
Lea mengikuti Jessi menuju kantin sekolah, seminggu sudah Lea sekolah di Rusia High School atau biasa di sebut RHS (author cuma ngarang yaaa.. hehe).
'Pesan apa?" tanya Jessi
'Sandwich aja deh" putus Lea
'Okay" Jessi pergi memesan
Selagi Jessi memesan makanan, Lea memilih memainkan ponselnya.
Kehidupannya sekarang serba baru, Lea sudah mengambil kesimpulan akan mengubur ke hidupannya yang kelam, termasuk urusan percintaan, Lea berpikir jika memang sudah waktunya dirinya menemukan jodoh maka Lea akan menerimanya saat itu tetapi untuk sekarang Lea memilih untuk fokus sekolah hingga selesai kuliah nanti.
'Hai.. boleh gabung?" tanya seorang laki-laki yang Lea perkirakan adalah keturunan Arab-Rusia
'Boleh" balas Lea sedikit acuh
Lea kembali sibuk dengan ponselnya membuat laki-laki yang bernama Mohammed Umar Zaky yang biasa di panggil Zaky atau Umar merasa tidak suka karena Lea mengabaikannya.
'Apa saya boleh bicara?" Zaky bertanya kembali
'Bukankah kamu baru saja bicara?" Lea menatap Zaky sedikit terganggu
'Maksud saya bukan beg...
'Nih pesanan kamu Lea" Jessi meletakkan makannya tepat di depan Lea
Zaky menatap Lea yang acuh terhadapnya kemudian menatap Jessi yang tersenyum mengejeknya.
Satu sekolah tau jika Zaky adalah seorang playboy, bahkan banyak yang menjadi mantan kekasihnya di sekolah RHS.
Zaky memilih pergi daripada di abaikan oleh Lea, baru kali ini Zaky di abaikan.
'Hahaha... ngakak tau nggak sih lihat wajah Zaky, dia playboy asal kamu tau" kekeh Jessi
'Dan kamu masuk ke dalam kategori mantannya?" tanya Lea membuat Jessi terdiam
'Iss... jangan ungkit dong, saat itu mungkin aku lagi mimpi" Jessi terlihat cemberut saat ucapan Lea memang benar jika dirinya adalah salah satu mantan Zaky
'Okay, kamu ada kegiatan nggak pulang sekolah, aku masih baru jadi belum terbiasa" Lea menatap Jessi yang tengah berpikir
'Sepertinya aku nggak ada kegiatan, boleh deh sekalian jalan-jalan" Jessi memakan sandwich nya begitu juga dengan Lea
Seperti janji mereka, sepulang sekolah Lea dan Jessi memilih jalan-jalan di temani oleh penjaga Lea yaitu Rauff.
Mereka entah kemana saja hingga mereka berdua kelelahan bahkan Lea merasa kedua kakinya sangat sakit sekarang.
'Kita pulang kak" ucap Lea setelah mengantar Jessi pulang
Rauff menjalankan mobil menurutinya keinginan nona nya itu.
Lea membersihkan tubuhnya karena sudah merasa lengket, hari ini Lea merasa sangat lelah sekali setelah berjalan-jalan ke berbagai tempat.
Lea menutup matanya berharap bisa tidur tetapi pikirannya melayang tentang pernikahannya dengan Leon, ternyata Leon memang benar tidak memperdulikannya buktinya sampai sekarang Leon tidak mencarinya, entah kenapa Lea merasa kecewa.
'Sadarlah Lea, sudah cukup semua ini, aku sudah bersusah payah sampai di titik ini, aku berani melanggar semua larangan Daddy, jadi jangan sampai terkecoh olehnya" Lea menampar pipinya agar sadar
'Sebaiknya aku keluar sebentar, lagian belum terlalu larut juga" Lea memilih celana jeans hitam dengan kaos oversize berwarna hitam juga
Lea melihat setiap pintu apartemen yang di lihatnya tetapi satupun tidak ada yang terbuka, atau memang tidak ada penghuninya mengingat sudah beberapa lama dirinya di apartemen ini tetapi belum pernah bertemu dengan pemilik apartemen yang lain.
Saat Lea ingin memencet lift menuju lantai bawah tiba-tiba suara teriakan seseorang membuat Lea kaget.
'Tolong tahan lift nya!" teriak seseorang membuat Lea langsung menahannya
Sebenarnya Lea tidaklah jelek mengingat darah Rusia juga mengalir di tubuhnya belum lagi dengan darah Indonesia yang terkenal dengan kecantikan alaminya membuatnya terlihat memukau hanya saja Lea merasa bosan dengan dirinya sendiri, sungguh sangat lucu kan.
'Terimakasih" ucap wanita itu
'Yaa sama-sama" balas Lea sedikit acuh
'Jeany" wanita itu menyodorkan tangannya membuat Lea menyambutnya sebagai tata Krama yang dia anut dari negara tercinta
'Lea" balas Lea tersenyum tipis
'Apa kamu penghuni baru itu? maaf belum bisa menyapamu karena sibuk dengan urusan kerja" Jeany tersenyum tidak enak pada Lea
'Tidak apa-apa, lagian aku masih beberapa hari ini disini jadi tidak usah di pikirkan" balas Lea
'Aku pernah melihatmu memakai seragam sekolah SMA, ku pikir kamu masih SMP" kekeh Jeany membuat Lea tersenyum bahagia dalam hatinya
Jika Jeany berpikir begitu maka tidak lain dan tidak lebih wajahnya baby face, entah kenapa Lea senang mendengarnya.
'Bisa saja, sebentar lagi aku lulus" Lea merasa tersipu sekarang
'Cara berbicaramu tidak seperti orang Rusia, masih terdengar nada yang masih kaku, apa hanya perasanku saja?" tanya Jeany mengeluarkan pendapatnya
'Yaa.. aku dari Indonesia, Daddy berasal dari sini dan Mommy dari dari Indonesia" Lea merasa sakit mengingat Daddy-nya yang sudah pergi
'Aku sering mendengar negara itu, katanya di sana banyak wisata alam, aku ingin sekali ke sana tapi kesibukanku begitu padat" Jeany memperlihatkan wajah sedihnya yang begitu kentara
'Tentu saja di Indonesia banyak wisata alam yang begitu bagus dan indah, bahkan masih banyak yang masih tersembunyi dan belum terjamah oleh manusia, jika ada kesempatan aku akan memandu mu saat berkunjung ke sana" Lea begitu antusias menceritakan tempat wisata di negaranya
'Benarkah? aku sangat berharap" Jeany kagum mendengar cerita dari Lea
'Ngomong-ngomong kamu mau kemana malam-malam begini?" tanya Jeany kepo
'Hanya ingin jalan-jalan, aku bosan di apartemen sekalian ke mini market di ujung jalan buat membeli kebutuhan" Lea keluar duluan dari lift dan di ikuti Jeany
'Jika kamu tidak keberatan, aku ingin mengajakmu untuk makan anggap saja sebagai salam perkenalan sesama penghuni apartemen" Jeany menatap Lea berharap
'Apa tidak merepotkan?" tanya Lea tidak mau menyusahkan orang lain
'Tentu tidak, ikutlah denganku" ajak Jeany
Mereka berdua pamit kepada penjaga apartemen untuk keluar sebentar, pilihan mereka jatuh pada sebuah cafe yang tidak terlalu jauh dari apartemen, mereka hanya berjalan kaki sekali menghilangkan rasa bosan.
'Mau pesan apa?" tanya Jeany
'Aku pilih milkshake saja deh" putus Lea
'Baiklah tunggu sebentar biar aku pesan" Jeany pergi memesan meninggalkan Lea yang menatap sekeliling
Tidak lama kemudian terlihat Jeany yang datang membawa pesanan mereka.
'Makanlah" Jeany menyodorkan sebuah cake pada Lea yang mengerutkan kening
'Makan saja" kekeh Jeany melihat kebingungan Lea
Lea pun mengangguk karena tidak mungkin dia menolak pemberian Jeany yang sudah di depan matanya.
🌸🌸🌸
Semoga kalian suka yaa, author ingin sekali membaca pendapat kalian tentang novel author biar author tau bagus atau tidak.
riri-can