You're My Destiny

You're My Destiny
Berbeda



Lea merasa canggung pada Lio, beberapa ingatannya saat dia kecil dia begitu frontal pada Lio membuatnya cukup malu dengan masa kecilnya itu.


'Sekarang kamu kelas berapa?" tanya Lio sembari memberikan biskuit pada baby Disha


'Kelas 3 sma, sebentar lagi lulus kak" jawab Lea


Lea menatap takjub bayi yang Lio pangku, terlihat begitu cantik, wajar saja cantik karena ayahnya dan ibunya begitu memukau.


'Apa ini anak kakak yang ke dua, dulu saat Lea ke negara P saat itu kakak tengah mengandung" Lea merasa bingung karena seingatnya saat itu Lio sudah mengandung


'Benar, ini anakku yang kedua, yang pertama bersama Daddy-nya biasalah anak manja" kekeh Lio


Lea tersenyum manis melihat betapa imut dan cantiknya baby Disha.


'Dia sangat beruntung memiliki seorang Mommy, jika Mommy masih hidup apa aku juga dulunya di perlakukan begini" batin Lea


'Kenapa tidak bergabung dengan yang lain, oh iya apa kamu sudah bertemu dengan Leon?" tanya Lio antusias


DEG


Jantung Lea rasanya mau copot saat Mendapat pertanyaan yang begitu mengejutkan dari Lio, tentu saja mereka sudah bertemu hanya saja di setiap pertemuan Leon selalu menghinanya dengan mengatakan dirinya adalah wanita murahan.


'T..tentu saja sudah kak" jawab Lea gugup


'Mengapa kamu gugup, tadi Leon katanya ke kamar mandi, mau aku panggilkan?" tawar Lio yang tidak tau masalah mereka berdua


'T..tidak perlu kak, tadi kami baru saja berbincang" tolak Lea halus


'Ku pikir lebih baik jika kami tidak pernah bertemu" batin Lea


'MOMMY....!" teriak seorang anak kecil


'Mommy disini sayang" balas Lio membuat Lea tersenyum manis karena Lio begitu lembut membalas panggilan anak kecil itu


Lea membulatkan matanya melihat anak kecil di depannya, anak kecil itu adalah yang mengambil red Velvet cake dari tangannya.


'Kenalkan ini putraku namanya Geoff Johns Addrisson Xavier, kamu bisa panggil Geoff" Lio memperkenalkan Geoff yang menatap Lea tajam


'H..halo, senang berkenalan denganmu Geoff, panggil saja kak Lea" Lea menyodorkan tangannya tetapi Geoff mengacuhkannya membuat Lea menarik kembali tangannya


'Sayang, kakak ini dulunya kekasih Uncle Leon saat masih kecil dulu, jangan cuek begini dong, kan Mommy malu jika kakak begini sama kenalan Mommy" Lio merasa tidak enak pada Lea


'Tidak apa-apa kok kak, anak kecil memang begitu, mood nya suka berubah-ubah" Lea merasa jika Geoff tidak menyukainya


'Tapi Geoff dengar tadi katanya kakak ini jahat" celutuk Leon menggunakan bahasa negara P membuat Lea tidak mengerti


'Uncle Leon bilang kakak ini wanita murahan jadi kita tidak boleh dekat-dekat" sambung Geoff membuat Lio melotot


'Dari siapa kamu mendengar kata-kata ini sayang?" tanya Lio penasaran


'Tadi pas ke kamar mandi, Uncle Leon berteriak, katanya kakak ini penjahat dan wanita murahan" jelas Geoff semakin membuat Lio terkejut


Sedangkan Lea hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka berdua karena tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan.


Lio mengalihkan pandangannya pada Lea, Lio bisa melihat tatapan sedih dan kecewa pada mata Lea, pantas saja sedari tadi Lea canggung padanya ternyata sedang ribut dengan Leon.


Lio juga tidak mau ikut campur dalam hubungan saudara kembarnya itu, entah apa yang terjadi pada mereka berdua tetapi Lio berharap keduanya baik-baik saja.


Tiba-tiba seorang pria tampan berjalan ke arah mereka, pria itu tidak lain adalah Xavier suaminya Lio dan di samping Xavier ada Leon yang membawa botol susu milik baby Disha.


'Aku cariin daritadi ternyata kalian disini, halo baby girl kemari bersama Daddy" Xavier mengambil baby Disha dari gendongan Lio dan menciuminya membuat baby Disha tertawa


'Kemarikan botol susunya" pinta Xavier pada Leon


Xavier menyipitkan matanya melihat Lea yang berdiri di samping istrinya, Xavier tentu saja mengenal Lea karena wajah Lea tidak banyak berubah hanya lebih dewasa saja.


Xavier melirik Leon dan terlihat wajah tidak suka Leon melihat keberadaan Lea, Xavier berpikir jika keduanya mempunyai konflik tetapi Xavier tidak mau ikut campur karena menurutnya keduanya sudah mampu mengatasinya sendiri.


'I..iya tuan, saya Lea" balas Lea gugup


Tatapan mata Leon yang menyuruhnya untuk segera pergi membuatnya takut, sepertinya kejadian waktu kecil dulu membuat Leon membencinya.


'Ummm... saya pergi dulu, sepertinya Daddy sudah mau pulang" elak Lea segera pamit


'Tunggu, tadi saya tengah berbincang dengan tuan Gofran dan dia sudah pulang terlebih dahulu karena ada yang mau di urus katanya" ucap Xavier membuat Lea terdiam


Jika memang Daddy-nya sudah pulang maka dia pulang dengan siapa? jika tadi dia membawa ponselnya pasti dia bisa menghubungi supir atau memesan taxi, Lea juga sudah tidak melihat keberadaan Simon.


'B..begitu yaaa, umm... apa Lea boleh meminjam ponsel kak Lio, Lea mau menghubungi nomor supir kak" mohon Lea pada Lio


'Tidak perlu di telpon, kamu ku antar pulang" jawab Leon dengan cepat membuat Lea terkejut sedangkan Lio dan Xavier tersenyum senang


Dengan cepat Leon menarik tangan Lea dan membawanya ke dalam mobil yang ada di garasi.


Selama di perjalanan keduanya diam hingga Leon menghentikan mobilnya di dekat trotoar jalan.


'Kuperingatkan padamu, jangan sekali-kali mendekati keluargaku! sudah cukup kamu menyusahkan saat kecil dulunya, tau diri jadi wanita, apa kamu memang mau di panggil wanita murahan!"bentak Leon


Lea meneteskan air matanya mendengar teriakan Leon padanya, padahal ceritanya bukan seperti itu.


'Sekarang keluar!" perintah Leon


'A..apa boleh Lea meminjam ponsel kakak buat hubungi supir?" pinta Lea memohon


'KELUAR KU BILANG!" bentak Leon


Air mata Lea menetes, sebegitu benci Leon padanya hingga membentak dan menurunkannya di tengah jalan.


Dengan cepat Lea turun karena tidak mau lagi mencari masalah dengan Leon yang begitu temperamen padanya.


Setelah Lea keluar dari mobil, Leon segera melajukan mobilnya meninggalkan Lea yang masih berdiri di trotoar jalan.


'Mengapa sikapnya terhadapku berbeda? apa memang aku begitu menjijikkan di matanya" isak Lea


Lea menatap sekeliling, beruntungnya masih ramai sehingga Lea tidak begitu takut.


Lea melihat pedagang nasi goreng yang menggunakan gerobak, dengan pelan Lea mendekatinya.


'Permisi pak" panggil Lea pada penjual nasi goreng itu


'Eh iya neng, ada apa? mau beli nasi yaaa..." tanya penjual itu dengan wajah berbinar


Lea sejenak membandingkan dirinya dengan penjual itu, hidup mereka berdua berbeda.


'I.. iya pak, saya beli 10 bungkus bisa kan pak?" tanya Lea


'Waduhhh... kalau 10 bungkus tidak cukup neng, tinggal 7 bungkus lagi" ucap pria itu


'Itu saja pak, tapi saya boleh minta tolong nggak pak?" tanya Lea


'Minta tolong apa atuh neng?" penjual iti menatap Lea serius


'Saya boleh pinjam ponsel bapak sebentar buat hubungi supir saya nggak pak?" tanya Lea berharap


'Boleh saja neng, hanya saja ponsel bapak mah jadul hehehe... apa masih mau neng dan kebetulan tadi saya beli pulsanya 10 rebu neng" jelas penjual itu membuat Lea bersyukur


🌫️🌫️🌫️


Author males banget deh lihat Leon, gedek sendiri author lihat sifat apatis Leon.


Semoga kalian suka yaa...


riri-can