You're My Destiny

You're My Destiny
Semakin Parah



Tak terasa tuan Gofran sudah 2 Minggu di rawat di rumah sakit, Lea bahkan sering sekali bolos sekolah karena ingin terus berdekatan dengan Daddy-nya.


Saat Lea memasuki ruangan itu terlihat tuan Alfa dan nyonya Erika di ruangan itu.


'Siang Tante, Om" sapa Lea canggung


Lea merasa canggung jika berhadapan dengan tuan Alfa dan nyonya Erika karena tingkah absurd nya sewaktu kecil.


'Siang juga Lea, baru pulang yaa" nyonya Erika tersenyum hangat melihat Lea sedangkan tuan Alfa hanya mengangguk


'Kenapa tidak memberitahukan kondisi Daddy kamu nak?" tanya tuan Alfa serius


Lea terdiam, memikirkan dirinya saja Lea kadang sering lupa karena hanya ingin fokus pada Daddy-nya, bagaimana bisa Lea memikirkan untuk memberitahu tuan Alfa dan nyonya Erika, secara garis besar mereka bahkan tidak punya ikatan persaudaraan.


'Maaf Om" sesal Lea menunduk sedih


'Sudah Mas, sini sayang sama Tante, apa kamu sudah makan?" tanya nyonya Erika perhatian dan Lea pun menggelengkan kepalanya


'Makan dulu sayang biar nggak drop, lihat tuh kamu lemas begini" nyonya Erika mengajak Lea untuk duduk


Lea pun duduk tetapi kemudian Lea terisak membuat nyonya Erika dan tuan Alfa terkejut tetapi mereka akhirnya paham melihat keadaan sekarang.


'Sabar ya sayang" ucap nyonya Erika membawa Lea ke dalam pelukannya


'Hiks... hiks.. Lea takut Tante hiks.. Lea takut jika Daddy pergi hiks..." isak Lea menagis terngunguh sambil memeluk nyonya Erika dengan erat


'Jangan berkata seperti itu sayang, Daddy kamu pasti baik-baik saja, kita berdoa saja" nyonya Erika ikut menangis melihat Lea yang begitu sedih


Cukup lama Lea menangis sambil menuangkan semua isi hatinya hingga tuan Alfa dan nyonya Erika pamit pulang karena sebentar lagi akan malam.


Pagi harinya Lea dengan mata bengkak mengajak tuan Gofran ke taman rumah sakit karena merasa pengap di ruangan itu.


'Kita sudah sampai Daddy" ucap Lea jongkok di hadapan Daddy-nya


Penglihatan tuan Gofran kadang jelas dan kadang buram bahkan gelap, tetapi pagi ini penglihatan tuan Gofran terlihat jelas.


Lea menyandarkan kepalanya pada kaki tuan Gofran sambil memejamkan matanya.


Tuan Gofran mengelus kepala putrinya, menutupinya juga percuma karena putrinya sudah mengetahui penyakitnya itu.


'Daddy" panggil Lea dengan suara seraknya


Tuan Gofran meneteskan air matanya mendengar suara serak putrinya serta mata yang membengkak karena menangis, sentah sudah berapakali air matanya putrinya mengalir dan tuan Gofran tidak tahan melihatnya.


'Jangan menangis my princess" ucap tuan Gofran menghapus air mata yang mengalir di pipi Lea


'Apa Daddy bisa berjanji pada Lea" pinta Lea


'Apa sayang, Daddy akan berusaha" balas tuan Gofran


'Daddy tidak boleh meninggalkan Lea, jika Daddy pergi maka ajaklah Lea Daddy, dunia ini tidak cocok untuk Lea hiks.. apa Daddy tidak bisa membawa Lea untuk ikut hiks.. Lea hanya ingin bersama Daddy terus" Lea mengungkapkan isi hatinya membuat tuan Gofran sedih


'Daddy juga ingin bersama kamu sayang, tetapi jika Tuhan sudah berkata maka Daddy pun tidak bisa menolak, maafkan Daddy" batin tuan Gofran


'Apa permintaan Lea begitu berat sehingg Daddy begitu sulit mengabulkannya?" tanya Lea membuat tuan Gofran menggelengkan kepalanya


'Baiklah Daddy tidak akan pergi, apa kamu senang?" tanya tuan Gofran dengan senyum palsunya


'Lea punya sebuah cerita buat Daddy" Lea menatap mata Daddy-nya yang merah karena menangis


'Ceritakanlah sayang, Daddy ingin mendengarnya" pinta tuan Gofran


'Dulu di sebuah desa terdapat keluarga yang bahagia meski mereka tidak memiliki harta benda, mereka hidup dengan penuh kasih sayang hingga tidak lama kemudian kedua orang tua si anak meninggal, si anak begitu bersedih dan malamnya si anak bermimpi bertemu dengan seorang peri yang bisa mengabulkan semua keinginannya, dan si anak meminta agar kedua orangtuanya hidup kembali, peri itu pun mengabulkan, besok paginya si anak terbangun dan betapa terkejutnya dirinya melihat kedua orangtuanya masih hidup, hatinya begitu senang, akhirnya keluarga itu pun bahagia, menurut Daddy bagaimana dengan kisah tadi" Lea menatap Daddy-nya karena ingin mendengar jawaban dari Daddy-nya


'Sayangg... dengarkan Daddy, semuanya itu hanya kiasan yang di buat-buat untuk anak kecil, sekarang kamu sudah remaja kamu tentunya tau mana yang benar dan tidak, jika sudah di ambil oleh sang pencipta maka kamu hanya perlu ikhlas" tuan Gofran tentu tau maksud pembicaraan putrinya itu


'DADDY HIKS..." isak Lea memeluk tuan Gofran erat


Lea belum siap jika berpisah dengan Daddy-nya, siapa yang mau berpisah dengan Daddy-nya maka jawabannya tidak akan ada seorang pun yang mau.


***


Lea masih menemani tuan Gofran di ruang bernuansa putih itu, tidak lama kemudian terlihat tuan Alfa dan nyonya Erika datang tetapi kali ini terlihat Leon datang juga membuat Lea memilih mengabaikannya.


Lea perlahan mulai melupakan Leon karena dia hanya ingin fokus pada Daddy-nya, ingin menghabiskan waktu bersama Daddy-nya.


Kondisi Daddy-nya semakin hati semakin buruk, bahkan sekarang Daddy-nya begitu sulit untuk mengangkat kepalanya membuat Lea takut.


'Babagaiman kondisi Daddy kamu sayang, apa ada perubahan?" tanya nyonya Erika


Lea menggeleng sebagai jawaban, suaranya tidak terdengar jelas karena kelamaan menangis, Lea begitu bersedih hati sehingga mengabaikan semuanya.


Tiba-tiba tuan Gofran membuka matanya dan melihat sekeliling hingga tatapannya tertuju pada Leon.


'Nak Leon" panggil tuan Gofran dengan suara lemahnya


Leon pun yang paham maksud tuan Gofran langsung berjalan mendekat dan berdiri di samping Lea yang mengabaikannya.


'Bolehkah saya meminta tolong" ucap tuan Gofran dengan susah payah


'Boleh Paman" balas Leon sesekali melirik Lea yang masih mengabaikannya membuatnya sedikit kesal


'Saya ingin menyerahkan Lea padamu nak, jagalah dia karena Paman percaya padamu" ucap tuan Gofran dengan susah payah


'DADDY!" teriak Lea tanpa sadar


'Lea nggak mau, pokoknya Daddy harus tetap bersama Lea hiks.. maafin Lea jika Lea banyak salah pada Daddy hiks..." isak Lea memohon pada tuan Gofran yang tersenyum sedih melihat putrinya yang terpuruk


'Baik Paman, saya akan menjaga Lea" Leon menjawabnya dengan mantap membuat Lea melototkan matanya melihat Leon


'Tolong nikahi putri Paman sekarang karena paman merasa jika waktu paman sudah dekat" mohon tuan Gofran semakin membuat Lea terisak


'Lea nggak mau Daddy hiks.. Lea minta maaf hiks... tolong maafkan Lea" isak Lea memeluk tuan Gofran


'Baiklah Paman" balas Leon dan kembali menuju kedua orangtuanya yang ikut sedih melihat tuan Gofran dan Lea yang begitu tersiksa


Tuan Alfa pun akhirnya menghubungi salah satu bawahannya untuk membawa seorang ustadz dan penghulu untuk menikahkan Lea dan Leon.


🌫️🌫️🌫️


Kok author sedih sih ngetik part ini hiks... Author mau nangis dulu ya guyss...


riri-can