You're My Destiny

You're My Destiny
Bertemu Mertua 2



Leon menatap Lea yang tengah makan membuat Lea risih, sejak dirinya bangun Leon terlihat seperti orang aneh, bahkan saat dirinya keluar dari kamar mandi tadi Leon menurutnya sungguh aneh.


Flashback on


Lea sudah selesai dengan kegiatannya di dalam kamar mandi dan langsung keluar, saat membuka pintu pemandangan Pertama yang dia lihat adalah Leon yang tersenyum aneh di depan pintu membuatnya bergidik ngeri.


'Kakak kenapa?" tanya Lea bingung


'Aku mencintaimu" balas Leon tidak nyambung


Lea berpikir jika Leon tengah demam atau sedang tidak fokus tetapi nyatanya Leon mengatakan kata itu berulang kali membuat Lea kesal.


Leon terlihat berbeda bukannya membuatnya senang tetapi malah takut, Lea lebih memilih sifat cuek Leon daripada melihat senyuman Leon yang terlihat menyeramkan.


Flashback off


'Apa kakak tidak lapar?" tanya Lea buka suara kembali


'Melihatmu saja sudah membuatku kenyang" balas Leon membuat Lea takut


Lea yakin seratus persen jika Leon tidak waras atau memang sifat asli Leon seperti ini? entahlah tetapi jujur saja Lea takut.


'Umm... Lea sudah kenyang, Lea ke kamar duluan" pamit Lea pergi tetapi tangannya langsung di tahan Leon


'Ada yang ingin aku katakan" ucap Leon


'Ada apa?" tanya Lea


'Mama mengatakan jika hari ini kamu pulang" Leon menatap Lea yang terlihat kebingungan


'Mama?" tanya Lea bingung


Terlihat Leon yang kecewa bahkan Mamanya tidak di anggap, apakah dia tidak punya kesempatan sedikitpun.


'Maksudku IBU MERTUAMU" balas Leon menekan kata ibu mertua


Lea melotot, dia tentu tau hanya saja Lea merasa tidak sanggup bertemu dengan Nyonya Erika karena dia pergi begitu saja tanpa pamit, Lea cukup malu untuk bertemu.


'Baiklah, kapan?" tanya Lea


'Sekarang" balas Leon membuat Lea kaget


'Tapi aku belum menyiapkan sesuatu" keluh Lea panik


'Tidak perlu membawa apapun, Mama hanya ingin kamu saja" Leon melihat wajah panik Lea yang terlihat lucu


'Benarkah?" tanya Lea memastikan


'Tentu saja, Mama rindu padamu, sebaiknya kamu siap-siap" ucap Leon tersenyum manis membuat Lea terpikat


Melihat Leon tersenyum saja sudah membuatnya mabuk kepalang, apalagi jika cintanya terbalas entah bagaimana responnya nantinya tanpa tau jika Leon juga mencintainya.


Lea memakai dress tanpa lengan bahkan penyangga dress itu hanya satu tali membuat Leon kesal karena menurutnya Lea sangat sexy.


'Apa kamu tidak punya pakaian lain?!" tanya Leon kesal


'Memangnya kenapa? ku pikir dress ini biasa saja" Lea menatap dress yang menurutnya biasa saja


'Kamu bilang biasa?!" kesal Leon


'Bahkan buah dada mu nyaris tumpah" ucapnya lagi membuat Lea melotot


'Dasar cabul!" teriak Lea sambil menutup aset berharganya itu


'Cabul apaan, lagian aku cabul pada istriku sendiri jadi tidak ada salahnya" balas Leon pergi menuju lemari mencari baju yang cocok untuk Lea


'Pakai baju ini" Leon menyodorkan sebuah baju yang tertutup membuat Lea melotot


'Yang benar saja aku memakai baju ini, aku tidak mau Kak" tolak Lea


Leon sangat berbeda sekarang, bahkan Leon suka membuat humor meski humornya aneh tetapi sifat Leon jauh sekali berbeda.


'Aku tidak mau memakai baju itu, lihatlah tertutup begitu" tolak Lea langsung pergi tetapi Leon menariknya


'Sepertinya membuat Leon junior tidak salah juga, Mama pasti memakluminya, dia juga ingin cucu dariku, bukankah itu bagus sayang?" Leon menj*ilat pipi Lea yang mana membuat Lea menjerit


'Dasar cabul! aku akan mengadukan semuanya pada Mama!" ancam Lea mendorong Leon


'Adukan saja, palingan mereka membelaku, kamu tau mereka sangat ingin memiliki cucu dariku bersamamu" ucap Leon tersenyum puas melihat wajah ketakutan Lea


'Baiklah aku pakai, berikan bajunya" Lea memilih memakai baju itu daripada membuat Leon junior meski dirinya ingin memiliki anak dengan Leon tetapi Lea tidak mungkin hamil sekarang karena dia masih kuliah


Akhirnya mereka berdua berangkat menuju kediaman Tuan Alfa yang sejak pagi menunggu kedatangan mereka.


Lea menelan ludahnya susah payah, Lea berpikir jika dia tidak layak untuk bertemu dengan Tuan Alfa dan Nyonya Erika, dia pergi tanpa pamit membuatnya malu untuk bertemu.


'Tunggu apalagi, ayo keluar" ajak Leon


'Aku disini saja Kak" Lea menatap Leon takut


Leon menghela nafas panjang, dia tau apa yang tengah Lea pikiran tetapi Leon yakin seratus persen jika kedua orangtuanya tidak menyalahkan kepergian Lea malah menyalahkan dirinya yang begitu bo*doh melepas kepergian Lea.


'Sepertinya kamu memang ingin membuat Leon junior" ucap Leon memandang Lea dengan tatapan nakal sontak Lea takut


'Aku keluar!" putus Lea


Lea berjalan dengan langkah pelan membuat Leon kesal, Leon sudah sangat lelah sekarang tetapi karena Lea yang berjalan begitu lamban membuatnya harus berjalan lamban juga, begitu susahnya Leon menahan ingin menggendong Lea.


'Bercinta di ruangan ini tidak ada salahnya, jika masih berjalan lamban aku akan menelanjangi kamu disini!" ancam Leon


Karena kesal Lea menginjak kaki Leon sontak Leon berteriak kesakitan sedangkan Lea tersenyum penuh kemenangan.


'Rasakan!" sinis Lea


'AKHIRNYA KALIAN DATANG JUGA!" teriak wanita paruh baya yang tidak lain adalah Nyonya Erika


'Kamu pasti lelah sayang, ayo duduk" Nyonya Erika membawa Lea menuju ruang santai


Lea menunduk saat semua mata tertuju padanya, Lea takut jika semuanya menyalahkan dirinya yang pergi begitu saja tanpa pamit.


'Maaf" ucap Lea sambil menetaskan air matanya karena perasaan bersalah


'Tidak apa-apa nak, Papa tau semua ini bukan kesalahan mu tetapi salah Leon" Tuan Alfa tersenyum hangat pada Lea


Lea terharu, dia tidak menyangka jika dirinya masih di anggap sebagai keluarga padahal dia sudah jahat dengan pergi secara diam-diam.


Lea bersimpuh di kaki Tuan Alfa sambil menangis terisak dengan mengucapkan kata-kata maaf.


'Jangan seperti ini nak, kamu tau, Papa merasa gagal sebagai orang tua untuk kedua kalinya, Daddy mu memberikan sebuah kepercayaan untuk kami menjagamu tetapi kepercayaan itu Papa abaikan, tolong maafkan Papa dan juga Leon" isak Tuan Alfa sambil membawa Lea ke dalam pelukannya


'Bukan salah Papa hiks... Lea salah hiks... maafkan Lea yang pergi secara diam-diam dan tidak memberi kabar" Lea merasa pelukan Tuan Alfa sama hangatnya dengan pelukan mendiang Daddy-nya


'Daddy... Lea kangen Daddy" batin Lea memikirkan Daddy-nya


'Bukan salahmu nak, Papa yang tidak bisa mendidik Leon dengan benar, maafkan Papa" sesal Tuan Alfa


Leon yang diam saja sedari tadi menundukkan kepalanya karena merasa menyesal dengan apa yang diperbuatnya.


🌸🌸🌸


Feel nya kurang ye kann... tunggu aja dulu guys, author sengaja sih buatnya ga mewek banget di part ini, nanti di part lain author buat kalian nangis terus...


Semoga kalian suka yaaa..


riri-can