You're My Destiny

You're My Destiny
Bertemu Mertua 1



Leon tersadar dari tidurnya dan merasa pusing pada kepalanya, Leon tau itu adalah efek dari alkohol yang dia minum tadi malam.


Leon melihat jam yang kini menunjukkan pukul 5 pagi, masih terlalu pagi untuknya bangun tetapi Leon ingin pulang untuk melihat Lea istri yang dia cintai.


Mata Leon tertuju pada Tio yang tidur dengan kaki menggantung, senyumnya terbit melihat betapa baiknya Tio padanya, padahal sudah berulangkali Leon membuat Tio susah tetapi Tio tetap saja berbuat baik padanya.


Tanpa pamit Leon langsung pergi meninggalkan Tio yang masih nyenyak dengan tidurnya.


Leon merasa pusing karena terlalu banyak minum tadi malam dan penyebab dirinya kalap adalah Lea, Lea membuatnya bagaikan manusia yang ada di gurun pasir.


Sesampainya di mansion istrinya Leon langsung masuk mengabaikan para pelayan yang kini telah bangun dan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Tujuannya sekarang adalah kamar Lea, dia merindukannya, padahal selama ini dia bisa menahan rindu tetapi sekarang rasanya begitu sulit, Leon bahkan tidak bisa sedetik saja untuk tidak melihat Lea, padahal Lea pulang hanya untuk liburan musim panas saja.


Baru juga akan membuka pintu kamar Lea, tiba-tiba ponselnya berdering membuatnya memilih melihat ponselnya.


Terlihat nama yang tertera di sana bertuliskan 'MAMA", buru-buru Leon mengangkatnya karena bagaimanapun dia sangat mencintai wanita yang sudah berkorban hidup untuknya.


'Ada apa Ma?" tanya Leon lembut


'Mama dengar Lea pulang, mengapa tidak membawanya ke rumah, Mama juga rindu padanya" omel Nyonya  Erika


'Aku akan membawanya Ma, Mama tunggu saja" balas Leon sambil menghela nafas berat


'Mama akan tunggu, jika siang ini Lea belum datang lihat saja, Mama akan membawa Lea kabur sejauh mungkin" ancam Nyonya Erika membuat Leon terdiam


Dia baru saja bertemu dengan Lea dan Mama nya berniat memisahkan dirinya kembali dengan Lea, Leon tidak akan pernah membiarkan siapa pun memisahkan dirinya dengan Lea, Leon sudah cinta mati pada Lea.


Buru-buru Leon membuka pintu kamar dan melihat Lea yang masih tidur di atas ranjang tanpa memakai selimut, andai dulu dia tidak acuh pada Lea pasti sekarang hidupnya terus bermekaran seperti saudara kembarnya yang ada di negara P.


'Aku harus seperti apa agar kamu tetap berada di sisiku?" Leon melihat wajah cantik Lea yang polos tanpa make-up


'Apa aku harus bersujud di kakimu? jika itu mau mu maka akan aku lakukan" ucapnya kembali


Leon berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang bau minuman alkohol, salahkan dirinya yang begitu bo*doh mengabaikan cinta Lea sejak dulu.


Andai waktu bisa di putar, Leon ingin awal pertemuannya dengan Lea bisa kembali, dimana dirinya yang tidak mengabaikan Lea kecil dan mengatakan mereka pacaran saja, mengapa saat itu Leon tidak mengatakan jika mereka akan menikah nanti.


Flashback on


Pagi itu Leon dan keluarganya tengah menghadiri acara kelulusan Lio saudara kembarnya. Saat Leon tengah duduk sambil bermain ponsel tiba-tiba anak perempuan berusia 11 tahun datang menghampiri Leon.


Leon merasa terganggu karena gadis kecil itu selalu menatapnya dengan mata belonya.


'Kakak tampan, mau tidak jadi pacar Lea?" tanya gadis kecil itu membuat Leon melongo


Baru saja gadis kecil itu mengajaknya untuk pacaran, yang benar saja, Leon hanya menggelengkan kepalanya melihat keberanian gadis kecil itu.


Karena Leon mengabaikannya gadis kecil yang bernama Lea itu menarik ponsel Leon dan menatap Leon cemberut.


'Berikan ponselnya!" kesal Leon


'Jawab dulu kak, kakak mau kan menjadi pacar Lea?" Lea menatap Leon dengan tatapan berharap


PLETAK


Leon menyentil kening Lea sedikit kuat sehingga Lea mengaduh kesakitan.


'Heh gadis kecil! Belajar dulu yang benar, masih kecil sudah mengajak orang dewasa pacaran, apa kamu masih waras?!" Leon berdecak melihat tingkah gadis kecil di depannya


'Lea sudah besar kok, kata Daddy Lea sudah besar buktinya Lea sudah bisa tidur sendiri tanpa di temani kakak perawat" bangga Lea membuat Leon memijit kepalanya yang berdenyut


'Cih, sudah bisa tidur sendiri? dengar gadis kecil sejak aku berumur 1 bulan sudah bisa tidur sendiri, bukankah perbedaan kita terlalu jauh, pergi sana!" usir Leon seraya mengejek Lea sambil merampas ponselnya dari tangan Lea


'Masa sudah bisa tidur sendiri? Jadi saat kakak haus gimana?" tanya Lea polos semakin membuat Leon berdecak kesal


'Ku bilang pergi ya pergi!" kesal Leon


'Kata daddy kalau Lea meminta apapun pasti terkabul, tetapi mengapa kakak tidak mengabulkan permintaan Lea untuk pacaran dengan Lea?" Lea terlihat sedih


'Dasar tidak waras!" kesal Leon pergi meninggalkan Lea yang menangis terisak


Leon memilih duduk di samping sekretaris Ben yang tengah menatap tab nya, Leon yakin bahwa sekretaris Ben tengah memeriksa pekerjaannya.


'Kulihat kamu cocok dengan gadis kecil itu" celutuk sekretaris Ben membuat Leon menggeretakkan giginya karena kesal


'Buatmu aja bocah ingusan itu!" kesal Leon


'Aku sudah punya kekasih, lihatlah bukankah dia begitu cantik" tunjuk sekretaris Ben menatap Emillya yang tengah heboh melihat para siswa/siswi yang baru keluar dari aula


Leon sejujurnya merasa jika Lea begitu manis dan cantik untuk anak seusianya tetapi Leon tetaplah Leon, cuek dan acuh pada sekitarnya.


Flashback off


Leon menutup matanya menahan rasa sakit hatinya, sepertinya Lea sering merasakan ini saat dirinya selalu menolak bahkan lebih parahnya Leon kerap mengatakan jika Lea adalah gadis murahan.


'Mulut sialan!" maki Leon dalam hatinya


Entah sudah berapa lama dirinya di dalam kamar mandi hingga sebuah ketukan pada pintu membuatnya sadar dari lamunannya.


Leon tersadar jika dirinya belum mandi, dia keasyikan melamun tanpa sadar Leon sudah lebih satu jam di dalam kamar mandi.


Leon mandi grasak-grusuk karena dia tau orang yang mengetuk pintu kamar mandi adalah Lea, sungguh memalukan dirinya termenung di dalam kamar mandi.


Setelah merasa lebih baik Leon langsung keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan handuk dan melilitkan di pinggangnya.


CEKLEK


Leon menatap Lea yang menatapnya tajam membuatnya mendesis karena cukup takut dengan tatapan itu.


'Apa yang Kakak lakukan di dalam? lama sekali! kakak pasti berbuat aneh kan di dalam! jangan mengotori kamar mandi ku!" omel Lea membuat Leon terdiam


Lea masuk begitu saja sedangkan Leon masih terdiam, dia baru saja mendengar Lea mengucapkan banyak kata setelah kepulangannya dari negara Rusia, sepertinya Lea kecilnya sudah kembali.


Leon tersenyum bahagia, jika memang Lea kecilnya telah kembali maka Leon akan berubah menjadi pria yang akan bucin pada Lea, tanpa sadar jika dirinya terlihat seperti orang bo*doh.


🌸🌸🌸


Leon aneh ga sih? kok author mikirnya Leon seperti punya dua sifat gitu wkwkwk.


Semoga kalian suka yaaa..


riri-can