You're My Destiny

You're My Destiny
Merasa Murahan



Leon segera berdiri dan menatap wajah Lea yang kini berderai air mata, dirinya panik seketika, apa dirinya telah menyakiti Lea?.


'Kamu kenapa sayang?" tanya Leon lembut


Naf*sunya yang menggebu hilang seketika setelah mendengar isakan pilu istrinya, entah apa yang salah sehingga Lea menangis.


'Hiks....hiks...." isak Lea sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya


'Sayangg....hei, kamu kenapa hmmm?" tanya Leon sambil memegang kedua pundak Lea


'Hiks.... Hiks.... Lea hiks.... Lea sangat murahan hiks..." ucapnya di sela-sela isakannya


Perkataan Lea membuat Leon keget, dan kendaraannya pun sudah kembali, tetapi mengapa istrinya mengatakan hal sedemikian.


'Apa yang kamu katakan sayang? Dan siapa yang murahan?" tanya Leon sabar


'Lea murahan hiks... Lea murahan!" teriak Lea sambil menggelengkan kepalanya


Leon tentunya panik dan langsung memeluk Lea dengan erat, entah apa yang salah sehingga Lea berkata seperti itu.


'Tenanglah sayang" ucap Leon sambil memeluk Lea dan mencium ubun-ubun Lea


Cukup lama keduanya berpelukan hingga sekarang Lea sudah kembali tenang membuat Leon lega dan melepaskan pelukannya.


Leon pun mengambil handuk Lea dan kembali melilitkan pada tubuh se*xi istrinya, dirinya harus menahan rasa ingin pada Lea.


'Kamu kenapa hmm?" tanya Leon setelah Lea tenang


'L...Lea merasa seperti wanita penggoda hiks... Lea malu hiks.." isak Lea kembali


Leon mengernyitkan keningnya hingga akhirnya dirinya sadar kearah mana ucapan istrinya itu.


'Tidak sayang, kamu bukan murahan atau pun wanita penggoda" Leon kembali memeluk Lea erat


'Lea murahan hiks... Ta...tadi Lea hiks... LeaΒ  seperti wanita penggoda" ucap Lea susah payah


'Tidak sayang, kamu itu bukan wanita seperti itu, kamu istriku dan itu hal yang normal okay, sudah jangan menangis lagi, aku sungguh tidak suka" ucap Leon sambil menghapus lelehan air mata Lea


CUP


Leon mengecup kening istrinya sehingga membuat Lea kembali tenang, ada rasa penyesalan dalam dirinya. Seharusnya dirinya bisa menahan lebih lama lagi sampai Lea sudah siap untuk dirinya sentuh. Beruntungnya Lea menangis sehingga kewarasannya kembali supaya tidak menyakiti Lea lebih dalam lagi.


'Maafkan aku sayang" bisik Leon dengan suara lembut


'Sebaiknya kamu mandi lagi okay, atau perlu aku bantu?" tanya Leon selembut mungkin


'T..tidak perlu, Lea bisa sendiri" tolak Lea dan turun dari meja rias berjalan ke arah kamar mandi dengan cara berjalan yang sedikit aneh


Leon menatap cara berjalan Lea sambil menepuk keningnya, seharusnya dirinya bisa lebih memahami Lea yang masih muda dan tidak tau apa-apa. Lea adalah gadis yang polos sepenuhnya, dirinya merasa menyesal setelah melakukan tindakan tadi.


'Sadarlah breng*sek!" makinya pada dirinya sendiri


Setelah kejadian tadi Lea lebih banyak diam membuat semuanya bingung, hal itupun membuat Leon semakin diliputi perasaan bersalah.


Setelah menanti kedatangan Lio dan Xavier cukup lama akhirnya mereka pun datang, tuan Alfa dan nyonya Erika begitu antusias melihat kedatangan Lio dan Xavier apalagi terakhir kali mereka datang dua tahun yang lalu saat Leon pertama kali membuka usahanya sendiri.


'Akhirnya kalian datang juga, Papa sudah menunggu sedari tadi" ujar tuan Alfa langsung memeluk putrinya yaitu Lio dan memeluk hangat Xavier yang tersenyum ramah


'Maaf membuat kalian menunggu lama" sesal Xavier


Mata tuan Alfa tertuju pada Geoff yang menatap Lea tajam, sedangkan Disha adik Geoff tengah memeluk erat sang Daddy karena dirinya masih mengantuk.


Semuanya tengah berbincang hangat kecuali Lea yang lebih banyak diam dari sebelumnya padahal dirinya terkenal akan keceriaan dan periangnya.


'Lea" panggil Lio menatap adik iparnya dengan senyum merekah


Lio tidak menyangka jika gadis kecil itu kini telah menjelma jadi gadis cantik dan dewasa, gadis kecil yang selalu membuntuti Leon kini telah menjadi adik iparnya.


'Bagaimana kabarmu?" tanya Lio lembut


'L..Lea baik kak" balas Lea gugup


Lea merasa gugup saat berbicara pada Lio, Lio kini berubah jadi wanita yang elegan dan penuh karisma membuatnya tidak pantas berbincang dengan Lio.


'Maaf tidak datang di acara pernikahan kalian, dan kakak mau minta maaf juga tidak datang saat Daddy kamu meninggal" sesal Lio memeluk Lea


'T..tidak apa-apa kak, lagian itu sudah lama. Lea juga baik-baik saja" ucap Lea semakin gugup dipeluk oleh Lio


Lio berpindah tempat duduk di dekat Leon yang sedari tadi menatap Lea dengan tatapan bersalah membuatnya berpikir jika Leon telah melakukan kesalahan pada Lea.


'Leon, aku ingin bicara denganmu. Tapi tidak disini" bisik Lio dan Leon pun mengangguk


Lio pamit ke kamar mandi sebagai alasan dan Leon pamit dengan alasan mencari udara segar, nyatanya keduanya kini berada di taman belakang.


'Apa kamu dan Lea ada masalah?" tanya Lio penuh selidik


'Kamu menyakitinya lagi!' tuntut Lio menatap kembarannya tajam


'Aku sudah mengatakannya sejak di pesta itu, jangan menyakitinya lagi, apa kamu sudah lupa!" bentak Lio pada Leon


'Maafkan aku, tadi aku khilaf melakukannya tanpa persetujuan darinya" ucap Leon penuh penyesalan


Lio menghela nafas panjang, semenjak dirinya melahirkan Geoff dirinya lebih dewasa dan harus berpikir dari semua sudut supaya tidak salah sasaran.


'Kali ini kamu berbuat apa pada Lea?" tanya Lio lembut


'Apa aku harus menceritakan itu juga padamu?" tanya Leon melotot


Yang benar saja dirinya menceritakan bagaimana bersemangatnya dirinya saat ingin memadu kasih dengan Lea, dan bagaimana Lea mengatakan jika dirinya adalah wanita penghibur, mengingat itu saja amarah Leon kembali memuncak.


'Yaa haruslah, kamu melakukan apa pada Lea!" tuntut Lio


'Itu urusan suami istri, tidak perlu anak kecil sepertimu mendengarnya" kekeh Leon


'Cih, biar kuingatkan sekali lagi padamu. Aku ini lahir lebih dulu dan menikah lebih dulu, jadi aku sudah berpengalaman. Memangnya kamu yang baru saja mendapatkan cinta monyet mu!" ejek Lio begitu kesal pada kembarannya itu


'Kita lahir hanya selang beberapa menit saja, itu saja di besar-besarkan!" balas Leon menatap tajam Lio


'Sudahlah, aku malas berbicara denganmu. Saranku jangan sakiti dirinya lagi, aku pergi" pamit Lio dan masuk kembali


Leon yang ditinggalkan hanya diam saja sambil memikirkan keputusan yang tepat untuk masalah yang baru saja dirinya perbuat. Sepertinya istrinya masih takut padanya.


Malam semakin larut hingga semuanya memilih masuk ke dalam kamar mereka masing-masing, terlihat juga Lea yang baru saja masuk ke dalam kamar dengan perasaan yang campur aduk. Jujur saja dirinya merasa keenakan dengan perlakuan Leon siang tadi hanya saja dirinya merasa jijik pada dirinya.


πŸ’•πŸ’•πŸ’•


Andai author di posisi Lea sudah pasti author juga merasa agak gimana gituu.. serba salah sihh...


riri-can