelah selesai jihyun pun pamit.


"yerin ah,tolong bereskan kamarku ia


aku pergi dulu"


"ok,tapi ingat ini tidak gratis"


"tenang saja,nanti aku beri nomor minhyun oppa"


"ok tawaran di terima,cepat pergi sana"


Jihyun mengambil tas selempang dan flat shohes lalu melenggang pergi meninggalkan


kamar, jihyun meminta han ajusshi mengantar kan nya ke dal komm caffe,


han ajusshi pun segera mengatara jihyun.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih


setengah jam, mobil pun berhenti di parkiran


dal komm caffe. jihyun bergegas turun, sebelum pergi jihyun berpesan pada han


ajusshi agar tidak menjemput nya.


"ajusahi, tidak usah menjemput ku"


"ne agasahi"


Mobil hitam itu kembali melaju, jihyun bergegas memasuki caffe. suasana caffe


tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa


pengunjung saja. jihyun mengedarkan


pandangan mencari keberadaan guanlin,


tak lama guanlin melambaikan tangan


pada nya. jihyun pun segera menghampiri


huanlin yang duduk di paling pojok.


"maaf membuatmu menunggu lama"


"gwaenchana, oh ia mau pesan apa?


"hot chocholate dan chese cake"


"tunggu sebentar, aku panggil witters dulu"


Guanlin memanggil wittrers, tak lama witters


menghampiri meja mereka. guanlin memesan


kan minuman dan kue pada witters itu, setelah mencatat pesanan, witters itu kembali


ke dapur. sambil menunggu pesanan datang,


guanlin membuka percakapan terlebih dahulu.


"Jihyun ah, apa oppa mu tau


kita berkencan?


"tenang saja,minhyun oppa tidak tau ko"


"syukurlah, aku harap minhyun hyung


menyetujui hubungan kita"


"ia,aku harap begitu"


Obrolan mereka pun berlanjut, guanlin menayakan banyak hal tentang jihyun.


karena gualin ingin mengenal jihyun,


lebih jauh lagi begitupun dwngan jihyun


ia pun ingin mengenal guanlin lebih jauh.


Tak lama, witters kembali menyajikan


minuman dan kue yang mereka pesan.


"selamat menikmati"


Setelah menyajikan makanan, witters pun


kembali ke dapur.


"ayo di minum dulu"


"ah ne,gomawo"


Jihyun mengambil gelas hot chocolate itu,


rasa hangat menjalar keseluruh tubuh saat


jihyun meminum coklat panas itu. jihyun menaruh kembali gelas itu ke atas meja,


lalu ia beralih menikmati chese cake keaukaannya.


"aigoo chagi, kamu belepotan"


Guanlin mengambil serbet lalu mengelap ceream di sudut bibir jihyun, jantung jihyun


berdetak lebih cepat saat bersekatan dengan


guanlin.


"chagia gwaenchanayao?


"ah ne,chese cake nya enak"


Jawab jihyun asal, guanlin yang merasa gemas mencubit pipi chubby jihyun. jihyun sangat kesal,ia memukul pergelangan tangan


guanlin.


"akhh appo geumanhae"


"nappeun namja"


"mianhae,aku hanya gemas padamu"


"oh ia,sekarang jam berapa?


"Jam 06.00"


"astaga aku harus pulang"


"kenapa buru-buru chagia?


"appa ku akan marah jika tau


aku masih di luar rumah"


"kajja,aku antar pulang"


"tidak usah oppa, aku naik taxi saja"


"akan sulit mendapatkan taxi di jam


pulang kerja seperti selarang ini"


"eumm baiklah"


Guanlin pun segera membayar, setelah itu


guanlin mengantarkan jihyun pulang.


selama dalam perjalanan tidak ada yang


membuka percakapan, guanlin fokus menyetir sementara jihyun sedang berkirim


pesan dengan minhyun yang terus menyuruhnya pulang.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih setengah jam, mobil merah guanlin berhenti di depan gerbang. sial nya khyuhyun baru saja turun dari mobil hitamnya, jihyun segera


berpamitan pada guanlin.


"oppa aku masuk dulu"


"kenapa buru-buru?


"appa ku sudah pulang"


"kajja kita temui appa mu"


"jangan sekarang oppa"


"percaya padaku, aku yakin appamu


akan menyetujui hubungan kita"


"baiklah,terserah oppa saja"


Jawab jihyun pasrah, jihyun membiarkan


guanlin bertemu khyuhyun karena guanlin


bersikeras ingin bertemu dengan ayah nya.


khyuhyun menatap tajam saat melihat jihyun


yang baru pulang, terlebih lagi jihyun pulang


bersama namja tinggi yang tadi pagi ia lihat


di gerbang sekolah jihyun.


"Jihyun masuk"


"tapi appa......."


"cepat masuk jihyun!


Jihyun tersentak kaget saat khyuhyun membentaknya, jihyun pun masuk ke pintu


gerabang meninggalkan khyuhyun-guanlin.


khyuhyun menatap tampilan guamlin dari


ujung rambut hingga ujung kaki, hal itu


membuat guanlin merasa tak nyaman.


"berani sekali ya, mengajak anak gadis orang berlencan" sidir khyuhyun sarkartis


"chosonghamnida, lain kali aku akan


meminta izin terlebih dahulu"


"ok kalin ini aku maafkan, awas saja ia


jika kau membuat jihyun menangis aku


akan memberi perhitungan padamu"


"ne ajusshi"


"jangan memanggilku seperti itu,


aku tak setua itu panggil saja abonim"


"ah ne abonim,kalau begitu saya pamit dulu"


"pulang lah sana,"


Guanlin pun kembali ke mobil merah nya,


tak lama mobil itu kembali melaju meninggalkan mansion keluarga cho.


khyuhyun menatap kepergian guanlin,


meakipun khyuhyun mengizinkan jihyun


berpacaran dengan pria jangkung itu,


khyuhyun tidak akan mudah mempercayai


guanlin, ia akan tetap menyelidiki latar


belakang keluarga guanlin dan mengawasi


setiap pergerakannya. To be continue..........