You're My Destiny

You're My Destiny
SAH



Tidak lama kemudian terlihat suruhan tuan Alfa membawa seorang penghulu dan seorang ustadz.


Lea menggelengkan kepalanya karena tidak mau menikah dengan Leon, hatinya menolak keras, seharusnya dia senang karena bisa menikah dengan Leon tetapi Lea malah membenci Leon sekarang.


'Lea nggak mau nikah dengannya Daddy" mohon Lea


'Daddy takut tidak bisa melihat mu nanti saat menikah sayang" ucap tuan  Gofran lemah


Lea menatap Leon dengan sorot mata penuh kebencian, entah kenapa perasaan Lea semakin kesal melihat Leon yang diam saja.


'Harusnya kamu bersyukur bisa ku nikahi" bisik Leon membuat Lea marah


'Baiklah jika untuk melakukan sebuah pernikahan harus ada wali dan tentunya ada mahar juga, apakah saudara sudah punya mahar untuk calon mempelai wanita tetapi mahar itu harus di depan mata, bisa berupa uang atau benda" ujar ustadz nya


Leon mengeluarkan dompetnya dan melihat uang cash yang berjumlah 300 ribu, dan akhirnya uang itu yang di jadikan sebagai mahar.


'Baiklah tuan, saya akan menuntun tuan mengucapkan ijab" ucap penghulunya


Tuan Gofran dan Leon saling berjabat tangan, Lea tidak kuasa sekarang, hatinya begitu sakit karena sebentar lagi dirinya akan resmi jadi istri Leon.


'Wahai Leon Antonio Prayuda, saya nikahkan engkau dengan putriku Azzura Leanne Gofran binti Harry Avincent Gofran dengan mahar uang sebesar Tiga Ratus Ribu Rupiah di bayar tunai" ucap tuan Gofran dengan suara lemah bahkan nyaris tidak terdengar


'Saya terima nikahnya Azzura Leanne Gofran binti Harry Avincent Gofran dengan mahar tersebut di bayar tunai" Leon mengucapkannya dengan lantang


'Bagaimana, apakah sah?" tanya penghulunya dan tuan Gofran mengangguk


Akhirnya Lea dan Leon resmi menikah meski masih secara agama, Lea memilih diam saja meski di suruh untuk mencium tangan Leon.


Perasaan cinta itu kini berubah menjadi perasaan benci, Lea merasa jika Leon tengah mempermainkannya.


***


Lea mengabaikan Leon yang masih duduk di sofa, sedangkan tuan Alfa dan nyonya Erika yang sekarang sudah menjadi mertuanya pulang ke rumah.


Tuan Gofran kini tertidur pulas setelah di suntikan vitamin padanya.


'Masih tetap mengabaikan ku?" tanya Leon mulai jengkel


Lea menoleh dan menatap Leon penuh kebencian, Leon cukup terkejut melihat tatapan itu karena baru kali ini Lea menatapnya sedemikian rupa.


'Gue benci banget sama lo" ungkap Lea menggunakan lo gue


Leon berdecak kesal, entah kenapa Leon merasa jika Lea ke kanak-kanakan.


'Sore nanti pulang ke rumah" ucap Leon


'Gue nggak mau" bantah Lea


'Jangan membuatku marah Lea!" kesal Leon


'Harusnya gue yang marah, gue nggak mau nikah sama lo, dasar baj*ingan!" sentak Lea


'Terserah yang penting mulai sekarang kamu harus nurut dengan semua yang aku katakan, sore nanti kita akan pulang bersama" Leon tidak mau di bantah


Dan benar saja Leon memaksanya pulang sore ini, dengan tidak ikhlas Lea mengikuti Leon memasuki kamar tidur Leon.


Kamar yang luas dengan warna abu-abu gelap bercampur putih, terlihat maskulin tetapi Lea tidak menyukai warna itu karena menurutnya warnanya mengundang bencana.


Lea masih berdiri membuat Leon yang tengah berbaring di atas ranjang mengerutkan keningnya.


'Ngapain hanya berdiri saja, buruan duduk" sentak Leon


'Jangan sibuk jadi orang" balas Lea memilih duduk di sofa dan mengabaikan Leon yang hanya menggelengkan kepalanya


Lea meneteskan air matanya karena masih sedih, Lea merasa sangat terpuruk sekarang, kondisi Daddy-nya belum juga membaik membuatnya sedih.


'Lea kangen Daddy hiks.." isak Lea


'Mengapa semuanya seperti ini, aku tidak mau hidup sendirian hiks.. Daddy hiks.. bawa Lea hiks.." Lea masih terisak sendiri


'Lama-lama bola mata mu akan keluar saking seringnya menangis" ucap Leon


Lea tidak mau mendengarkan, dia tetap menangis.


'Mengapa mau menikahiku hiks.. aku tidak mau menikah denganmu" Lea menunduk sedih


'Jadi harus bagaimana? Daddy mu sudah sekarat begitu ba...


'DADDY KU TIDAK SEKARAT!" teriak Lea dan menatap Leon tajam


'Sekali lagi kata itu keluar dari mulut kotormu itu akan ku jahit seperti boneka Voodoo!" ancam Lea sedangkan Leon hanya mengangkat bahu acuh


Ucapannya tidak salah bukan jika Daddy Lea tengah sekarat jadi apa salahnya seharusnya Lea bahagia dan bersyukur jika dirinya mau menikahi Lea.


'Terserah dan satu lagi aku menikahi kamu hanya karena amanah Daddy mu, jadi jangan besar kepala" Leon beranjak pergi menuju kamar mandi tetapi terhenti mendengar ucapan Lea yang membuatnya terdiam kaku


'Kamu pikir aku juga mau menikah dengan pria murahan sepertimu, dengarlah tuan Leon yang terhormat, jika seandainya aku bisa memilih maka aku lebih memilih untuk mati saja!" Lea menatap Leon tajam


'Maka matilah" ucap Leon


Hati Lea terasa panas, Lea seharusnya tidak menyukai pria seperti Leon yang sama sekali tidak punya hati.


'Kamu pikir aku tidak berani HAH!" Lea mengangkat kedua tangannya dan mencekik lehernya dengan kuat membuat Leon terkejut


'APA KAMU SUDAH TIDAK WARAS!" bentak Leon menarik tangan Lea dari lehernya sendiri


'Cih kamu pikir aku bo*doh! meski aku tidak menyukai pernikahan ini tetapi aku juga tidak mau mati konyol, memangnya hanya kamu pria di muka bumi ini" batin Lea tersenyum menang dalam hatinya karena sudah biaa membodohi Leon


'Jangan berbuat yang aneh-aneh di kamarku" Leon langsung masuk ke dalam kamar mandi dan bersandar di pintu


'Mengapa dia begitu berani ingin bunuh diri di depanku? sepertinya dia tipe gadis yang bar-bar, aku hanya mengatakan kebenaran cih, gadis yang aneh" batin Leon segera membersihkan tubuhnya


Sedangkan Lea tengah cekikikan karena berhasil mengerjai Leon dengan pura-pura mencekik lehernya.


'Di ancam begitu saja sudah marah-marah, dasar aneh" Lea tersenyum puas


'Baiklah karena sudah menikah maka jangan salahkan aku jika balas dendam dengan perlakuan mu selama ini, kamu pikir hanya kamu yang bisa berbuat seenaknya" Lea menatap pintu kamar mandi dengan tatapan liciknya


Malam harinya terlihat keluarga tuan Prayuda tengah makan malam, terlihat Lea tidak bernafsu untuk makan karena memikirkan Daddy-nya yang masih berbaring di rumah sakit.


'Makanlah sayang, nanti kamu drop Daddy mu akan sedih" nyonya Erika melihat Lea yang hanya bengong saja


Leon yang melihat Lea bengong langsung menginjak kuat kaki Lea yang ada di bawah meja sontak Lea berteriak kuat karena kesakitan.


'AAWWWW.... kenapa kaki Lea di injak?!" Lea menatap Leon dengan tatapan menuntut


'Leon kenapa kamu menginjak kaki istrimu?" tanya tuan Alfa membuat Leon terdiam


Leon masih belum terbiasa dengan kata istri, tetapi sudah fakta jika Lea sekarang istrinya.


'Aku tidak sengaja" balas Leon lanjut makan


'Tidak sengaja bagaimana? Kakak menginjaknya dengan kuat, Kakak dendam kan sama Lea?!" Lea tidak terima di perlakukan seperti ini oleh Leon


'Sudah tau masih nanya, makanya makan jangan bengong saja" Leon segera pergi meninggalkan mereka bertiga


Lea semakin benci pada Leon, harusnya dia yang marah tetapi mengapa Leon bertingkah seolah menjadi korban.


🌫️🌫️🌫️


Lama-lama author gemes juga nih sama Leon..


riri-can