
Lea tengah sibuk memeriksa berkas makalahnya karena hari ini dia presentasi dengan beberapa teman kelompoknya.
Setelah merasa sudah rapi Lea segera berangkat menuju kampus.
Hari-hari Lea begitu sibuk dengan kuliahnya apalagi tugas kuliahnya yang begitu banyak membuatnya kadang lupa makan, kebanyakan waktu Lea habis berada di universitas karena mereka di fokuskan untuk bisa menjadi yang lebih unggul di banding yang unggul.
Sejujurnya bisa saja Lea memilih menjadi mahasiswa seperti biasa saja, tetapi mengingat dia adalah anak tunggal dari Daddy-nya membuatnya harus cepat-cepat menyelesaikan kuliahnya agar bisa turun langsung ke perusahaan, tidak mungkin Lea terus mengandalkan Uncle Derrick yang seharusnya sudah menikmati waktu bersama keluarganya.
Sesampainya di kampus, Lea langsung masuk ke dalam ruang kelasnya, beberapa mahasiswa yang lain terlihat tengah sibuk dengan kegiatan mereka.
Lea juga baru menyadari perbandingan mahasiswa negaranya dengan mahasiswa luar, jika di negaranya maka beberapa mahasiswa akan bergosip sana-sini ataupun sibuk dengan setiap apa yang di lakukan orang lain, berbeda dengan tempat kuliahnya sekarang yang nampak sibuk sendiri, mereka hanya berbicara seperlunya saja, kadang Lea merindukan suasana negaranya yang begitu ramah tetapi ini adalah pilihannya sendiri.
'Selamat pagi semuanya" sapa seorang pria yang meletakkan beberapa berkasnya di meja dosen menandakan dia adalah seorang dosen
Lea mengerutkan keningnya melihat dosen yang baru saja masuk, apa dosen itu salah masuk ruangan atau gimana? jelas-jelas pagi ini dosen yang mengajar adalah Mr. Hardler dan juga baru kali ini Lea melihat dosen itu setelah beberapa bulan kuliah.
'Apa kalian sudah membaca pemberitahuan tentang saya?" tanya dosen itu dan di iyakan oleh yang lain kecuali Lea
Apa dirinya ketinggalan sesuatu atau bagaimana? mengapa hanya dirinya yang tidak tau.
'Felisa, dia dosen kita?" tanya Lea pada Felisa yang duduk di sampingnya
'Apa kamu tidak tau?" tanya Felisa kembali
'Tidak, aku tidak tau apa-apa" Lea memperlihatkan wajah kebingungan
'Dia adalah Mr. Luigi pengganti Mr. Hardler yang di pindah tugasnya ke negara Belgia, buka saja pemberitahuan di grup jika masih bingung" jelas Felisa
Lea langsung membuka ponselnya dan melihat grup kelasnya dan benar saja di sana terdapat pemberitahuan pergantian dosen, Lea dari tiga hari yang lalu belum membuka ponselnya karena sibuk dengan berkas yang harus dia pelajari untuk perusahaan milik Daddy-nya.
'Baiklah, apa kalian sudah memiliki buku yang sudah saya kasih di grup?" tanya Mr. Luigi
'Sudah Mr" jawab semuanya dan lagi-lagi Ke hanya bisa menghela nafas berat
Lea merasa lalai sekarang, seharusnya sebelum kuliah Lea memeriksa ponselnya tadi, jika sudah seperti ini maka pilihannya adalah keluar sendiri atau di keluarkan.
'Yang belum memiliki bukunya silahkan tinggalkan ruangan, saya tidak suka dengan mahasiswa yang tidak berkompeten" Mr. Luigi menatap satu persatu mahasiswa di depannya
Dengan langkah berat, Lea bangkit dari duduknya dan keluar dari mejanya berjalan keluar dengan wajah menunduk.
'Siapa yang mengatakan boleh keluar?!" tanya Mr. Luigi membuat langkah Lea terhenti
'Kemari!" tegas Mr. Luigi
Lea berjalan mendekat dan berdiri di depan Mr. Luigi, Lea merasa takut sekarang apalagi dosen di depannya adalah dosen pengganti dan hilang sudah kepercayaan dosen baru itu padanya, seharusnya di pertemuan pertama Lea memperlihatkan sikap keteladanannya agar nilainya tidak bermasalah nantinya.
'Saya rasa kamu adalah jenis mahasiswa yang pembangkang, bisa jelaskan kepada saya alasannya mu?!" tanya Mr. Luigi dengan tajam
'Saya tidak mengetahui tentang pengumuman itu Mr karena saya belum membuka ponsel dari beberapa hari yang lalu" terang Lea dengan jujur tetapi yang lain dan Mr. Luigi merasa jika Lea hanya berasalan saja
'Apa kamu pikir saya percaya? biar saya jelaskan nona...
'Baiklah Nona Azzura, biar saya jelaskan jika itu adalah alasan utama kamu, siapa yang akan percaya dengan alasan tidak logis itu, jangan membodohi orang yang berada di atas mu atau kamu sendiri yang akan kena batunya, saya tanya dengan yang lain, apa kalian bisa tahan tanpa membuka ponsel selama beberapa menit?" tanya Mr. Luigi
'Tidak Mr" jawab yang lain membuat Lea semakin menunduk
'Kamu sudah tau jawabannya Nona Azzura tanpa saya jelaskan lagi, karena alasan tidak logis ini saya akan kasih nilai E" Mr. Luigi menulis sesuatu di note miliknya membuat Lea panik
Jika nilainya ada yang E maka besar kemungkinan Lea akan susah lulusnya nanti.
'Maafkan saya Mr, apa ada yang bisa saya lakukan agar nilai saya tetap utuh?" tanya Lea dengan wajah pucatnya
Mr. Luigi tersenyum misterius mendengar pertanyaan Lea, sedari tadi kata-kata ini yang ingin dia dengar dari mulut Lea.
'Siang nanti temui saya di ruangan saya di lantai 17, dan silahkan keluar" Mr. Luigi kembali ke kursinya sedangkan Lea keluar
***
Jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, setelah menyelesaikan kuliah ke duanya, Ke langsung menuju lift dan menekan tombol angka 17.
Sesampainya di lantai 17, Lea mencari pintu yang bertuliskan nama dosennya itu hingga matanya tertuju pada ruangan paling sudut bertuliskan nama Mr. Luigi dan langsung mengetuknya sebelum membuka pintu sebagai bentuk kesopanan.
Pintu terbuka dan memperlihatkan Mr. Luigi yang tengah sibuk dengan berkas miliknya itu.
'Akhirnya datang juga" Mr. Luigi duduk memperlihatkan senyum liciknya
'Jadi apa saya bisa melakukan sesuatu agar nilai saya tetap utuh Mr?" tanya Lea to the point
Jujur saja Lea tidak nyaman sekarang, apalagi dengan tatapan nakal dosen yang sudah hampir berkepala empat di depannya.
'Jika ingin nilainya tetap utuh maka syaratnya adalah bermalam lah dengan saya, jika kamu bisa memuaskan saya maka nilai mu juga akan bagus, bagaimana nona Azzura apa kamu bisa?" tanya Mr. Luigi membuat Lea membulatkan bola matanya
Lea sungguh tidak mengerti dengan pikiran kotor dosennya, ternyata memang benar jika ada beberapa dosen yang mengambil kesempatan jika nilai mahasiswanya bermasalah dan sekarang Lea baru saja mengalaminya.
'Maaf Mr. Luigi tetapi saya tidak berminat" balas Lea serasa muak dengan dosennya itu
'Tidak perlu munafik Nona, saya kasih bonus jika bisa memuaskan saya malam ini, bagaimana?" Mr. Luigi berjalan mendekat ke arah Lea yang buru-buru berdiri
'Menjauh atau saya berbuat hal yang fatal dan bisa membuat Mr. Luigi takut untuk bernafas!" ancam Lea menampilkan wajah marahnya
Lea adalah putri seorang konglomerat asal Indonesia dan sudah di bekali dengan beberapa beberapa keamanan seperti bisa bela diri atau bisa taekwondo, di balik wajah cantik nan ayunya menyimpan hal-hal yang tidak semua orang perkirakan.
🌸🌸🌸
Wow... Lea punya banyak kejutan ya guys...
Siapa nih yang pengen jadi Lea, cantik-cantik bisa bela diri, author juga bisa loh bela diri hehe...
Semoga kalian suka yaaa dan maaf sudah buat kalian menunggu lama.
riri-can