
Bunga sakura bermekaran di sepanjang jalan,menandakan musim telah berganti.Liburan musim dingin telah usai,jihyun,minhyun dan yeonjun kembali bersekolah seperti biasa.Pemandangan di sepanjang jalan sangat menyejukan mata,Bunga sakura yang bermekaran merupakan pemandangan yang sayang untuk di lewatkan.Selama dalam perjalanan menuju sekolah, jihyun tak henti memotret bunga sakura yang bermerkaran di tepi jalan,
"Aigoo nuna kampungan sekali, seperti baru melihat bunga
sakura saja."
"Appa yeonjun meledek ku."
"Yeonjun jangan seperti itu nak."
"Ne appa,mianhae
Khyuhyun tersenyum melihat anak nya kembali akur.Yah seperti itulah anak remaja sering bertengkar karena hal sepele.Maklum saja yeonjun masih bocah smp dia masih kekanakan dan sering menganggu jihyun.Lain hal nya
dengan minhyun,Minhyun menuruni sifat nya tidak banyak bicara dan terkesan dingin.Sikap minhyun yang seperti itu justru menjadi daya tarik
tersendiri,Sehingga banyak gadis yang mengejarnya.Setelah menempuh perjalanan selama setengah jam,Mobil pun berhenti di depan pintu gerbang sekolah jihyun dan minhyun.Minhyun pamit terlebih dahulu,mengingat minhyun ada jadwal piket.
"Appa aku masuk dulu."
"Ne belajar yang rajin."
Minhyun turun dari mobil lalu berjalan memasuki gerbang sekolah, kini giliran jihyun yang pamit.
"Appa, aku sekolah dulu."
"Ne sweet heart,belajar ynag rajin."
Khyuhyun mengacak surai kecoklatan putri cantiknya,jihyun memasang wajah cemberut karena tatanan rambut nya menjadi berantakan.Sementara khyuhyun hanya terkekeh melihat wajah cemberut jihyun yang terlihat lucu.
"Appa kenapa suka sekali mengacak rambutku.?"
"Karena kamu lucu seweet heart apalagi jika sedang
cemberut seperti ini."
Jawab khyuhyun sambil mencubit pipi chubby jihyun,
"Berhenti memperlakukanku seperti anak kecil,
aku sudah besar appa."
Ujar jihyun merajuk,khyuhyun semakin terkekeh.
"Meskipun kmau sekarang sudah besar, tetap saja
kamu putri kecil bgai apa."
"Sudahlah,aku masuk dulu ya appa dah."
Jihyun keluar dari mobil,jihyun berjalan memasuki gerbang sekolah. setelah itu khyuhyun kembali menjalankan mobil menuju sekolah yeonjun yang lokasi nya tak jauh dari kantor khyuhyun.Beberapa menit kemudian mereka pun sampai,Yeonjun segera pamit pada khyuhyun.
"Appa aku sekolah dulu."
"Ne belajar yang rajin ya."
"Ne appa."
Yeonjun turun dari mobil, dia berjalan menuju gerbang sekolah menghampiri teman-teman nya yang baru sampai.Setelah mengantarkan yronjun khyuhyun kembali melajukan mobil menuju kantornya.
Jihyun baru saja memasuki kelas, suasana kelas sudah cukup ramai murid murid sudah berada di kelas.Jihyun berjalan menuju tempat duduk nya,jihyun mengeluarkan buku dan alat tulis,Tak lama bel berbunyi menandakan jika pelajaran akan segera di mulai.Tap tap tap suara sepatu terdengar kangin ssem guru bahasa korea memasuki kelas,Ketua kelas segera menyiapkan siswa-siswi."
"Beri salam."
"Selamat pagi ssem."
"Pagi anak-anak,baiklah kita mulai saja pelajaran
hari ini."
Pelajaran bahasa korea pun dimulai,siswa-siswi sangat antusias mengikuti pelajaran bahasa korea mengingat cara mengajar kangin ssem tidak membosan kan,Dua jam kemudian pelajaran bahasa korea pun selesai.
"Ssem akan memberikan tugas di grup kelas kita
tugas nya di kumpul minggu depan."
"Ne ssem."
Kangin ssem meninggalkan kelas, beberapa menit kemudian kim kibum ssem memasuki kelas untuk mengajar mata pelajaran sejarah.
"Selamat siang anak-anak."
"Siang ssem,baiklah kita mulai saja pelajaran hari ini."
Kibum ssem mulai menjelaskan materi tentang kerajaan joseon,satu persatu murid-murid mulai mengantuk,Ada pula murid yang sudah tertidur di kelas padahal pelajaran sejarah baru saja di mulai.Kibum ssem membiarkan siswa yang tidur,Kibum ssem masih mentoleransi.Tetapi jika ada murid yang mengobrol saat kelas berlangsung,Kibum ssem akan mengurangis nilai mereka.Dua jam kemudian bel berbunyi menandakan jika waktu nya untuk istirahat.Kibum ssem,segera menyudahi pembelajaran.
"Pelajaran hari ini cukup sampai di sini,ssem akan mengirim tugas
ke email kalian,bagi yang tidur saat kelas berlangsung ssem akan
memberi tugas tambahan."
"Ne ssem."
Kibum ssem meninggalakan kelas,tak lama siswa-siswi berhamburan keluar dari kelas menuju kantin.Sementara jihyun masih berada di kelas,dia sedang mencatat poin-poin yang kibum ssem jelaskan.Tak lama,lucas memasuki kelas jihyun.Dari kejauhan terlihat jihyun yang sedang fokus mencatat,Lucas segera menghampiri jihyun.
"Hai jihyun,kenapa masih disini?"
"Aku sedang mencatat materi, sebentar lagi selesai."
"Mau ku temani.?"
"Terserah."
Ujar jihyun acuh,lucas menarik kursi lalu duduk di samping jihyun.Lucas menopang kedua tanganya di dagu,Memperhatikan jihyun yang sedanv fokus mencatat.Tak lama jihyun pun selesai,Lucas pun segera mengajak jihyun menju kantin.
"Kajja kita ke kantin sembelum bel berbunyi."
Lucas menarik tangan jihyun,mereka berlari kecil menuju kantin.Saat sampai di kantin,Mereka segera mengantri untuk mengambil makanan.Setelah itu,mereka mencari tempat duduk yang kosong.
"Selamat makan."
Ujar lucas sambil tersenyum menampilkan dimple nya,Tatapan tajam mengarah pada jihyun,Mereka berbisik membicarakan jihyun.Hal itu membuat jihyun taj nyaman,Jihyun segera menikmati makan siang nya,Agar bisa segera menjauh dari lucas.Selesai makan siang,jihyun segera kembali menuju kelas nya.Lucas pun segera menyusul jihyun,menuju kelas.
"Jihyun tunggu."
Langkah jihyun terhenti saat lucas memanggil nya,lucas segera menghampiri jihyun yang berdiri di depan pintu kelas.
"Jihyun,apakah nanti malam kamu ada acara?"
"Tidak ada,memang nya kenapa.?"
"Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat."
"Maaf aku tidak bisa,ayah ku tidak mengizinkan
ku keluar malam."
"Bagaimana kalo nanti sore.?"
"Ok,tapi haya sampai jam 6 aku harus pulang sebelum
jam 7 malam."
"Baiklah,nanti sore aku akan menjemputmu."
Lucas bergegas menuju kelas nya,tapi ia berbalik lalu memanggil jihyun. jihyun menoleh ke arah lucas penuh tanda tanya.
"Jihyun dandan yang cantik ya,sampai jumpa nanti sore."
Teriak lucas, untungnya kelas sedang kosong mereka masih berada di kantin.jika mereka berada di kelas,jihyun pasti akan jadi bahan ledekan.Lucas tersenyum lebar lalu melambaikan tangan,Lucas pun berjalan menuju kelas nya.Setelah lucas menghilang,jihyun pun segera masuk ke kelas.
Sore harinya,jihyun sudah berada di teras rumah menunggu lucas datang menjemput.Tak lama,suara motor ninja lucas terdengar.Motor ninja berwarna merah itu pun memasuki gerbang.Lucas memarkirkan motor di depan teras mansion,Lucas turun dari motor lalu menghampiri jihyun yang sedang duduk di teras bermain dengan anak kucing.
"Hai jihyun,sudah menunggu lama?"
"Tidak juga."
"Jihyun,apakah eomma mu ada?"
"Ada dibruang tamu,memangnya kenapa?"
"Bisakah kamu panggilkan sebentar,aku ingin
meminta izin dulu sebelum mengajak mu pergi."
"Baiklah,tunggu sebentar."
"Eomma kenalkan ini lucas teman sekelasku."
"Annyeonghasimika eomonim kenalkan aku lucas."
"Salam kenal anak muda."
"Eommonim,aku ingin meminta izin untuk mengajak
jihyun ke taman,apa eommonim mengizinkan.?"
"Boleh,tapi jam 6 harus sudah pulang ya."
"Ne eommonim,aku akan mengantar jihyun pulang
tepat jam 6 sore,kalau begitu saya pamit dulu."
"Ne hati-hati di jalan,titip jihyun ya."
"Ne eomonim."
Setelah mendapat izin dari hyunra,lucas dan jihyun berjalan menuju motor.
lucaa memakai kan helm pada kepala jihyun,Mereka menaiki motor ninja tak lama,Motor pun melaju meninggalakan pekarangan mansion.Lucas terkekeh saat merasakan jihyun yang memeluknya sangat erat,Mungkin jihyun takut mengingat jihyun baru pertama kali naik motor.Setengah jam kemudian mereka sampai di taman kota,Lucas memarkirkan motor terlebih dahulu.Setelah itu,lucas turun lebih dahulu dari motor.Sementara jihyun masih berada di atas motor.
"Pegang tanganku."
Jihyun memegang tangan lucas,jihyun pun berhasil turun dari motor.Jihyun melepas helm lalu memberikan helm itu pada lucas.
"Ini helm nya."
"Simpan disini saja."
Lucas menaruh helm itu di jok motor, setelah itu lucas mengandeng tangan jihyun sambil berjalan memasuki taman.Suasana taman cukup sepi,Mengingat mereka datang di hari kerja.Sehingga tidak terlalu banyak orang yang berlalu lalang.Lucas mengajak jihyun menuju bangku taman yang letaknya dekat dengan bunga sakura.Mereka duduk berdua di bangku taman itu,Semilir angin musim semi menjatuhkan kelopak bunga sakura.
"Wah indah sekali."
Ujar hyunra kagum saat melihat bunga sakura di dekat bangku itu.
"Syukurlah jika kamu suka, pemandangan bunga sakura
di tempat ini cukup bagus."
"Gomawo sudah mengjakku ke sini."
"Gwaenchana,aku senang mengajakmu."
"Oh ia,kenapa kamu mengajakku kesini?"
"Jihyun waktu itu kamu meminta agar aku
memberimu waktu,untuk menjawab ajakanku
untuk menjadi kekasihku,Dan sekarang aku ingin
mendengar jawaban mu jihyun."
"Mianhae lucas aku belum bisa memberimu jawban, kau tau kan
aku baru saja putus dan kita belum lama kenal aku belum yakin jika
aku memiliki perasan padamu."
"Jihyun aku punya cara agar kamu menyadari perasaanmu,mau kah kamu
mencoba nya?"
"Baiklah aku mau."
"Jika nanti jantung mu berdetak itu artinya
kamu memiliki perasaan padaku."
Jihyun tak mengerti apa yang dikatakan lucas, jihyun hanya mengangguk.
jihyun terkejut saat lucas mendekatkan wajah nya.Jihyun pun memejamkan mata,Jihyun merasakan bibir tebal lucas menyapu permukaan bibirnya dengan lembut.Jihyun terbawa suasana,perlahan jihyun mulai membalas ciuman lucas.Jantung jihyun berdetak sangat kencang saat ciuman mereka semakin intens.Beberpa menit kemudian lucas melepas tautan bibir mereka, lalu lucas mencium kening jihyun.Entah mengapa jihyun merasakan debaran aneh saat lucas mencium keningnya.
"Jadi bagaimna jihyun?"
"Jantung ku berdetak sangat cepat saat kamu menciumku,
tapi aku belum yakin apakah aku sudah jatuh cinta padamu."
"Mungkin saat ini kamu belum mencintaiku,jihyun bagimana
jika kita coba berpacaran dulu selama satu minggu,jika perasaan
mu padaku tetap sama,aku janji tidak akan mengangu mu lagi."
"Baiklah,mulai hari ini kita pacaran."
"Gomawo jihyun."
Lucas menarik jihyun kedalam pelukannya, jantung jihyun kembali berdetak kencang,Apa mungkin dia telah jatuh cinta pada lucas?batin jihyun.Lucas mengajak jihyun untuk ber selfie di dekat bunga sakura,Awal nya jihyun menolak,Tetapi lucaa terus merengek akhirnya jihyun pun menurut.Lucas berdiri di samping jihyun,Lucas tersenyum ke arah kamera lalu mengambil beberapa foto selfie dengan jihyun.hari semakin sore udara di taman berubah
menjadi dingin,Sebelum mengantar jihyun pulang lucas mengajak jihyun menuju caffe terdekat untuk menikmati coklat hangat.
"Jihyun kamu mau pesan apa.?"
"Hot chocolate."
"Kue nya.?"
"Tidak usah,aku tak suka makanan manis."
"Tunggu sebentar,aku panggil witters"
Lucas segera memanggil witters, tak lama witters menghampiri meja mereka.
setelah mencatat pesanan,Witters pun kembali ke dapur.Sambil menunggu pesanan datang,Lucas mencoba mengajak jihyun mengobrol.
"Jihyun ah,apa benar kamu punya saudara kembar.?"
"Ne majayo,saudara kembarku laki-laki dia sekolah
di tempat yang sama hanya saja kami beda kelas."
"Oh begitu,apa kamu punya adik?"
"Ne, aku punya dua adik laki-laki dan perempuan."
"Wah senang sekali ya memiliki banyak saudara,
pasti kamu tidak kesepian."
"Ya begitulah,memangnya kamu tidak punya sudara.?"
"Aku anak tunggal,ibuku meninggal setelah melahirkanku
aku mendapat kasih sayang penuh hanya dari ayahku."
"Mianhae, aku tak bermaksud membuatmu sedih."
"Gwaenchana,oh ia kapan-kapan boleh tidak aku
main ke rumah mu?."
"Boleh saja,jika ayahku mengizinkan."
"Baiklah,aku akan mencoba mendekati ayahmu."
Tak lama minuman yang mereka pesan pun datang,mereka kembali menikmati secangkir coklat hangat sambil melanjutkan obrolan.Perlahan jihyun mulai merasa nyaman dengan lucas,Tingkah receh lucas selalu membuat jihyun tertawa.Setelah selesai nongkrong di caffe, lucas segera membayar,Lalu bergegas pulang.Saat akan keluar dari caffe jihyun berpapasan dengan guanlin mantan pacarnya.Guanlin tidak sedirian,dia bersama seorang wanita,Wanita itu bergelyut manja pada guanlin.Hal itu sukses membuat mood jihyun berantakan.
"Hi jihyun,bagaimana kabarmu.?"
"Kabarku baik,kenalkan ini kekasih baruku."
"Kenalkan aku lucas wong kekasih jihyun."
"Guanlin."
"Oppa kajja kita pulang."
"Ne chagi kajja."
Lucas merangkul jihyun memamerkan kemesraan pada guanlin, guanlin mengepalkan tangan menahan amarah.Guanlin tak rela melihat jihyun dengan pria lain,Mengingat Guanlin masih menyukai jihyun.To be continue..............