
'Apa kalian sudah puas belanjanya bocah tengik?" tanya Leon menatap satu persatu keponakannya
'Sudah uncle, tapi kami bosan dirumah" jawab Hessa cepat
'Kalian ini, padahal bunda berkata seperti itu buat kebaikan kalian, untung saja ada autny Lea dirumah, kalau tidak uncle pastikan kalian berencana kabur" ucap Leon sedikit tegas membuat ketiganya terdiam karena yang dikatakan Leon memang benar, seandainya Lea tidak mau menemani mereka keluar. Mereka akan keluar diam-diam
'Lain kali jangan diulangi lagi yaa" ucap Leon lebih lembut karena melihat wajah ketakutan pada ketiga keponakannya
'Baik uncle, kami minta maaf" ucap ketiganya sambil menunduk
'Okay, karena sudah terlanjur keluar bagaimana kalau kita jalan-jalan saja" usul Leon membuat ketiganya berbinar
'Mau uncle, kami mauuu" ucap ketiganya senang
'Baiklah, kalian mau kemana?" tanya Leon meladeni keinginan keponakannya
'Ummm... Hessa mau ke taman" ucap Hessa antusias
'Zael mau ke timezone, mau main tembak-tembakan" ucap Zael menggebu-gebu
'Geoff pengen ke museum" ujar Geoff tidak mau kalah
Mendengar keinginan ketiganya yang berbeda membuat Leon pusing, bagaimana bisa dirinya menuruti permintaan itu.
'Bagaimana kalau kita ke taman nasional saja atau kebun binatang, kita bisa melihat hewan-hewan yang dilindungi sembari belajar, kalian mau nggak?" tanya Lea menawarkan
'Ada buaya ngga aunty?" tanya Zael semangat
'Ada singa dan harimau ngga aunty?" tanya Geoff tidak mau kalah
'Ada dong, semuanya ada. Bagaimana kalian mau?" tanya Lea kembali
'Mau autny, kami mau" ucap ketiganya semangat
Mobil mewah Leon melintas di jalanan menuju kebun binatang, sejujurnya Leon tengah membuang ego supaya bisa berbincang dengan sang istri setelah saling mendiamkan beberapa hari dan jujur saja Leon merindukan Lea.
'Kita sudah sampai, ayo turun. Tunggu uncle di dekat pesan tiket yaa, dan kamu Hessa tolong jaga adik-adik mu sebentar, okay" pinta Leon
'Baik uncle" patuh Hessa
Setelah ketiganya keluar akhirnya Leon pun membuka sabuk pengamannya dan langsung memeluk Lea erat seakan tidak mau melepaskan.
'Apa yang kakak lakukan, lihatlah mereka menunggu" ucap Lea mencoba mendorong tubuh Leon
'Hanya sebentar sayang, aku sungguh merindukanmu" bisik Leon dan mengecup kening Lea
'Aku bahkan tidak bisa tidur, mengapa tidak mengangkat telepon ku?" tanya Leon sedih
Lea memang sengaja tidak menerima panggilan telepon dari Leon karena dirinya masih malu mengenai perihal kejadian beberapa hari yang lewat, mengingatnya saja sudah membuatnya merasa tidak ingin hidup.
'Mengapa diam saja? Ayo jawab, kenapa tidak mau mengangkat telepon dariku?" tanya Leon menuntut
'Umm.... Itu... sudahlah kak, lepaskan. Mereka sudah menunggu" Lea menatap Leon jengah membuat Leon pun menurut dan melepaskan pelukannya
'Baiklah, tapi nanti saat dirumah kamu akan ku gempur habis-habisan" ancam Leon membuat Lea bergidik ngeri
Lea segera keluar dari dalam mobil menyusul ketika keponakannya, sedangkan Leon hanya mengikutinya dari belakang dengan wajah lelahnya.
Kelimanya cukup lama di dalam kebun binatang hingga ketiga bocah itu kelelahan dan memilih untuk pulang.
Sesampainya di kediaman tuan Alfa, Leon memilih membangunkan ketiga bocah itu, sebenarnya bisa saja Leon menggendong satu persatu bocah itu tetapi akan memakan waktu yang banyak terlebih dirinya cukup lelah setelah perjalanan bisnis keluar negeri.
Xavier yang tengah menimang putrinya yang tidak lain Disha hanya tersenyum geli melihat wajah lelah adik iparnya itu.
'Mengapa wajahmu jelek begitu?" tanya Xavier sembari mencium pelipis Disha
Xavier nampaknya sangat mencintai dan menyayangi putri kecilnya yang akan menginjak 3 tahun itu, kehadiran Disha membuatnya semakin berwarna. Lio, Geoff dan Disha adalah mataharinya.
'Aku sedang tidak ingin berdebat pria tua!" balas Leon begitu kesal
'Oh ayolah, jangan memasang wajah menyedihkan seperti itu, putriku bahkan merasa jijik jika memiliki uncle seperti mu" kekeh Xavier
'Aku sedang dilema" Leon mulai serius membuat Xavier dalam mode serius juga
'Katakanlah" ucap Xavier ingin mendengarkan keluhan Leon
'Ku pikir Lea tidak memaafkanku, apalagi dengan apa yang sudah kuperbuat beberapa hari yang lalu, aku punya feeling bahwa Lea akan kembali ke Rusia. Rasanya aku tidak sanggup jika di tinggal lagi" runtuk Leon sambil menjambak rambutnya
'Kesalahan apalagi yang sudah kamu perbuat? Sepertinya begitu fatal sekali?" tanya Xavier penasaran
'Entahlah, aku tidak ingin menceritakan itu karena itu aib" balas Leon sedih
'Baiklah, saranku sebaiknya buat Lea nyaman dulu padamu. Mungkin kamu juga harus berjuang seperti perjuangan Lea selama ini. Bayangkan dia menunggumu begitu lama, belum lagi cacian dan makian yang kamu berikan, mungkin itu salah satu penyebab Lea sulit untuk membuka hatinya padamu" jelas Xavier membuat Leon terdiam
Apa yang Xavier katakan memang benar, seharusnya dirinya sadar diri dengan apa yang selama ini dirinya perbuat.
'Aku terlalu sombong dan berpikir jika Lea sudah menaruh hatinya padaku seutuhnya" guman Leon dengan putus asa
'Sudahlah, perempuan memang seperti itu. Suka main tarik ulur, lagian buktikan dong bahwa kamu juga mencintai Lea" kekeh Xavier
'Baiklah, aku pergi ke atas dulu" pamit Leon dan Xavier hanya mengangguk sambil tersenyum geli
Xavier mengingat saat dimana Lea kecil selalu mengejar Leon, bahkan kemanapun Leon pergi maka Lea juga ingin ikut. Dan sekarang keadaannya berubah, Leon kini yang mengejar Lea, sungguh takdir yang begitu unik.
'Hmmm... Sepertinya hanya kisah cintaku yang manis, iyakan my princess?" tanya Xavier pada Disha yang masih terlelap
'Sebaiknya aku juga ke kamar, aku merindukan istriku" ucapnya dan berlalu menuju kamar
Leon membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, entah kenapa Leon merasa tubuhnya sangat kelelahan dan tidak berdaya.
'Sebaiknya aku tidur saja" ucapnya sambil menutup mata
Kebetulan Lea tengah mandi sehingga Leon tidak perlu menahan rasa kantuknya. Kekuatannya seolah sirna setelah pulang dari negara kincir angin itu.
Lea baru saja selesai mandi dan menatap Leon yang sudah terlelap, ada rasa penyesalan dalam dirinya setelah mendiamkan Leon hari ini. Lea perlu menata ulang hatinya yang sakit apalagi dirinya cukup malu menatap wajah tampan Leon setelah melakukan hal yang begitu intim beberapa hari yang lewat, membayangkan itu saja membuat Lea malu dan merasa jijik, padahal itu hal normal yang dilakukan oleh sepasang suami istri, tetapi Lea masih belum paham akan semuanya.
'Umm..." Leon melenguh dalam tidurnya membuat Lea sadar dari lamunannya
Terlihat dengan jelas jika Leon tidur tidak nyaman, nafasnya memburu dengan keringat membasahi bajunya.
'Jangan pergi, jangan tinggalkan aku sayang" ucap Leon dalam tidurnya
Lea menatap Leon intens, hatinya merasa gundah saat Leon semakin tidak pulas dalam tidurnya, entah mimpi apa yang dialami Leon.
💕💕💕
Semoga kalian suka yaaa
riri-can