
Lea masih duduk di sofa sambil memainkan ponselnya, sedangkan Nyonya Erika pergi ke restoran karena ada yang harus di urus, terlebih Lea sudah sering ke rumah membuatnya tidak khawatir meninggalkannya karena di rumah banyak pelayan nantinya yang melayani Lea.
Nyonya Erika sangat menyayangi Lea, dia ingin menebus rasa bersalahnya dulu, terlebih Lea sudah tidak memiliki sosok ibu lagi membuatnya mengambil pilihan itu.
'Ngapain kamu kesini bocah!"
Lea langsung menoleh dan menatap Leon yang baru saja pulang dari kerja atau lebih tepatnya dia tengah belajar bisnis dengan tuan Alfa.
'Kakak tampan" Lea berhambur ke pelukan Leon dan memeluknya erat
'Apaan sih? lepas!" kesal Leon mendorong Lea yang tengah memeluknya
Lea cemberut setelah pelukannya terlepas, padahal dia tengah ingin di peluk.
Tiba-tiba Lea meringis kembali menahan rasa sakit pada perutnya, tetapi lebih tepatnya di bawah perutnya itu.
Saat di sekolah tadi dia juga merasa sakit pada perutnya itu bahkan membuatnya sampai berkeringat tetapi hanya beberapa menit saja karena dengan tiba-tiba rasa sakit itu hilang.
'Bocah, kamu kenapa?" tanya Leon sedikit acuh padahal dalam hatinya dia khawatir
'Gapapa kok Kak, perut Lea hanya sedikit sakit" Lea tersenyum manis pada Leon membuat Leon mengalihkan pandangannya
'Tadi Tante bilang kita harus makan bareng" Lea mencoba menahan rasa sakitnya karena rasa bahagia lebih mendominasi nya saat ini
'Mama atau kamu yang bilang!" sinis Leon mencemooh
Lea hanya terkekeh karena dia ketahuan berbohong tetapi rasa sakit pada perutnya semakin menjadi saja membuatnya duduk kembali.
'Tidak mungkin aku datang bulan, aku merasa ini terlalu cepat" guman Lea sambil memegangi perutnya dan menekannya kuat
'Kamu kenapa?" tanya Leon mulai memperlihatkan rasa khawatirnya
'Perut Lea sakit kak hiks.." Lea mulai menangis
Biasanya kalau seperti ini Daddy-nya pasti akan mengompres perutnya, Daddy-nya adalah segalanya untuknya, orang yang pertama kali mengetahui datang bulan pertamanya, sungguh Ayah yang sangat hebat.
'Jangan menangis, mereka akan berpikir jika aku menjahati mu!" kesal Leon
'Tapi ini benar-benar sakit Kak hiks.. Daddy hiks.. perut Lea sakit hiks.." isak Lea semakin menjadi membuat Leon di landa panik
'Sebenarnya kamu kenapa?!" tanya Leon dengan nada mulai meninggi
Leon berjongkok di hadapan Lea dan menyibak seragam putih Lea sehingga memperlihatkan perut putih dan datar itu.
Lea yang merasakan sakit tidak memperdulikan apa yang tengah Leon perbuat, dirinya sibuk menangis.
'Tidak ada yang luka jadi dimana yang sakit, katakan, jangan menangis terus!" kesal Leon
'Lea hiks.. Lea datang bulan sepertinya Kak hiks.. sakit hiks.." Lea membaringkan tubuhnya dan menekuk ke dua kalinya mencoba menahan rasa sakitnya
Leon terdiam, Leon tau jika ada beberapa wanita yang mengalami hal ini, tidak semua perempuan saat datang bulan biasa saja, bahkan Leon pernah mendengar dan membacanya ada beberapa kasus fatal hingga wanita yang mengalami datang bulan di bawa ke rumah sakit karena rasa sakitnya.
Tetapi Leon menyipitkan matanya karena masih bingung, Lea masih kecil tetapi mengapa sudah mengalami datang bulan? apa artinya jika mereka menikah maka mereka bisa memiliki seorang anak? entah kenapa Leon tersenyum memikirkan itu, dia dan Lea memiliki seorang anak, bukankah sangat bagus, tetapi rasa senangnya hilang saat Lea semakin mengencangkan tangisannya.
'Sakit Kak hiks.. Daddy hiks.. sakit hiks.." isak Lea mencengkram lengan Leon membuat Leon meringis
'Aku harus bagaimana?" tanya Leon ikut khawatir
'Kompres hiks.. hiks.. Daddy biasanya mengompres saat Lea datang bulan" isak Lea di sela-sela tangisannya
Leon menghela nafas panjang dan buru-buru mengambil baskom dan di isi air kemudian Leon meraih sebuah lap yang masih bersih karena itu yang dia lihat.
Lea masih menangis sakit hingga perlahan isakan itu terhenti memperlihatkan Lea yang kini tertidur.
Leon menatap Lea yang kini tertidur, setelah hampir setengah jam Leon mengompresnya bahkan mengelus-elus perut Lea akhirnya Lea tidur juga.
'Masih kecil sudah datang bulan? apa artinya kami bisa memiliki anak?" tanya Leon pada dirinya sendiri
'Siapa yang bisa memiliki anak?" tanya seseorang dari belakang membuat Leon menoleh ke belakang dan terlihat Nyonya Erika dan tuan Alfa
Leon seketika mengubah mimik wajahnya kembali datar seperti semula, entah kenapa Leon merasa grogi sekarang.
'Apa yang kamu lakukan pada Lea!" sentak Nyonya Erika mendorong Leon hingga terjungkal ke belakang
Leon meringis karena pinggangnya mengenai sudut meja, Mama nya itu entah memiliki kekuatan seperti apa.
'Kamu kenapa sayang?" tanya Nyonya Erika menatap Lea yang masih tertidur dengan mata yang membengkak
'Apa yang kamu lakukan pada Lea, Leon?!" tanya Nyonya Erika marah
'Diamlah Ma, Lea baru saja tidur" balas Leon meringis
'Memangnya Lea kenapa?" tanya tuan Alfa yang sedari tadi diam
'Tadi perutnya sakit, dia datang bulan dan aku hanya mengompresnya agar rasa sakitnya hilang" terang Leon membuat tuan Alfa mengangguk mengerti tetapi sejurus kemudian tuan Alfa tersenyum menyeringai menatap putra bungsunya itu
'Jadi itu maksud dari kata Kami bisa memiliki anak" tuan Alfa tersenyum menggoda menatap putranya itu
Leon kelabakan sendiri, entah kenapa Leon merasa malu sekarang tetapi dia harus mempertahankan sifatnya yang selama ini dia jaga.
'Apa maksud Papa?" tanya Leon seolah tidak mengerti
'Hmm.. mengaku sajalah Leon, kamu suka pada Lea kan?" goda tuan Alfa kembali
'Aku tidak menyukai bocah Pa!" bantah Leon dan pergi begitu saja meninggalkan Nyonya Erika yang menatap bingung suaminya dan putranya itu
Flashback off
Leon tersenyum mengingat kejadian beberapa silam yang lalu, harusnya dia tidak mengesampingkan egonya, sekarang dia menyesal mempertahankan sikap dinginnya selama ini pada Lea, harusnya dia membalas perasaan cinta Lea.
Sekarang Lea membencinya, entah sudah berapa kali Lea sakit hati karenanya.
'Maafkan aku sayang" sesal Leon
Leon menatap foto Lea dengan tatapan tersiksa, Leon merasa ingin mengejar Lea ke negara Rusia tetapi Leon juga tidak mau mengekang Lea karena hidup Lea masih panjang, bukankah dirinya akan terlihat egois jika mengekang Lea di usia semuda itu.
'Aku akan menjemputmu jika sudah waktunya sayang, bertahanlah, jaga hatimu untukku" ucapnya dan berbalik meninggalkan figura foto itu dan membaringkan tubuhnya di atas ranjang
Sedangkan di negara Rusia...
Terlihat Lea yang tengah sibuk mengerjakan ujian kelulusan, Lea begitu fokus pada ujian di depannya.
Lea mengklik tombol pada komputer setelah menyelesaikan soal ujiannya, hatinya begitu senang karena sebentar lagi dia akan lulus dan itu artinya dia akan kuliah.
🌸🌸🌸
Ehemmm..... author mau nanya nih, kalian datang bulan saat umur berapa tahun? jawab yang jujur yaaa... dan juga apa kalian juga merasakan sakit saat datang bulan? Jika iya komentar juga yaaa...
riri-can