
Beberapa minggu telah berlalu, setelah kejadian malam itu Lea sudah memutuskan menghilangkan perasaan sukanya pada Leon, dia juga pantas untuk bahagia.
Seperti pagi ini di depan pagar rumahnya terlihat Simon yang menunggunya dengan motor gedenya.
Beberapa minggu ini Lea mencoba membuka hatinya untuk menerima Simon, bisa saja Simon yang awalnya sebagai pelampiasan berubah menajadi tempat pelabuhan hatinya yang terakhir.
Lea keluar dari dalam rumah dengan penampilan yang simpel, hanya memakai kaos putih kedodoran dan celana jeans hitam saja.
Rambut panjangnya di kucir satu sehingga memperlihatkan leher jenjangnya.
'Maaf lama" ucap Lea
'Tidak apa-apa, yuk pergi" ajak Simon
Hari ini mereka berjanji akan jalan-jalan ke mall lebih tepatnya menonton bioskop.
'Tapi sebelum itu, lo pakai helm dulu deh" Simon membantu Lea memasang helm pada kepalanya
'Terimakasih" ucap Lea tulus
'Yaa sama-sama" balas Simon menampilkan senyum manisnya
Simon adalah laki-laki yang tampan dan baik tentunya, Lea sudah memantapkan hatinya agar membuka hati sepenuhnya untuk Simon.
Di sepanjang jalan kedua sesekali bercanda sehingga suara tertawaan Lea terdengar di sepanjang jalan, Simon ternyata adalah pria yang humoris buktinya di sepanjang jalan Simon selalu memberikan pertanyaan-pertanyaan lucu untuknya.
'Satu lagi" ucap Simon
'Apa?" tanya Lea dengan wajah memerahnya karena tidak kuasa menahan tawanya sedari tadi
'Menurut lo jika seseorang pria menyukai wanita pujaannya tetapi wanita itu menolaknya, pendapat lo apa?" tanya Simon serius
'Umm..yaa pria itu harus lebih berusaha dong" balas Lea
'Baiklah, gue akan lebih berusaha lagi" putus Simon membuat Lea tersenyum karena paham dengan pertanyaan Simon
'AZURA LEANNE GOFRAN, GUE SUKA SAMA LOOOO, GUE CINTA SAMA LO!" teriak Simon setelah menghentikan motornya di pinggiran jalan membuat orang-orang yang melihatnya iri ada juga yang menatap mereka sinis karena merasa merasa terganggu dengan teriakan Simon
'LEAAA...GUE MAU LO JADI PACAR GUE DAN TIDAK MAU MENERIMA PENOLAKAN!" teriak Simon kembali membuat Lea menggelengkan kepalanya
Simon bukan meminta pendapatnya tetapi memaksanya.
'LO MAU KAN NERIMA PERASAAN CINTA GUE!" Simon menatap Lea dengan tatapan berharap
'Iya gue mau" balas Lea
'APA? KURANG KERAS!" Simon sengaja melakukan itu
'IYAAAA... GUE MAU MENERIMA LO!" teriak Lea membuat beberapa orang berteriak memberikan selamat pada Simon
Seketika Simon dan Lea tertawa kuat karena merasa lucu dengan tingkah mereka sendiri.
'Lo sih main teriak aja" kekeh Lea
'Gue serius Lea, gue suka sama lo" ucap Simon serius karena merasa Lea hanya mempermainkannya
'Gue tau Simon, makanya gue nerima lo tapi bantu gue untuk melupakan dia" ucap Lea
'Gue akan bantu lo hingga di hati lo hanya ada nama gue" balas Simon
'Terimakasih" balas Lea
'Tapi sebelum kita pergi nonton gue mau kita ubah panggilan dulu, mulai saat ini kita harus menggunakan panggilan aku kamu supaya lebih bagus" Simon memberikan pendapatnya
'Baiklah Simon" Lea hanya mengiyakan
'Apa tidak ada panggilan sayang gitu?" tanya Simon berharap
'Dih ngarep" kekeh Lea
'Ayolah misal bae atau sayang gitu?" Simon menatap Lea berbinar
'Bagaimana kalau Sijo saja" kekeh Lea membuat Simon mengerutkan keningnya
'Sijo? panggilan kesayangan darimana itu?" Simon menatap Lea cemberut
'Simon Anggara Joywiden aku singkat jadi Sijo, bukankah itu bagus" balas Lea
'Jelek banget nama panggilan kesayangannya, tidak mau, yang lain dong" Simon tidak suka panggilan itu
'Oh ayolah itu panggilan khusus dariku, hanya aku yang boleh panggil kamu begitu" Lea menatap Simon seolah mengatakan harus menerimanya
'Baiklah, tapi aku juga akan panggil kamu Lele, bagaimana?" tanya Simon
'Bagus gitu kok, Lea jadi Lele hahahaha" Simon merasa menang karena bisa melawan Lea
'Not bad, baiklah Sijo dan Lele" putus Lea
Akhirnya setelah perdebatan panggilan sayang mereka berdua memilih pergi ke mall.
Seharian di mall mereka habiskan untuk menonton dan bermain game.
Hari ini Lea begitu bahagia karena bisa bersenang-senang bersama Simon yang begitu memperlakukan dirinya dengan lembut.
'Capek kan, berenti dulu yuk, makan dulu" ajak Simon mengandeng tangan Lea
Lea menatap pergelangan tangannya berpikir jika seandainya Leon yang menggandengnya, tetapi segera dia tepis pikirannya itu, dia harus mencoba menerima perasaan Simon.
'Mau makan apa?" tanya Simon
'Umm aku mau ice cream saja" putus Simon
'Tidak boleh, kamu belum makan makanan berat Lele, nanti sakit perut, yang lain saja" Simon memperlihatkan sifat posesifnya membuat Lea kesal
'Bagaimana jika ini saja" Simon menunjukkan beberapa makanan membuat Lea mengangguk saja
Setelah merasa kenyang keduanya memilih pulang saja karena sudah merasa lelah, terlebih jam yang kini sudah menunjukkan pukul 4 sore, Simon tidak mau mencari masalah pada Daddy Lea, hubungan mereka masih baru dan harus memperlihatkan sikap yang baik.
Simon tau bagaimana tuan Gofran memperlakukan Lea seperti apa, jadi Simon memutuskan untuk bersikap layaknya seorang kekasih yang baik untuk Lea.
Keduanya sampai di rumah Lea dengan wajah kelelahan terpaut di wajah mereka berdua.
'EHEMMM!"
Suara deheman membuat mereka berdua menolah pada asal suara, terlihat tuan Gofran yang sudah memakai baju santainya menandakan jika dirinya sudah cukup lama sampai di mansion.
'Om" ucap Simon canggung
'Apa kalian bersenang-senang?" tanya tuan Gofran menghampiri keduanya
'Iya Daddy" balas Lea tersenyum bahagia membuat tuan Gofran ikut bahagia melihatnya
'Masuklah princess ada sesuatu yang harus Daddy katakan padanya" tuan Gofran menatap Lea dengan tatapan lembut tetapi berubah setelah menatap Simon
'Aku pamit dulu, bye bye Sijo" pamit Lea pergi berlari meninggalkan Simon dan tuan Gofran
'Apa kalian sudah resmi berpacaran?!" tanya tuan Gofran tajam
'I.. iya om" balas Simon gugup
'GOOD!" teriak tuan Gofran membuat Simon terkejut
'Syukurlah jika kalian sudah resmi pacaran, oh iya jangan sungkan bertanya apapun tentang Lea pada om" tuan Gofran menepuk pundak Simon beberapa kali dan pergi begitu saja meninggalkan dirinya yang masih bengong
Seperginya tuan Gofran barulah Simon sadar jika hubungannya dengan Lea di restui oleh tuan Gofran, hatinya sangatlah senang dia berjanji akan menjaga Lea dengan sepenuh hatinya, dengan perasaan berbunga-bunga Simon menghidupkan motornya dan pergi melaju meninggalkan kediaman tuan Gofran.
Sedangkan di ruang tamu terlihat Lea dan baru saja turun setelah mengganti bajunya.
'Daddy mengatakan apa pada Simon?" tanya Lea kepo
'Ini urusan perbujangan sayang, anak gadis di larang ikut nimbrung, apa sudah makan?" tanya tuan Gofran penasaran
'Sudah, Simon nyebelin Dad masa aku minta Ice cream dia marah, katanya tidak boleh makan Ice cream sebelum makan makanan yang berat" ujar Lea cemberut
'Itu tandanya dia peduli pada kamu sayang, sepertinya kalian cocok" tuan Gofran mengemukakan pendapatnya
'Memang Daddy merestui hubungan kami?" tanya Lea
'Tentu saja, selagi hubungan kalian masih sehat-sehat saja tidak melanggar batas Daddy tentu saja merestuinya, Daddy lihat dia pria yang cukup bertanggung jawab" tuan Gofran mengelus kepala putrinya
'Makasih Daddy" ucap Lea
'Sekarang kamu istirahat saja sayang" ucap tuan Gofran membuat Lea menganggukkan kepalanya
'Baik Daddy, Lea ke atas dulu, Lea cinta Daddy" ucap Lea pamit pergi kr lantai atas
Tuan Gofran menatap kepergian putrinya dengan tatapan mata yang berair, sepertinya putrinya sudah mendapatkan kebahagiaan cintanya.
🌼🌼🌼
Cieee....yang hubungannya di restui... Author juga mau dong punya pacar seperti Simon hehe...tapi author sudah menikah gimana dong, apa author pacaran diam-diam saja yaaa supaya suami author tidak tau, boleh juga itu wkwkwk..
Semoga kalian suka yaa..
riri-can